Simalakama Sang Penjambret

Sore hari tadi, beberapa jam sebelum saya siaran di RKTI saya mengajak keponakan saya yang berusia 4 bulan jalan-jalan sore. Enak sekali bisa berbincang dengan tetangga di sore hari. dekat, hanya beberapa meter dari rumah. Hal yang rasanya sudah lama tidak saya lakukan. Bersantai di sore hari.

Di saat yang sama terdengar suara-suara orang lalu lalang yang ribut mengatakan ada maling yang tertangkap dan sedang dikerumuni oleh warga di sebuah pos kesehatan manula kampung saya. Saya tidak terlalu tertarik untuk melihat, rasanya malas dan berat hati karena saya bayangkan pastinya maling itu dipukuli.

Susah-susah gampang berhadapan dengan orang2 semacam maling dan jambret ini. Jika kita tidak beri pelajaran mereka sama sekali gak jera. Padahal bisa jadi jika kita jadi korbannya mereka sama sekali tidak memiliki belas kasihan. harta berharga kita diambilnya, dan bukan tidak mungkin kita pun dilukainya. Tapi jika mereka yang tertangkap kok ya hati kecil ini gk kuasa liat mereka dipukuli.

Sore tadi menurut tetangga saya yang lain ada seorang wanita akan bertamu ke sebuah rumah di kawasan itu. Rumah yang akan dikunjungi kebetulan ada rumah kerabat saya. jalan kecil dengan tembok tinggi yang sering sepi di sore hari itu dimanfaatkan oleh seorang laki-laki yang berniat menjambret. Diambilnya tas si ibu yang akan bertamu sambil berlari ke arah jalan raya. Ibu tadipun berteriak “jambreet..jambreeet”. Beruntung bagi si ibu dan sial bagi si penjambret tadi ternyata ada laki2 yg juga warga kami memergoki kejadian itu. maka tertangkaplah si penjambret.

Saya sibuk bertanya : “eh babak belur gak? dipukulin gak?”

Sedang ibu2 tetangga dan juga ibu saya berisik selalu bilang ke setiap warga laki2 yang lewat dan menuju ke tempat dimana jambret itu diamankan agar tidak ikut memukul, tidak boleh main kasar,dll. Ya wajar saja jika kami wanita gak tegaan apabila ada orang dipukuli.

Saya pun melihat sebentar ke pos yang sudah dikerumuni banyak anak dan warga sekitar itu. malingnya duduk dengan melipat lutut, dipojokan. Katanya sih udah sempat dipukuli, tapi sedikit karena tetangga saya yang polisi langsung ikut mendampingi.

Jalanan bertembok itu emang beberapa kali menjadi tempat warga di jambret. tetangga saya yang pernah mengalami hingga di dorong ke got sore tadi pun ikut mengidentifikasi apakah pelaku merupakan orang yang sama. Namun katanya beda orang.

Hasil interogasi bilang kalo dia adalah warga daerah X, punya anak 1 dan istri. rumah ngontrak dan sedang kepepet bayar kontrakan. ah gimana nanti perasaan anak istrimu jambret kalo tau ayah dan suami mereka keluar rumah untuk menjambret?

Jika kita memikirkan dampak kerugian dari kejahatan mereka pada korban rasanya kita ingin marah sejadi-jadinya.Apalagi jika korbannya kita atau keluarga dan teman kita. Tapi jika memikirkan jauuh ke suatu alasan mengapa penjahat-penjahat ini mengambil langkah haram rasanya kita ingin mengurut dada saja. Mungkin sebegitu sulitkah hidupnya,sedang akal dan pikiran sehat tidak mampu mengimbanginya.akhirnya berpikir pendek.

Ibu yang dijambret tadi mungkin syok, namun ia masih cukup baik telah memberikan sedikit uang kepada di penjambret sambil mengomel. Si penjambret tampak takut karena orang begitu banyak berkerumun.

Ini yang perlu kita ingat selalu, bahwa apa yang dilakukan oleh si penjambret adalah suatu kejahatan dan salah. Bukan sesuatu yang patut kita tiru sebagaimana sulit pun kehidupan kita.

Semoga Allah menjaga kehidupan kita agak senantiasa jauh dari kejahatan2 orang lain dan menjaga kualitas kehidupan kita agar selamanya tidak berada di posisi seperti para penjahat tadi.

sungguh simalakama, jika dibiarkan mereka merajalela dan tega sama kita, jika tertangkap rasanya kasian jika sampai dipukuli.ah harusnya kalian jangan menjambret. bikin susah aja.

3 thoughts on “Simalakama Sang Penjambret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s