Haru di Jumat Pagi

Pagi ini di angkutan umum saya berjumpa dengan kerabat dari sahabat saya yang seluruh keluarganya sudah saya kenal baik sedari kuliah dulu. Berbincang dari mana dan mau kemana, lalu bercerita tentang anak2nya yang sudah besar, mandiri dan bisa mencari kerja sendiri sementara sorenya kuliah.

Sementara bercerita tentang keprihatinan dan tekad kuat anaknya membiayai sekolahnya sendiri, tak lama saya lihat hidungnya mulai merah, suaranya mulai tercekat dan matanya yang berkaca pun mulai pecah. Haru seorang ibu menceritakan anaknya yang gigih.

Perbincangan kami singkat karena saya harus berganti kendaraan dan meluncur ke arah berlawanan. Saya pun meninggalkannya dalam keharuan tak lupa memberinya sedikit senyuman pagi. Tidak apa2, semua orang yang berjerih payah suatu hari akan memetik hasilnya. Haru seorang ibu yang bangga kerja keras anaknya dan prihatin akan keadaan.

Saya pun melanjutkan lamunan saya pagi ini. Kita manusia hidup dengan suka dukanya masing2. Banyak alasan untuk tersenyum dan tertawa, untuk menangis pun ada. Alasan kita saja yang berbeda-beda.

Mungkin hanya orang yang berputus asa sajalah yang merugi dan terpuruk. Seperti apapun keadaan sementara kita memiliki keyakinan dan kegigihan semua keadaan mungkin bisa aja membaik.

Dan lamunan pagi ini menguatkan saya, meniup hati yang kecil dan mengokohkan kaki yang berdiri di pagi yang sorot mataharinya sehangat ini. Sehangat pengharapan seorang ibu kepada anaknya.

Semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s