Cukupkah Bagimu, Pak?

Dear bapak,
Bagaimana kabarmu disana, sebaik apa yang saya bayangkan kah?

Senja ini dada saya sesak, mata saya perih dan segala yang ingin saya ucapkan dalam doa rasanya tercekat di ujung tenggorokan.

Cukupkah apa yang saya lakukan belakangan ini pak? Cukupkah apa yang selalu saya mohonkan kepada Allah atas dirimu? Cukupkah segala harapan dan doa yang saya panjatkan baik saat gelap maupun terang, saat hujan maupun terik? Hanya untukmu.

Saya pernah lalai tak banyak mendoakanmu ketika bapak masih hidup. Saya menangis memohon kesembuhanmu kepada Allah di malam-malam hujan. Saya terbata meminta Allah mengurangi sakitmu dalam setiap rintihan.

Mungkin saya terlambat, waktu yang tersisa untuk meminta kebaikan bagi hidupmu tak terlalu banyak. Saya pernah lalai dalam masa yang panjang.

Sekarang saya mengucap namamu dalam setiap doa, berharap dengan segenap hati Allah mengabulkan setiap harapan yang saya ucap. Cukupkah semua yang saya minta pak, cukupkah?

Saya akan selalu meminta kebaikan Allah bagimu Pak, berharap Allah memberimu tempat kembali yang terbaik. Berharap Allah mempertemukan kembali kita sekeluarga di tempat yang terbaik.

Semoga Allah mengabulkan setiap doa saya untuk bapak, amin. Amin yaa robbalalamin.

One thought on “Cukupkah Bagimu, Pak?

  1. pengen nangis baca tulisan ini….bapak anakmu disini baik2 apakah bapak disana baik2 jg….hanya doa yg aku kirimkan untuk mu….. #kangenbapak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s