Tiga Bulan Tanpamu, Bapakku

Hari ini tanggal 14 di bulan Maret. Tepat 3 bulan bapak gak ada. Lupakah saya padanya? Tidak. Tidak sehari pun terlupa. Saya hanya tau setiap hari saya belajar tanpa kehadirannya.

Teman lain mungkin ada yang merasakannya lebih dulu. Namun inilah pelajaran kehilangan saya yang pertama. Kehilangan satu orang tua, seakan sebelah pasang sayap saya lenyap. Seperti salah satu kaki meja patah. Tak seimbang.

Hidup tidak akan pernah sama. Tidak akan. Ada satu kekosongan yang tak akan pernah kembali terisi. Pengisinya pergi dan tak akan kembali.

Hidup adalah belajar bukan? Dari waktu ke waktu kita titi. Kehilangan, kesedihan dan ketiadaan adalah bagian dari hidup itu sendiri.

Rindu padamu Pak, 3 bulan adalah waktu terlama bapak tidak menampakkan diri. Air mata terkadang masih membulir diujung kelopak mata, nafas terkadang mendadak tercekat di tenggorokan kala mengingatmu.

Doa bagimu tiada henti, mengenangmu adalah caraku memastikan kepala ini masih ingat akan hadirmu. Semoga Allah melimpahkan segenap rahmat kepadamu, memudahkan segala perkara, melapangkan tempatmu menanti hari akhir dalam ketenangan.

Saya anak yang biasa saja, tapi cinta kasih saya luar biasa padamu. Bapak selamanya akan ada di hati.

Semangat!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s