Mendadak Kebluk

Setengah bulan ini saya mengalami perubahan ritme tidur yang agak drastis namun lebih baik. Konsentrasi dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah membuat jadwal istirahat dan tidur teratur.

Dulu, beberapa waktu lalu saya terbiasa tidur sangat larut. Entah itu karena menonton TV, menonton dvd korea, sekedar main2 dan berbincang dengan teman di dunia maya, bahkan jauh sebelum ini juga dihabiskan dengan belajar.

Saya tidak kesulitan untuk tidur pukul 02.00 pagi atau jam 03.00 kemudian saya bangun pagi dan pukul 07.00 sudah beraktivitas biasa. Mamah saya sering menegur jadwal istirahat seperti itu.

Namun kebiasaan saya tidur larut bermanfaat ketika bapak saya sakit, baik di rumah maupun di RS. Saya relatif lebih kuat melek dari yang lain. Saya bisa tidak tertidur sama sekali di rumah seperti 2 malam terakhir sebelum bapak berpulang, lalu pagi saya sudah beraktivitas seperti biasa. Saya bisa duduk tanpa terpejam sendirian di rumah sakit sementara kakak dan mamah saya kepayahan melawan kantuk. Semuanya karena saya terbiasa tidur sedikit.

Ketika sakit 2 bulan terakhir, hal yang paling banyak disuruh oleh bapak saya adalah tidur. “Tidur din…tidur…nanti sakit”. Selalu itu yang diucapkan. Saya selalu bilang tidak apa2 karena saya baik2 aja (sambil menahan perasaan melihat bapak sendiri kesakitan dan tidak nyaman tubuhnya).

2 hari terakhir bapak masih ada, saya masih begadang 2 malam berturut-turut. Masih harus pergi menjaga paman di RS dan tetap pergi mengajar. Memang rasanya kala itu tubuh saya mulai melemah. Letih, badan terasa mulai tidak baik. Namun saya masih kuat, saat itu saya merasa masih punya cadangan energi yg banyak. Saya makan dengan baik dan sesekali meminum vitamin.

Tapi kemudian bapak berpulang, dipanggil yang Maha Kuasa selama-lamanya……….

Di hari kematiannya saya tidak tidur dengan baik, saya syok dan sedih. Di hari keduanya saya tidur namun setiap jam terbangun dan menengok serasa bapak masih ada seperti malam2 kemarin. Dihari selanjutnya, saya bisa tidur kapanpun dan dimanapun. Saya mendadak kebluk. Siang tertidur pulas, malam terlelap dari pukul 22.00 hingga subuh.

Mungkin inilah yang bapak mau selepas kepergiannya. Saya tidur dengan baik. Bahkan sekalipun bapak tidak pernah mampir ke mimpi saya. Saya merapihkan jadwal istirahat saya karena tau bapak berharap begitu. Mungkin setidaknya rasa ngantuk begadang 2 bulan terakhir terbayar.

Ah pak, ini kan yang bapak mau? Saya tidur dengan baik. Lelap malam ini mungkin nikmat Allah yang sedang saya rasakan. Padahal jika pun bapak masih ada, tentu saya bisa mengatur jam istirahat saya. Kasih sayang bapak orang tua terlalu besar, kala sakit justru lebih mengkhawatirkan saya.

Namun pastinya ini ketentuan Allah bukan? Bapak sudah mendapatkan jalan dan takdir sendiri, berharap dan yakin itulah yang terbaik. Sebagai anak saya hanya bisa mendoakan pak, mendoakan dan mendoakan setiap waktu. Berharap selalu ingat untuk tidak melakukan hal2 yang tidak membawa kebaikan kepadamu disana.

Selamat pagi pak, saksikan hidup kami. Semoga Allah memberikan yang terbaik dan bapak tenang menyaksikannya.

One thought on “Mendadak Kebluk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s