Balita – Si Mesin Pengingat

saya punya keponakan baru semata wayang. Rafa, anak laki-laki sekarang usianya 1,5 tahun. Sudah hal lumrah ketika anak-anak mulai belajar, bicara dan meniru kata-kata juga gerak orang sekitarnya.

Namun kejadian sore tadi membuat saya takjub dan tercengang lalu merenung. Tak mengira anak sekecil itu merekam sesuatu begitu baiknya.

Peristiwa tadi terjadi dalam sebuah angkutan umum. Ibu dan ponakan saya ikut saya menuju ke sebuah restoran untuk makan. Kala melewati satu kawasan ramai, tiba-tiba didalam angkutan yang berisikan 9 orang itu ponakan saya tiba-tiba menirukan tembakan. Ke arah penumpang lain. “Dor! Dor! Dor dor dor!!”

Saya kaget lalu bilang : “eh rafa, kenapa nembak2an?” Sambil tersenyum sama ibu2 di depan saya yang juga kaget. Saya dan mamah bingung sekejap mengira itu hanya celoteh biasa. Tak lama saya ingat kenapa dia tiba2 menirukan suara tembakan.

Hari Kamis 3 hari lalu, Rafa ini diajak oleh kakak saya ke sekitar jambu dua ini. Saat membeli gorengan dikejauhan ada anak2 sekolah tawuran. Tak lama terdengar suara tembakan peringatan yang mungkin ditembakan polisi di lokasi. Anak-anak sekolah berhamburan. Kata teteh saya suara tembakannya keras sekali.

Dan celotehan Rafa tadi menunjukan bahwa dia merekam kejadian sore itu dengan baik. Di lokasi yang persis dimana dia dan mamahnya sore itu dia menirukan suara tembakan padahal kami di dalam angkutan umum.

Saya tersenyum karena gaya dia yang dari diam tiba2 menirukan suara tembakan, saya takjub mengetahui bagaimana balita yang beberapa waktu lalu ini masih bayi bisa merekam kejadian beberapa hari lalu dan mengingat lokasinya dengan tepat. Namun saya juga termenung, karena adegan yang dia ingat bukan sesuatu yang menyenangkan.

Kalau boleh berharap sih dia mengingat hal2 yang asik dan edukatif aja. Ingat betapa dia disayang, dimanja juga diajarkan hal2 sederhana. Lah ini merekam suara tembakan yang betulan terjadi.

Allah Maha Besar menciptakan anak-anak manusia dan mengatur perkembangannya. Ini sungguh jadi PR bahwa kita orang dewasa harus bisa menciptakan lingkungan tumbuh yang normal dan alami karena mereka, balita-balita itu merekam semuanya tak ubahnya sebuah mesin pengingat.

2 thoughts on “Balita – Si Mesin Pengingat

  1. setuju sekali, di saat usia anak-anak memang daya ingat mereka sangat tajam. Sehingga kita sebagai orangtua senantiasa memberikan rangsangan yang positif sehingga yang akan diingat oleh balita kita juga hal-hal yang positif atau baik. trims.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s