Oh Ibu …

Saya tidak pernah merayakan Hari Ibu secara special, bagi saya sehari-hari ibu selalu menjadi sosok special. Rasanya akan seperti itu pula orang lain kepada ibunya.

Ibu saya sudah sepekan ini ditinggal oleh suami untuk selamanya. Bapak saya sudah berpulang ke sisi Allah SWT pekan lalu.

Saya mendampingi ibu saya beberapa waktu ke belakang ini kala ibu menemani bapak saya sakit. Saya menyaksikannya setia merawat dan menjaga suaminya kala di rumah pun kala di rumah sakit.

Satu waktu mungkin pernah terlintas dibenaknya betapa saya begitu menjaga baik bapak saya, hampir apapun yang almarhum minta saya penuhi. Saya tekun menemani Bapak saya berobat. Mungkin pernah terlintas dalam benaknya saya mengistimewakan bapak, namun sungguh bagi saya keduanya sama.

Saya mencurahkan sebagian besar pikiran saya merawat bapak. Sepanjang merawat saya seringkali berpikir waktu yang tersisa bagi saya tidak banyak, saya takut menyesal, saya takut tidak cukup berupaya. Itulah mengapa saya tampak menspesialkan bapak selama beberapa tahun almarhum hidup.

Namun sesungguhnya, dibalik sikap itu saya mengkhawatirkan ibu sama besar. Saya tidak mengeluh dan membiarkan saya kurang tidur, kehilangan waktu istirahat, pulang cepat dan mengurangi waktu bermain, banyak mengambil alih menjaga bapak saya selain karena saya ingin, semua juga agar ibu saya terbagi tugasnya dan bisa menjaga kesehatannya.

Saya sempat khawatir ibu sakit ketika menjaga bapak. Satu waktu di rumah sakit pinggangnya seperti terkilir hingga ia kesakitan karena menemani bapak ke kamar mandi. Saya juga menyaksikan ibu kurang tidur di minggu-minggu terakhir. Ibu juga harus menghadapi perangai bapak yang sempat berubah tidak sabar dan pemarah selama beberapa hari.

Saya ada disana, disamping mereka. Berharap bisa mengcover sebagian hal. Namun kadang tak semuanya mampu saya kendalikan. Saya menyaksikan ketika air mata ibu saya mengucur deras ketika kebingungan menghadapi bapak marah2 di rumah sakit ketika saya sedang mengurus administrasi. Saya langsung meminta ibu saya mundur sejenak dan membiarkan saya bicara dengan almarhum.

Di rumah, ibu saya hanya memiliki sedikit waktu istirahat. Saya masih ingat ketika akhirnya ibu saya ada waktu luang untuk makan bapak saya menyuruh tanpa rasa sabar. Ibu segera berdiri meninggalkan makanannya dan melayani suaminya. Kala itu saya sedih melihatnya lelah namun dalam hati berharap ibu saya sabar melayani bapak dan saya pun menahan diri berkomentar.

Pagi itu juga saat pamit pergi mengajar saya duduk disamping bapak. Memintanya untuk lebih sabar dan tenang kala meminta sesuatu ke ibu. Saya liat bapak saya mengangguk pelan. Saya mengerti jelas perasaan bapak saya. Sesungguhnya ia pun tak berharap merepotkan.

Saya merasa beberapa bulan ini ibu saya bingung, bingung dengan sakit suaminya. Sekali saya liat ia nampak semangat merawat, sekali saya liat ia nampak bingung dan lelah. Hanya dengan berada disisi dirinya lah saya dan kakak2 saya secara tak langsung ikut menjaga ibu.

Kini ibu saya tak bersuami, namun kami anak2nya akan selalu ada hingga kapanpun. Berharap bisa menjaga dan memuliakannya selama hidup di dunia. Orang tua saya sekarang hanya tersisa ibu. Sama seperti halnya bapak, ibu sama teristimewa.

Ibu, Semoga Allah memanjangkan umur dan memberikan nikmat sehat kepadamu. Hiduplah dengan tenang dan berusahalah berbahagia seperti biasa. Hidup jelas tidak akan pernah sama lagi tanpa hadirnya bapak, tapi hiduplah seperti sedia kala. Ibu tidak akan sendirian, kami akan selalu ada menemani, manjaga, merawat dan mendampingi seumur hidup.

Berpeganglah terus kepada Allah SWT, dan genggamlah tangan kami jika ibu takut dan merasa sendiri. Semoga semua tenaga, fikiran dan doa selama mendampingi bapak hidup dan kala sakit menjadi amal ibadahmu dan sebagai bekalmu nanti menuju surga. Amin…amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s