Sakit Apa Ini?

Kamis lalu saya ngetwit betapa mudahnya saya kelilipan semingguan ini. Saat itu mata saya sedang merah karena kelilipan serat handuk pagi harinya, setelah kemarinnya saya juga kelilipan di dapur saat masak.

Jumat saya merasa badan saya lebih letih dari biasanya, saya lebih banyak tiduran diantara aktivitas saya. Rasanya tulang ngilu2 seperti orang mau sakit flu disertai demam sedikit, but I’m fine lah..

Sabtu pagi saat berjalan ke dalam kampus saya merasakan nyeri ngilu disekitar persendian mata kaki saya, berpikir mungkin ada yang salah urat, nanti saya akan bikin janji dengan ceu Ani tukang urut langganan saya. Ngilu di sendi kaki kanan ini berlanjut hingga sore hari. Menjelang malam malah mulai terasa hal yang sama di sendi kaki kiri.

Ingin hari minggu pagi saya dipijet ama Ceu Ani. Sayang hari itu saya harus ke Garut menghadiri pernikahan bersama keluarga besar saya. Dengan jalan sedikit sakit, saya memilih sendal teplek tipis namun gak mengurangi rasa sakit saya.

Hari minggu saya menyadari bahwa mata saya merah. Sungguh merah kedua matanya. Ketika dikomentari oleh saudara saya jawab ini merah karena kelilipan kamis kemarin. Tapi saya baru sadar mata kiri yang gak kelilipan malah jauh lebih merah. Jadi nanya : “loh ini merah karena apaaa?”

Minggu malam setiba kembali di rumah saya googling sejenak cari tau kaitan mata merah dengan sendi2 tubuh yang sakit. Malam itu, sendi2 di telapak tangan yang mulai terganggu. Ruas-ruas jari kok ngilu jika digerakkan, ditusuk2 jari lain juga ngilu. Ah saya hanya tau kalo saya perlu istirahat cepat malam itu. Saya tidur setelah menelpon tukang urut agar datang esok pagi.

Senin pagi, mata saya benar2 merah, jalan saya kayak robot. Sendi2 ini ngilu mengganggu gerak saya bahkan di rumah. Saya mulai kesulitan jongkok. Ngilu di lutut dan seperti ada yang gak elastis di paha. Ah saya mulai ciut, langsung intip jadwal praktek dokter Djabir pagi itu dan terpikir untuk periksa. Hasil googling semalam menjelaskan ada serangan virus yang memungkinkan gangguan sendi diiringi mata merah.

Pagi itu saya dipijat ama Ceu Ani. Berkata untuk hati-hati karena saya masih belum tau kenapa, jangan malah tambah parah setelah dipijat. Jangan tanya rasanya dipijat ceu Ani pagi itu, hadeuuuh meronta-ronta tak biasa. Sakit semua.

Ceu Ani pulang saya mengajak 1 kawan untuk mengantar ke dokter, lalu mulailah kami berdiskusi kalo ke dokter pasti saya gak akan lolos dari cek darah. (Ah tidak diambil darahnya yaaa…disuntik gitu). Trus kami obrolkan kemungkinan dapet macam2 obat termasuk antibiotik yang biasanya gede2 itu. (Saya susah minum obat). Saya menimbang-nimbang pergi atau tidak ke dokter. Saya kenal baik dengan dokternya tapi apa bisa melobi agar gak di cek darah? Hohoho pengecut memang.

Akhirnya atas saran teman saya tadi, saya menelepon teman kami yang kebetulan seorang dokter. Saran dia pun sama, “cek darah dulu sana!”. Ah saya mulai mengoceh dan merengek agar gak disuruh itu. Akhirnya setelah mendengarkan gejala2 yang saya alami saya diberi nama2 obat yang bisa saya beli.

Obat nyeri sendi, vitamin untuk bantu meningkatkan daya tahan tubuh dan sebotol obat tetes mata untuk mengatasi mata saya yang memerah. Sirop pula salah satu obatnya. LOL tawar menawar biar gak gerus obat.

Apapun sakitnya, tapi bisa dipastikan ini akibat virus yang menyerang sendi2 tubuh dan mata. Konon virus biasanya bisa dilawan sendiri oleh tubuh asalkan kondisi kekebalan tubuh kita oke. Makanya saya memilih minum dulu obat2an yang diberi teman saya tadi dan memperbanyak waktu istirahat agar tubuh saya cukup fit dan kuat mengusir virus.

Jika tidak membaik, saya sudah menyanggupi untuk akhirnya pergi ke dokter dan pasrah jika harus cek darah. Tapi pagi ini kengiluan sendi2 gak separah kemarin. Saya bisa jalan dan menggerakan kaki walau ngilu masih terasa. Merendam kaki dengan air hangat dan garam kemarin juga sepertinya membantu menyamankan.

Ah sakit apa ya ini? Semoga bukan sakit yang ada di benak saya. Tapi kalo memang karena virus semoga enyah lebih cepat. Aktivitas bulan ini padat, sakit jika bergerak seperti ini pastinya akan mengganggu. Mudah2an Allah beri kemudahan dalam memulihkannya.

Terpenting, semoga mata saya gak merah lagi. Ngeri dan secara estetika sungguh gak enak dilihat. Tapi sakit kan pengingat dari Allah ya. Saya juga harus menelaah hikmahnya baik2.

3 thoughts on “Sakit Apa Ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s