Selamat Tahun Baru 2012

Tahun 2011 telah berlalu, tahun 2012 telah menjelang. Tak terasa tahun sudah berganti dan setiap orang tampaknya menyikapinya dengan berbeda.

Malam tahun baru semalam seperti tahun2 yang lalu saya menghabiskannya di rumah bersama keluarga. Dengan beberapa sajian makanan yang sengaja disediakan tentunya. Menikmati malam seperti hari2 biasa. Sholat, mengaji dan mendoakan bapak karena keluarga saya masih dalam keadaan berduka. Menonton televisi, makan bersama lalu menonton kembang api dari kejauhan di teras atas rumah. Lalu tidur.

Ramai sekali malam tadi, tetangga sekitar sepertinya saling berkumpul dan bakar2an, memasang kembang api besar2. Dari cerita tetangga sepertinya di jalan2 dan pusat keramaian kota tak kalah ramai dan macetnya. Terbayang riuhnya suasana ketika tepat pergantian tahun. Dari televisi saya melihat situasi di kota2 lain, negara lain. Betapa banyak orang tumplek di berbagai tempat merayakan akhir tahun.

Kegiatan merayakan tahun baru ini masih menimbulkan pro dan kotra. Sebagian orang menganut merayakannya dengan suka cita, mencanangkan harapan, membakar kembang api dan bersuka ria bersama. Sebagian lain berpendapat bahwa merayakan tahun baru bukanlah budaya mereka/kita (dalam hal ini seharusnya saya masuk dalam grup ini), dan berpikir pesta dan membakar kembang api adalah hal mubazir dan tak perlu.

Saya memilih berpikir bahwa sebagian teman, yang berkeyakinan lain,berbudaya lain yang menganut merayakannya sah2 saja merayakannya sebagaimana mereka bersuka cita menikmati hari2 besar dalam agamanya. Hak mereka dan kewajiban kita untuk memberikan ruang.

Di satu sisi saya dengan keyakinan saya sendiri berpikir tidak perlu merayakannya dengan cara berlebihan. Namun karena sehari-hari kita pun menggunakan penanggalan masehi rasanya tidak mungkin jika kita tidak peduli dan pura2 tidak tahu akan perubahan tahun ini.

Menjadikannya sebagai momentum refleksi tentu baik, menilik ke satu tahun ke belakang apa saja yang sudah dilakukan dan diraih tentu bukan hal salah. Mencanangkan sesuatu hal yg baik untuk diraih di tahun yang baru pun tentu bukan hal buruk. Kita saja yang dituntut mampu menjadikan pergantian tahun ini sebagai sarana evaluasi.

Berbeda tentu adalah hal biasa. Ketika kita menyaksikan sebagian orang berpesta cukup berpikir mungkin itulah cara mereka. Namun bagi kita yang notabene memiliki tahun baru tersendiri dan “merayakannya” dengan cara lain harus pintar2 memilah, moment tahun baru mau diapakan agar bermanfaat bagi diri tanpa terjebak dalam keriangan yang berlebihan.

Saya bersyukur atas apapun kebaikan dan kemudahan yang saya alami di 2011,  berharap apa2 yang belum teraih dan tercapai mampu saya kejar di tahun 2012.

Saya berserah kepada Allah di tahun 2011 diberi beberapa cobaan hingga akhirnya Bapak saya dipanggil oleh Allah SWT, dan berharap tahun 2012 kami keluarga yang masih hidup diberi kesehatan dan diberi kebesaran hati untuk melanjutkan hidup dengan baik.

Saya hanya berharap tahun ini dan seterusnya hidup akan semakin baik, lancar, rezeki mudah, bertemu jodoh dan menjadi orang yang jauh lebih baik. Bisa menjaga ibu dengan baik dan jadi anak sholehah bagi bapak saya yang telah tiada.

Selamat Tahun baru 2012, semoga kebaikan dan kebahagiaan milik kita semua di tahun ini. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s