How Could An Angel Break My Heart

I heard he sang a lullaby
I heard he sang it from his heart
When I found out thought I would die
Because that lullaby was mine

I heard he sealed it with a kiss
He gently kissed her cherry lips
I found that so hard to believe
Because his kiss belonged to me
mmm..mm

I heard her face was white as rain
Soft as a rose that blooms in May
He keeps her picture in a frame
And when he sleeps he calls her name…

I wonder if she makes him smile
The way he used to smile at me
I hope she doesn’t make him laugh
Because his laugh belongs to me

How could an angel break my heart
Why didn’t he catch my falling star
I wish I didn’t wish so hard
Maybe I wish our love apart

How could an angel break my heart…..

Continue reading

Lelaki Pantai Emas – 7

pantai emas

Aku memeluk sesuatu yang terasa lembut. Mata belum juga terjaga aku memeluknya lebih kuat lagi.  Semuanya yang tersentuh tubuhku terasa nyaman, enak sekali dan menentramjan. Aku memejamkan kembali mataku dan membenamkan tubuhku dalam balutan hangat.

Rasanya banyak waktu yang kulewatkan, mungkin aku tidur terlalu lama. Sudah lama tak kudapati tidur senyenyak ini. Aku terpejam.

Aku berusaha mengingat apa yang telah kulewatkan saat ini. Mengapa rasanya seperti ada sesuatu yang aku lewatkan. Dimana seharusnya aku berada dan aku lakukan jika aku tidak tidur senikmat sore ini.

Sore. Aku merasa ada yang salah dengan mengucapkan kata sore. Jika ini sore lalu mengapa aku ada disini? Seharusnya aku ada di pantai. Bulatan emas dilangit itu tidak boleh tergelincir di ujung langit tanpa aku disana menyaksikannya. Aku memang seharusnya disana. Menikmati pantai emasku. Ah buaian peraduan ini telah mengganggu hariku.

Aku harus bangun. Ya bangun, nyamannya pantai lebih menjanjikan dari tempat tidurku. Siapa yang mengizinkan aku tidur hingga aku terancam melewatkan pantai soreku?. Ku bergegas beranjak dan mengganti pakaianku. Sebuah t-shirt warna hijau lembut membalut tubuhku yang masih lemas. Ku rapikan rambutku dengan sela – sela jari. Untuk apa aku tampil sempurna toh pantai hanya ujung jalan rumahku.

Continue reading

New Twitter – Finally :)

new twitter

eh, akhirnya bisa nyobain juga itu tampilan baru twitter yang belakangan rame diomongin temen – temen yang duluan nyoba. Hm.. kenapa ya kalo emang mau ganti tampilan pengguna gak merasakan bersamaan dalam satu waktu. Jadi agak penasaran juga denger temen2 tampilannya udah ganti tapi saya belum :). hmm sebenernya sih gak ngaruh juga ya, saya kan lebih seneng pake seesmic kalo buka twitter di kompi. Tapi kan gak enak amat dianggap “belakangan” 🙂 (berasa penting banget jadinya ini urusan :p )

Di Twitter, satu per satu temen nulis tentang perasaan mereka setelah nyoba new twitter, bahkan temen yang jelas – jelas gak biasa akses twitter via twitter.com sekalipun report komentarnya. Jadi makin penasaran kan, sampe bela2in sesekali buka twitter.com. Namun beberapa kali ngintip kok gak ada tanda2 yang beda.

Temen bilang, masa sih gk ada? dia suruh saya liat di bar warna biru di atasnya. Katanya disitu ada tinggal klik aje. Yah beneran gak ada sampe mikir mungkin aja saya yang gaptek.

Continue reading

Lelaki Pantai Emas – 6

pantai emas

Angin menggangguku melalui tirai jendela kamar yang ia kibaskan. Matahari sudah meninggi saat aku masih berselimut di dalam kamar nyamanku. Cahaya matahari itu menggelitik bola mataku hingga ku tak nyamann untuk kembali terpejam.

Ku melamun dalam raga yang jiwanya belum juga terkumpul selepas malam. Suasana hatiku berubah, kemana semua beban yang kemarin lalu aku rasakan? Seperti sibulimkan angin pantai sore kemarin. Hatiku masih juga sakit namun ada sedikit api keberanian untuk menghadapinya. Hatiku belum juga merasa gembira namun aku tau suatu saat aku harus mengakhirinya.

