Rapuhmu Erat Mengikatku

Pagi tadi baca salah satu majalah kesehatan dan life style pria,sepintas cepat hingga di salah satu artikel dalam tulisan cukup besar terbaca sebait kata :

Ketika dia tau bahwa anda cukup mempercayainya untuk tampak rapuh di depannya, maka dia akan merasa lebih terikat dengan anda

Saya gak tau rubrik apa tepatnya yang saya baca, namun sepertinya dari kutipan di atas majalah tersebut sedang berbicara bagaimana proses seorang wanita tertarik atau pada akhirnya memiliki ikatan emosi dengan seorang pria.dan salah satunya adalah kutipan di atas.

Salah satu penyebab kita mengikatkan emosi kepada seseorang adalah saat orang tersebut menaruh kepercayaan pada kita dan membiarkan dirinya menunjukan kerapuhan diri baik itu perasaan masa lalu, pemikiran saat ini maupun ketakutan di masa depan.

Hal seperti ini masuk akal, karena melalui situasi tersebut kita merasa sedang berhadapan dengan seseorang yang apa adanya diri dia. Seseorang yang nyaman untuk bercerita sekaligus merasa tak apa2 sekalipun dia tau dirinya jadi tak dipandang hebat akibat ceritanya. Dari situasi tersebut sekaligus seseorang seperti meminta perlindungan dan kita mulai mengikatkan diri kita sendiri ke dalam cerita dan pencerita.

Selepas sesi berbagi lalu tumbuhlah empati2 di hati, semacam ada perasaan untuk melindungi dan keinginan menjaga. Kita ingin menjadi alasan seseorang berbahagia, tidak lagi menjadikan ceritanya sebagai alasan bersedih dan menggantinya dengan kita lalu bahagia.

sementara di sisi lain seseorang yang menampakan kerapuhan tadi seakan menemukan rumah hangat atau peraduan lembut dimana dia bisa berbagi kekurangan hidupnya tanpa merasa kecil hati. Semakin banyak ia berbagi justru ia semakin merasa terisi. Serapah seakan terlontar keluar dan melapangkan himpitan hati. Lalu muncul perasaan bergantung, rasa membutuhkan dan kelegaan menemukan sumber kenyamanan terbaik. Seorang pendengar yang melegakan dan untaian kata2 mencerahkan setiap hari.

Seperti itu kah cinta bekerja? berawal dari sesuatu percakapan mendengar dan didengar? Jika memang iya, saran saya hati2lah berbagi kerapuhanmu dan hati2lah menentukan kerapuhan siapa yang ingin kita dengar. Karena apa? karena cinta seringkali jahat. Jahat. Melesat ke sembarangan orang yang bisa jadi kadang ke orang yang tak seharusnya. Itu saja. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s