Ributin si Miss Gaga

Ah, boleh jadi saya adalah salah satu orang kuper dan wawasan untuk satu hal ini sedemikian sempit. Belakangan di televisi dan di dunia maya ramai perbincangan dan perdebatan menjelang konser Lady Gaga di Indonesia. Banyak sekali suara – suara mengemuka mengenai hal ini. Tidak hanya ormas Islam, FPI, HTI, menteri, partai, tokoh partai, DPR, masyarakat dan tak ketinggalan para pekicau di twitter mengemukaan pendapat mereka.

Mungkin saya yang cuek, kurang membaca atau minim menangkap informasi. Saya malah terjebak dalam tontonan saling tolak saling dukung tanpa memahami landasan mereka masing2 apa. Sebenarnya what’s wrong dengan Lady Gaga?

Dalam hal ini saya gak puas dengan penolakan karena pakaian seksi lah,upaya menghalau kebudayaan barat lah, atau menyoroti hingar bingar konser itu sendiri lah yang dianggap gaya hidup hedonis, buang2 uang untuk tiket yang mahal sementara sebagian masyarakat lain masih hidup berkekurangan.

Alasan semacam itu sekalipun saya memahaminya namun tidak cukup menjelaskan kenapa perkara Lady Gaga ini tampak lebih berbeda, lebih heboh dan lebih kontroversial. Saya ingin tau hal2 rinci lain yang membedakan Lady Gaga dengan artis lain yang sebelumnya bisa juga konser di sini.

Siang kemarin ada salah satu orang yang saya follow di twitter mengetwit ketidaksetujuannya Lady Gaga konser disini. Saya pun mengutarakan keingintahuan saya apa sih pembeda Lady Gaga dengan artis lain yang dia tau? Karena dalam twitnya ia pun mengangkat tema norma2 dan kebudayaan barat. Sayang sekali selanjutnya yang bersangkutan tidak menjelaskan lebih detil padahal saya sudah menuruti syaratnya untuk menonton video klip Lady Gaga sebelum akhirnya akan ia jelaskan. Jika setelah gagal menyimpulkan sendiri tetap tidak dijelaskan, tampaknya sia2 belaka saya bertanya.

Ini yang saya takutnya, banyak orang berbicara penolakan terhadap Lady Gaga namun tak cukup spesifik menjelaskan alasan2nya. Sama seperti orang yang berbicara pembelaan bagi Gaga dengan dalih kebebasan berekspresi tanpa mengetahui perngaruh buruk yang dikhawatirkan itu.

Kemudian ada dua teman saya membantu menjelaskan mengenai Lady Gaga. Yang satu adalah Wida kawan SMA saya. Dia adalah wartawan di salah satu tabloid di Indonesia. Kata wida, Lady Gaga banyak mengirim pesan terselubung dalam video-video klip maupun lirik lagu dan dandanannya. Di beberapa penampilannya yang mencolok Gaga sering menyelipkan simbol2 secara samar.

Di balik Lady Gaga ada “jenius” yang menyelipkan sesuatu sehingga hanya sekedar nampak seksi. Padahal penampilan lady Gaga menyelipkan banyak simbol2 yang dampaknya lebih meresahkan dari sekedar keseksian. Belum lagi di salah satunya Gaga seakan mendukung Lesbian, Gay maupun Transgender. Dan lirik2 lagu semacam ini mudah dihayati secara mendalam oleh para penggemarnya yang notabene remaja.

Wida membandingkan Lady Gaga dengan Pedangdut koplo. Ya memang di dunia maya banyak sekali pembela Gaga yang bilang Gaga sok ditolak, tapi itu pedangdut erotis lokal tidak diawasi. Lebih bahayaan mana?

Kawan saya menjelaskan, penyanyi dangdut koplo tidak didalangi sesuatu di belakangnya. Masalah mereka adalah keseksian belaka dan tidak akan sampai membuat penikmatnya membela mereka mati2an. Sementara Gaga menyelipkan hal2, pemikiran2 dan simbol2 sebagai pengirim pesan terselubung yang dikhawatirkan pemikirannya akan dibela mati2an oleh penikmatnya. Belum lagi membayangkan dalam konser semua menari bersama seakan merayakan dan mendukung pemikiran2 Lady Gaga yang dipujanya.

Ada lagi Kak Erwindo kakaknya Wida mengungkapkan dia penikmat musik Gaga, namun ke-absurd-an Gaganya tidak. Dia memiliki kaset Gaga namun kaset selanjutnya tidak karena mulai merasa disusupi hal lain entah itu illuminati ataupun homoseksual. Kak Erwindo menjelaskan yang mengkhawatirkan dari polemik Lady Gaga adalah semakin banyak masyarakat jadi tau siapa Lady Gaga. Dan itulah yang diinginkan oleh Gaga dan kapitalis.

Wah hal2 ini gak dibahas loh kemarin waktu ada debat kusir pro kontra Lady Gaga di Indonesia Lawyers Club. Mereka malah mengadukan Lady Gaga dengan FPI dan menjurus membahas ormas2. Subtansi protes itu sendiri gak banyak dibahas. Padahal Gaga tidak hanya ditolak oleh FPI, kelompok Islam lain pun banyak yang menolak. Konon bahkan bukan Indonesia saja, beberapa negara Asia lain juga keberatan. Namun kok pada gak bahas poin2 keberatannya. Cuma koar2 kesana kemari tentang kebebasan berekspresi segala rupa.

Bahkan ada satu tokoh di acara tersebut bilang kalo iman kuat kenapa harus takut? kata2 itu seperti ditangkis oleh Wida sore kemarin. Kata Wida :

Jangan terlalu percaya diri bahwa iman kita kuat atau kuat dari segala gempuran. Kalaupun kita kuat, bagaimana dengan yang lainnya?

Iya juga sih, buat yang nyaut asal iman kuat bisa jadi dirinya kuat. Bagaimana dengan penikmat lainnya yang bisa jadi banyak diantaranya remaja. Wida menambahkan diakhir percakapan bahwa fakta banya nyata2 banyak di Indonesia pembela Lady Gaga baik JIL maupun lainnya yang mengusung HAM yang sejatinya berujung ke pelegalan pilihan hidup seseorang tidak beragama maupun kebebasan memilih orientasi seksual. Lantas masa iya demi HAM seseorang melupakan kewajiban2nya kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT).

2 thoughts on “Ributin si Miss Gaga

  1. Soalnya banyak orang yang liat si Miss GaGa ini pake kacamata kuda. Ribut-ribut pro-kontra baru ngemeng. Kalo baca info dari sana-sini dari dulu minimal bisa tau sisi lain yang dicurigai dari si GaGa ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s