Udara Bersih Hak Siapa?

angkot Bogor

Jangan berfikir saya akan membahas mengenai polusi kemana – mana seperti asap2 pabrik, kendaraan bermotor, dan lain – lain. Kali ini saya hanya ingin membahas asap rokok.

Sebagai pengguna angkutan umum terutama di wilayah Kota Bogor, asap rokok rasanya sudah menjadi bagian dari sarana transportasi umum sehari – hari. Apa yang saya sampaikan ini bukan disimpulkan dari sekali dua kali mengalami, toh hampir setiap hari saya menggunakan jasa transportasi umum dan selama itu pula saya memperhatikan.

Sungguh ironi ketika kita naik ke sebuah angkutan umum yang dipintunya tertempel stiker kawasan bebas asap rokok dan tercantum pula disana peraturan dan sanksinya namun kita malah seperti masuk kotak berjalan yang dipenuhi asap. Seringkali ada penumpang laki – laki yang tidak cukup pengertian yang menumpang dan menyalakan rokoknya.Kadang tidak hanya satu, ada dua dengan penumpang yang duduk di samping supir. Lebih stresnya lagi pengemudinya juga merokok.

Rata – rata yang merokok suka duduk di dekat pintu mungkin berharap asapnya tidak tersekap didalam walaupun begitu tetap saja aromanya terhirup oleh penumpang lain. Seringkali saya jengkel dibuatnya ketika menatap perokok tersebut mengepul-ngepulkan asap rokoknya dengan wajah datar tak merasa bersalah atau jengah melihat beberapa penumpang lain terutama wanita yang duduk mulai gelisah, membuka jendela atau bahkan menutup hidung. Terkadang dalam hati saya bertanya kira – kira apa yang sedang pria itu pikirkan saat itu?

Kejadian merokok tadi tidak hanya mengganggu penumpang lain yang bukan perokok, seringkali juga pria-pria tadi tetap merokok bahkan ketika kursi disampingnya duduk seorang ibu yang memangku anak usia dibawah lima tahun. Sedih ya lihatnya, sedih dengan udara kotor yang terhirup oleh anak kecil tadi dan terlebih sedih dengan tidak adanya kesadaran dari pria – pria perokok tadi yang seakan jika ia menunda saja untuk tidak merokok selama 15 menit yakni selama perjalanan ia akan mati sekarat.

Seiring rasa jengkel tadi saya sering lama memandangi stiker yang dipasang olah pemerintah setempat bahwa sarana transportasi umum adalah kategori kawasan bebas rokok. Saya jadi terpikir siapa dulu yang menempelkannya, sesungguhnya buat apa dan siapa yang seharusnya mengawasi sehingga peringatan yang tertulis di stiker tersebut dipatuhi? Seharusnya dari secarik stiker itu ada secercah harap, namun yang ada hanyalah asap.

Beberapa hari kemarin saya membaca sebuah tabloid lokal Kota Bogor. Di halaman mukanya terpampang gambar bumi yang menggunakan masker, tertulis dibawahnya sebagai judul : Bebas Polusi adalah Hak asasi manusia”. Di dalamnya saya temukan komentar salah satu pegawai instansi pemerintah yang mengatakan bahwasanya asap rokok merupakan salah satu sumber polusi. Walau diceritakan sudah banyak pengguna angkutan umum yang terkena sanksi akibat merokok di tempat umum, namun kenapa masih banyak pelakunya? kurang sosialisasi kah? kurang pengawasan kah atau kurang publikasi pihak2 yang tertangkap dan terkena denda tadi sebagai peringatan.

Ada komentar seorang teman yang katanya ia memiliki kebiasaan saat akan menaiki sebuah angkutan umum ia melihat dulu ada yang merokok apa tidak. Kalo ada maka ia akan mencari angkutan umum lain. Saya pun pernah satu waktu akhirnya merasa jengkel liat supir merokok dan mengepul-ngepulkan asapnya di dalam angkot. saya dengan santai bilang gini : “duh pak, jangan merokok dong” dan dengan tengilnya dia menjawab : “wah ini bukan mobil pribadi teh… ” sedetik kemudian saya membalas lagi : “ya udah kalo gitu berhenti aja di depan pak, saya ganti angkot”

hehe jangan lakuin hal semacam ini kalo angkot-angkot di kota kamu sedikit dan jarang. kenapa saya dan teman saya tadi bisa memilih? karena angkot di Kota Bogor banyak sekali🙂

Balik lagi ke urusan asap rokok. Saya gak ingin dan gak bermaksud menghalangi kebutuhan pihak lain untuk merokok. Namun jika sudah berada di area publik seperti itu maka sungguh wajar jika kepentingan perokok dan non perokok menjadi bersinggungan. Sayangnya peraturan sudah ada namun sungguh menyedihkan saat pelaksanaanya jendol.

Seringkali kepentingan non perokok mejadi kalah, seringkali justru yang merasa terganggu asap rokok yang terasa jadi orang aneh saking begitu lumrahnya orang merokok. Terkadang muncul jawaban yang sadis “pake mobil sendiri aja” , “ini mah bukan di rumah”. lantas udara bersih itu hak siapa? tidak mungkin jika untuk bisa memperoleh udara bersih masyarakat pengguna transportasi umum harus beli kendaraan sendiri biar nyaman. Apa artinya orang yang berhak mendapat udara bersih adalah yang mempunyai uang? mengeluarkan uang untuk kenyamanan.

Sulitkah menerapkan peraturan angkutan umum bebas rokok? untuk apa ada peraturan jika prakteknya jauh dari harapan? Memang akan sangat berat menerapkan mentah – mentah tanpa diiringi dengan peningkatkan kesadaran setiap perokok akan bahaya rokok itu sendiri. sehingga mereka bisa tau dan sekalipun tidak mampu berhenti setidaknya mereka bisa menjaga asapnya agar tidak mengganggu orang lain.

Terpikirkan untuk membagi angkot2 di Kota Bogor menjadi dua jenis? jika di kereta api ada gerbong khusus wanita dan anak2. Bagaimana jika 50% angkutan umum disahkan dan dilabeli sebagai angkutan umum bebas rokok. Dan 50% lainnya biarkan sebagai ruang bagi perokok. Biar penumpang yang menentukan, mana yang lebih mereka sukai.

ah, ini hanya racauan saya aja yang sudah gerah rasanya dengan asap2 rokok yang dikepulkan oleh perokok-perokok bermimik datar tadi. Semoga saja suatu hari nanti, udara bersih dan kenyamanan di angkutan umum bisa kita nikmati barsama. Tanpa harus menjadi seseorang yang banyak uang dulu untuk membelinya. cukup dengan adanya pengaturan yang diiringi kesadaran pengguna angkutan umum yang membaik dari hari ke hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s