Belahan Jiwa

soulmate

Rasa sayang tak selamanya selalu diwujudkan dengan kebersamaan sejati

seseorang mengatakan pada saya kalimat diatas beberapa waktu yang sudah lalu. kebersamaan sejati itu apa?

Kebersamaan sejati mungkin saling menyentuh tubuh, mendapati dirinya tidur disisi kita saat kita bangun pagi. Bercengkarama ketika diluar turun hujan, menemaninya menonton televisi sementara saya  melahap setiap halaman buku yang sedang saya baca? mendapatinya menggenggam tangan kala saya menyebrang atau menyadarkan kepala dibahunya yang kuat saat saya merasa lelah. memeluk saat salah satu merasa resah.

Mungkin kebersamaan sejati itu tidak akan terjadi diantara saya dan dia. Tidak akan ada duduk bersama di suatu sore menertawakan tayangan lucu di televisi. Tak akan pernah melihat punggungnya disuatu malam datang menjemput saya untuk pulang ke rumah. Apalagi duduk bersama dan bertanya apakah ia sudah lapar dan hari ini sedang ingin makan apa.

Kebersamaan semacam itu tidak akan pernah ada. Ia memastikan dan saya mengamini. Tetapi mengapa justru didekatnya hati ini merasa lengkap?

Saya adalah bayangan. Kala matahari terbit, tepat diatas hingga tergelincir bayangan selalu ada disisinya. Selama itu pula ia tersenyum pada yang lain, berjabat tangan dengan orang lain dan tertawa dengan orang lain. Tidak pernah dengan bayangan. Tidak dengan saya.

Malam datang dan bayangan pun menghilang seiring gelap datang. Sesekali saya menjelma menjadi tetesan air hujan yang untuknya pembunuh sepinya malam dan kesendirian. tetes air bersuara menemaninya yang tak kunjung terlelap atau terbangun oleh mimpi buruknya bertahun-tahun. pagipun datang, dan dia tersenyum mengucap selamat pagi. Bukan pada tetesan air hujan. Bukan pada saya.

Tidak cukupkah? berkali-kali menghempas saya menjauh dan lalu kembali datang saat dia mau. saat dia ingin dan saat dia berani. saya tidak pernah kemana – mana. hanya disini berdiri di dalam gelap dengan perasaan yang tidak pernah berubah. Mengolah dan mereduksi rasa hingga bisa menyajikan segalanya dalam kewajaran.

Dari hari ke hari, bahkan hingga sekarang..rasanya cuma kamu yang mampu membahagiakan

Katanya beberapa waktu lalu. Namun kenapa begitu sering menghempas seperti ini berulang – ulang. Tak sadarkah, bahkan kebersamaan tidak sejati pun tak pernah ada. Berubah – ubah mengikuti pikiran dan suasana hatinya yang mudah berganti. Lengkap dengan mulut rapatnya.

Tak cukupkah?  Mengapa membuat ini jadi terasa lebih menyedihkan?

*bangun tidur siang, meracau gak jelas di blog. tapi sudah berapa kali ini kala bangun tidur seluruh pergelangan terasa lemas. Hidup sedang tidak baik, dan saat ini terasa benar2 sendirian. Tidak mungkin dia adalah belahan jiwa. jika iya, siap2 hidup merana karena selamanya ia tidak akan pernah ada dalam kebersamaan apapun. sejati mau tidak sejati*

 

 

5 thoughts on “Belahan Jiwa

  1. pernahkah kau merasa jarak antara kita
    kini semakin terasa setelah kau kenal dia
    aku tiada percaya teganya kau putuskan
    indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri
    kau pergi tinggalkanku
    tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
    engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
    oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
    aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
    memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya
    aku pergi untuk dia
    tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
    engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
    oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
    aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
    (walau tak bersama dia!!!!!!!!)
    oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
    aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia…

    diatas adalah lyrick salah satu dari lagu yg selalu ada di playlist gw selama seminggu ini…yg kebeneran juga diputer saat “mantan calon mertua” datang ke rumah buat minta doa restu…heuheuheu…*lap air mata, ingus & iler*…..curcol jg neeh gw…

    • maneh kunaon numpang galau di blog gue? sono gih bikin blog sendiri.. coba muter eta lagu ah.. *jalan lenggak lenggok di pelaminan, minta peluk untuk yang terakhir kalinya…* hoho jleeeeb

    • judika – aku yang tersakiti. lirikna mah menohok tapi gue gak bisa menghayati galaunya karena nadanya kurang mendayu dan menohok. kurang galau.. coba cari lagu lain yg lebih sedih ya…

      *pake lipstik, naik berdiri di tempat tidur* nyanyi :

      “entah dimanaaa dirimu berada..hampa terasa hidupku tanpa dirimu. apa disana kau rindukan aku….”

  2. *suasana pelaminan*
    juwie: selamet yaaa..*jabat tangan*
    sso: hayang nyabak buat terakhir kali. gw doain semoga loe cepet nyusul gw *pegang tangan & pundak gw*
    juwie: tks..*seuri koneng…leleeeeeus pisan* jleb..jleb…

    satu lagi neeh lagu galau gw.(masuk 7 top galaw)…ku kecewa by cherryl…cekidot!!!

    Begitu berat ku pendam rasa…Saat ku rasakan jatuh cinta
    Pada hati yang salah
    Harusnya ku ketahui semua
    Bahwa kini kau telah berdua
    Kau tak pernah cerita
    Bagaimana harusnya
    Ku menyingkirkan rasa
    Dan aku kecewa
    Aku marah, aku benci, aku muak
    Tak dapat melampiaskan kekesalan di hatiku
    Ini semua karenamu……………
    Namun aku hanya bisa menangis perih sendiri
    Tapi jujur ku katakan aku kecewa
    Bagaimana harusnya
    Ku menyingkirkan rasa
    Dan aku kecewa

    Ooh ku kecewa ooh ku kecewa

  3. klo buat gw lagu aku yg tersakiti & setengah mati merindu by judika ntu SESUATU bgt…karena jd back soundnya pertemuan keluarga sang mantan ma keluarga gw 3 minggu yang lalu….jleb lah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s