Teman Adalah Bunga

Dua bulan ini boleh dibilang saya dan keluarga diberi musibah sakitnya bapak saya. Kali pertama beliau masuk rumah sakit Oktober lalu didiagnosa terkena serangan jantung medium. Menginap di ICU selama 2 hari dan di ruang rawat inap selama 7 hari.

Kemudian bapak saya sehat dan beraktifitas wajar di rumah dan rajin kontrol di dokter diantar oleh saya. Hingga akhirnya beliau masuk kembali ke rumah sakit minggu keempat November dengan keluhan dada sakit, perut perih dan pinggang sakit. Jantung bapak memang agak bengkak, lambungnya bermasalah, dan ditambah dengan kondisi ginjal yang kurang baik. Hingga cuci darah.

Bapak pulang dalam keadaan belum sehat, tapi di rumah emosinya jauh lebih tenang. Saya merawatnya selama sakit sementara saya berusaha menjalani hidup saya seperti bekerja dan bersosialisasi dengan teman secara wajar.

Minggu terakhir sebelum bapak meninggal bahkan 2 saudara dekat saya dirawat di rumah sakit. Saya bergantian menjaganya di RS sementara malam begadang di rumah menjaga bapak.

Kondisi psikologis saya dalam kondisi baik, emosi saya cenderung stabil. Walau memang saya sedikit merasakan mirip bagai zombie yang kurang tidur, badan sesungguhnya letih dan lelah namun secara keseluruhan kondisi saya baik. Tubuh saya masih mampu menanggung sedemikian banyak energi yang terkuras dari tubuh. Pikiran saya pun tenang menghadapinya satu per satu.

Saya berpikir saat ini, selain saya memang menyerahkan semuanya kepada Allah yang Maha Penolong dan Penentu segala hal dalam hidup, saya juga sering menggoreskan isi pikiran saya dalam tulisan-tulisan, juga saya punya keluarga yang solid, lepas dari itu semua saya punya teman baik yang tidak sedikit.

Teman2 saya selalu berada di sekeliling saya, baik menguatkan dan membuat saya merasa tidak sendiri hingga saya tegar, teman2 saya menceriakan hidup dengan membuat hari-hari kebelakang tampak normal dan wajar.

Saya punya banyak teman bicara, teman bermain dan teman makan. Teman memberi ruang saya untuk berbagi, mengosongkan sampah2 pikiran dan perasaan sehingga saya secara pribadi selanjutnya bisa merapihkan pikiran2 saya hingga cukup jernih dan rapih untuk menghadapi banyak hal.

Teman2 begitu banyak mendoakan, menanam keyakinan pastilah Allah turut mendengarkan doa2 mereka. Teman2 begitu banyak mendukung mengobarkan semangat sehingga saya tak pernah patah arang.

Teman adalah Bunga, salah satu sumber energi dalam kehidupan. Ketenangan dan ketegaran ini adalah hasil buah karya saya dan mereka. Mereka ada dan setia, sungguh Allah sesungguhnya Dzat Yang Maha Baik telah mengirimkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s