Curhat

curhat sampe teler

Adakalanya seseorang butuh curhat sekedar meringankan apa2 yang ada di dalam hati dan pikirannya. Foto disebelah ini bukan seorang cewe yang lagi mabok atau nangis, ini foto saya memegang gelas bekas lemon tea panas. Teler setelah curhat selama 6 jam depan seorang teman *_*

Curhat sebenernya kependekan dari “curahan hati”. entah siapa yang memulai istilah itu yang jelas sejakmula mengerti apa itu berkisah dan bercerita yang berbau isi hati dan berbagi dengan orang lain, saya tau itu disebut curhat.

Saya sering menerima curhatan orang2 sekeliling saya, baik sengaja maupun tidak sengaja curhat. Ada yang ceritanya ringan, ada yang pelik bahkan ada yang butuh bantuan saya untuk menguliknya lebih dalam agar yang curhat sama saya sama2 berakhir lega. Saya pun sering curhat ke orang lain, setidaknya ada beberapa orang yang menjadi langganan tempat saya curhat.

Kebiasaan diatas membuat saya tau bahwa tidak semua orang pintar mendengarkan orang curhat, bahkan belum tentu semua orang suka dicurhatin. kebalikannya pun terjadi, tidak semua orang pintar mengemukakan isi hati. Entah itu karena sifat tertutup, merasa tidak percaya atau terlalu pelik hingga bingung diucapkan.

saya “mengidap” semuanya. saya bisa jadi pendengar curhat yang “piawai” mendengarkan orang lain curhat hingga mereka merasa leluasa dan nyaman. Kebalikannya pun kadang terjadi untuk orang yang lainnya saya justru tidak menikmati dicurhatin. Sama seperti jika sayalah orang yang curhat. Bisa jadi dengan orang yang satu saya  mampu bercerita hingga 90% isi hati dan pikiran saya, namun bisa jadi ke orang yang lain saya hanya mampu bercerita 25% saja.

intinya curhat dan orang yang dicurhatin haruslah sama2 cocok. hanya satu pihak saja yang leluasa rasanya curhat tidak akan maksimal.

Kemarin saya bertatap muka dengan satu orang teman berinisil M, dia teman lama. kami berdua duduk di suatu tempat makan hingga 6 jam dari siang hingga berubah malam. Rasanya hanya ingin mengutarakan apa2 yang memang tidak berhasil saya utarakan ke orang lain hingga menyebabkan banyak masalah. Kami berbicara banyak, walau saya tidak mengutarakannya 100%, namun rasanya pikiran2 yang menghimpit saya beberapa hari ini cukup teruraikan.

Curhat bisa jadi bermanfaat karena seseorang seakan mengurai dan berbagi beban hati selama ia curhat, orang yang mendengarkan curhat bisa jadi memberikan feed back yang mencerahkan. Tergantung apa yang dibutuhkan. Bisa jadi cukup mendengar dan menertawakannya bersama juga sudah menjadi hiburan tersendiri. Karena seringkali toh orang yang curhat itu sendiri yang tau solusi dari masalahnya.

Tapi curhat pun harus diperhitungkan resikonya. Curhat bisa menggiring kita mengutarakan aib diri kita sendiri, atau menceritakan kondisi pribadi orang lain yang berkaitan dengan problema tersebut. selalu akan ada resiko dari menceritakan sesuatu ke orang lain. Maka dari itulah pencurhat dan yang mendengarkan curhat harus orang yang kita percayai.

Beberapa hari ini saya memang dihimpit oleh beberapa perasaan yang pelik. Ada kaitannya dengan keluarga, ada yang kaitannya dengan pekerjaan, ada yang kaitannya dengan pertemanan juga tidak tertinggal tentu saja peliknya urusan percintaan.

Perasaan2 itu sepertinya terurai kemarin curhat sampe 6 jam walau tetap tidak semua bisa saya utarakan dengan baik. Kembali saya memilih untuk tidak bicara jauh melewati batas berbagi yang resikonya tidak bisa saya tanggung di masa depan. tetapi saya lega, dan memandang satu dua masalah menjadi lebih ringan.

Curhat 6 jam disuatu tempat makan, jangan aneh ketika saya pulang dengan perut kembung dan begah. bagaimana tidak, selama 6 jam duduk disana tidak hanya satu dan dua makanan atau minuman yang disantap selama ngobrol. Percaya tidak percaya, saya makan Nasi ayam gepuk lengkap dengan tempe tahu, sambal dan lalapan. Ditemani segelas teh panas dan sebotol air mineral.

Selepas makan saya kembali memesan rujak buah2an lengkap dengan sambel uleknya, masih dari tempat makan yang sama. meja untuk beberapa saat kosong, saya pun memesan seiris cheese cake dengan taburan keju diatasnya. Hari menjelang sore, rasa ingin mengunyah kembali datang. Lalu diputuskanlah untuk memesan burger besar dengan double cheese double beef. Ditutup dengan Hot Spicy Mushroom yang terdiri dari jamur merang, jamur kancing, hingga jamur shitake yg rasanya mirip jengkol🙂

ini efek buruk lain dari curhat, yaitu makan terlalu banyak.

cheese cake

burger double cheese double beef

tiramisu punya si M

sup jamur asam pedas

thx God makanan yang lain gak ke foto karena datang ke meja saat batre HP habis.
thx ya M,udah dengerin curhat kemaren….

5 thoughts on “Curhat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s