Karena Kita Begitu Kepo

Ah, kalimat serupa judul di atas terngiang terus di telinga saya dua hari ini. Kalimat menggelitik ini diucapkan kawan saya, Rane Hafied ketika kami tak sengaja berbincang di dunia maya. Ya, kawan saya ini mengatakan saya kepo tak ubahnya dirinya.

Kepo adalah ungkapan bagi rasa ingin tahu yang amat tinggi, setidaknya itulah definisi kepo yang saya serap dari melihat bagaimana orang2 menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Kepo ditujukan kepada seseorang ketika ia nampak begitu ingin tahu banyak baik dengan banyak bertanya maupun hanya dengan memantau secara intens. entah bahasa dari mana dan sejak kapan kata kepo ini digunakan. Yang jelas saya dan kawan2 saya suka menggunakannya dalam percakapan kami.

Saya juga suka kepo. misalnya ketika tak sengaja di ranah twitter saya melihat orang lain men-share berita hot atau kabar seru dari orang lain. umumnya sih urusan2 kontroversial atau perseteruan. Jika sedang terlalu semangat mungkin saya akan terus bertanya kepada pemberi kabar : “eh ada apa? hah, dimana? emang kenapa dia?” hahaha. kalau sedang tak mau repot seringnya sih saya melakukan pencarian di public timeline menggunakan sepenggal kata kunci yang saya yakini akan menghantarkan ke sumber “berita”.

Lalu proses memantau pun berjalan. siapa yang lagi berseteru atau melakukan tindakan kontroversial, diawali oleh apa, siapa lawannya, apa saja ucapannya yang menimbulkan kontroversi, siapa aja yang terseret ke masalah yang sama, lalu apa reaksi publik terhadap orang tersebut. ah yaaa seputaran situ lah. haha sungguh kepo. padahal saking tak ada kepentingan di dalamnya ujung pemantauan tersebut seringkali hanya menghasilkan kalimat :”oooh ya ya ya..jadi begitu toooh”.

Perihal kekepoan ini sering jadi topik bahasan saya dengan teman saya tadi. Saling mengaku “dosa” karena telah begitu kepo akan satu urusan seringkali memancing tawa dan bertukar ejek satu sama lain. entahlah, walau sekali waktu ada sisi tak pantasnya namun rasanya kepo alias keingintahuan yang tinggi itu sungguh manusiawi sekali. (bela diri) *_*

Bahasan kekepoan ini sempat jadi agak serius beberapa malam kemarin. Kepo kadang juga muncul tatkala kita ingin tau banyak tentang orang lain. Bagaimana seseorang bisa begini, kok begitu, kenapa dia memilih ini, kok ya sampai bersikap gitu. seringkali berujung dengan ketidakfahaman kita terhadap orang lain. Malam itu saya ceritakan ketidakfahaman saya akan orang lain, dan kawan saya tadi lantas bilang : “karena kita begitu kepo. sehingga selalu berpikir harus tau semua hal dari orang lain. padahal tak semuanya perlu kita mengerti”. kira-kira begitu. hmmm…ya juga sih. hehehe

Kadang selalu terpikir mengetahui atau mengenal orang lain lebih dalam akan membuat kita lebih mudah memilah sikap agar menghadapainya secara pas. Dan kepo amat dibutuhkan dalam prosesnya.Kawan saya tadi bilang setiap orang itu dari ujung rambut sampe kaki gak akan ada samanya. wah semakin berbeda orang satu dengan yang lainnya, maka tak salah dong jika kita kepo ke semua orang🙂. masih keukeuh kayaknya saya biar dianggap normal sekalipun kepo akut. haha ayolah Bang Rane, kayak lu kagak kepo aje… *lempar pete sepapan*

 

4 thoughts on “Karena Kita Begitu Kepo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s