Uang Barang Pecah Belah

image

uang

Mau tanya, kalo uang pecahan seratus ribu itu pecahan besar atau kecil ya? Buat saya kok rasanya besar ya. Masalahnya uang pecahan seratus ribu itu udah kayak barang pecah belah, sekali pecah jadi receh maka lenyaplah semua.

Jangan uang pecahan besar, uang pecahan kecil pun berharga. Bahkan seorang financial planer pernah ngetwit kalo uang2 pecahan kecil kalo di manage dengan baik saat seseorang lagi bokek, uang itu akan menolong sekali.

Saya beberapa kali pergi hanya dengan membawa uang selembar seratus ribu. Biasanya kalo pergi untuk kebutuhan spesifik dan gak banyak kebutuhan. Kadang kaget saat kembali pulang uang 100.000 itu bersisa beberapa ribu saja. Jadi pengeluaran2 yang kecil itu kalo dikumpulin besar juga.

Hari kemarin bawa uang 102.000. Ini jenis pengeluarannya:

1) ongkos ke Bogor Permai : Rp. 2.000,-
2) Beli Roti BP beberapa : Rp. 20.000,-
3) Beli seporsi Sapo Tahu : Rp. 25.000,-
4) ongkos ke Bebek Haji Slamet : Rp. 2.000,-
5) beli 2 bebek dan Nasi putih : Rp. 40.000,-
6) Minum es teh manis 2 gelas : Rp. 6.000
7) beli pesanan nasi padang pakai dadar telur : Rp. 7.000,-

Berapa itu jumlahnya? 102rb kan ya? Dan gue pulang dengan jalan kaki karena dekat dan sekaligus kehabisan uang. LOL

Berawal dari niat pergi makan siang, hanya menggunakan celana pendek dan kaos. Saya lirik di wadah HP saya ada selembar uang 100rb. Saat sudah jalan nenek titip roti, mamah titip nasi padang. Saya fikir cukup lah uangnya. Huhu saya sampe deg2an sebelum ke kasir bayar bebek goreng. Gak bawa uang dan ATM. Dompet di rumah. Dan terpikir nelp sepupu aja minta susulin bawa uang. Taunya uangnya pas.

Sering deh perasaan bawa uang 100rb dan merasa gak banyak pengeluaran berarti eh taunya habis gak jelas. Seperti jumat kemarin.

1) ongkos ke indraprasta : Rp. 4.000,-
2) fotocopy : Rp. 12.000,-
3) ongkos ke BTM : Rp. 2.000,-
4) beli Roti Maryam di empang : Rp. 9.000,-
5) makan siang di A&W : Rp. 20.000,-
6) balik ke indraprasta. Ongkos : Rp. 2.000,-
7) ongkos pulang ke rumah : Rp. 4.000,-
8) bayar sesuatu : Rp. 15.000,-

Harusnya ada sisa uang Rp.32.000,- ya? Tapi saya tak tau uang itu utuh atau tidak. Berceceran di tas. Haiiz, mengapa uang2 itu gampang pecah. Beberapa hal tampaknya murah dan terbayar, gak ada bebas psikologis dibalik pengeluaran2 kecil. Namun hitunglah per hari lalu kalikan per bulan, maka kita akan tertohok. Haha. Bukan..bukan besaran uangnya. Mungkin tampak relatif jumlah itu bagi orang2 umum, namun sadar bahwa uang sebesar itu habis untuk keperluan2 remeh yang harusnya bisa di rem itu cukup mengganggu perasaan juga🙂

Mari mengawasi pengeluaran2 kecil kita. Ini catatan keras untuk diri saya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s