Mendadak aku ingin ke pantai, aku merasa sendirian dibalik selimutku. Hari belum juga sore, pasti bukan pantai yang kuinginkan yang nampak jika saat ini aku kesana. Tidak akan ada bola keemasan yang tergelincir, memedarkan warna emas ke laut ya warna birunya mulai hitam pekat tertangkap malam gelap. Pantai kecintaanku adalah pantai sore yang hangat. Pantai tempat ku menghabiskan seluruh lukaku yang tiada habisnya.

Aku melangkahkan kakiku masih dalam balutan baju tidurku yang lembut. Hidungku basah namun gigiku bersih setelah ku bersihkan sesaat lalu. Ku biarkan angin pagi mengoyak rambut panjangku, setidaknya pantai ini akan tetap mengenaliku yang hadir di saat yang tak seperti biasanya.

Continue reading

Lelaki Pantai Emas – 5

 

pantai emas

Ku kembali ke pantai, disuatu sore hari yang sedikit muram. Bulatan emas tak nampak seperti biasanya, langit tampak kusam dengan awan – awan yang menghalanginya. Sore ini pantai emasku tak nampak, berganti pantai keputihan dengan ombak yang bergelombang pertanda cuaca tak secerah hari2 sebelumnya.

Aku menantinya, si lelaki penyedih yang menghangatkan lelapku dengan jaket hangatnya. Aku bisa meyakinkan diriku bahwa ia kembali ke pantai ini, seperti biasanya. Bersamaku menikmati pantai keemasan.

Aku duduk di atas tumpukan pasir, memandang hamparan air yang kuyakini diatasnya begitu banyak angin berhembus. Aku membalut diriku dengan pakaian yang lebih hangat dari biasanya. Tak mungkin jika jaket yang ingin ku kembalikan akhirnya harus aku pakai kembali.

Pantai ini tampak lain dari biasanya, entah bagaimana menjelaskannya namun sungguh ku merasa aku tidak lagi sendirian. Ah pantai, taukah kamu bayang emasmu yang menjauh membuatku merindukan seseorang di ujung sana. Melambungkan angan dan lamunanku menapaki kisah yang tlah lalu. Aku hanya wanita yang datang setiap harinya untuk melamunkan luka.

Continue reading

Energi Dari Mendengarkan Curhat

Setiap dari kita yang memiliki teman, pasti pernah merasakan apa yang disebut mendengarkan curhatan seseorang. Curhat singkatan dari curahan hati dimana si penuturnya berbicara tentang apapun yang sedang dirasakan hatinya. Mengingat banyaknya curhatan bernada kesedihan, gak heran juga kalo pada akhirnya aktivitas curhat itu cenderung identik dengan berkeluh kesah dan meratapi kesulitan diri. Padahal, saat ada seseorang bercerita sesuatu yang sedang membuatnya bahagia itu juga curhat loh, gak melulu sedih.

Belakangan ada juga istilah curcol, singkatan dari Curhat colongan. Curhat kategori ini umumnya adalah curhat yang tidak direncanakan. Si penutur tidak berniat curhat, situasi saat itu pun sesungguhnya bukan situasi yang pas untuk curhat. Namun karena satu dan lain hal, dalam situasi gak pas itu pesan – pesan yang ingin seseorang bagi dari hatinya bergulir begitu saja. Seringkali curhat colongan itu terselip dalam bahasan yang sesungguhnya tidak berhubungan langsung.

Saya punya banyak teman yang tidak sedikit dari mereka yang menjadikan saya tempat berbagi. Semacam itu lah. Pasiennya tidak melulu temen deket semacam sahabat sih, bahkan yang jarang – jarang ngobrol pun sesekali saat situasinya pas maka akan mengalirlah untaian curhatan.

Continue reading

Kita Semua Pernah Ber-Monolog

Pernahkah kalian mengalami sesuatu yang hanya kalian sendiri yang membayangkannya, memikirkannya bahkan membahasnya? Hal seperti ini biasanya muncul ketika kita menghadapi suatu hal yang tidak leluasa kita bagi dengan orang lain. Jangankan untuk merasa lega, belum bercerita pun kita lebih yakin bahwa mungkin hanya diri kita sendirilah yang akan jadi orang yang paling mengerti. Disanalah kita mulai bermonolog, berbicara pada diri kita sendiri. Bersahutan saling menyimak namun sesungguhnya keduanya ada dalam satu raga dan jiwa yang sama. Si pendengar dan si pembicara.

Saya sering bermonolog, umumnya untuk sesuatu yang tidak mampu saya bicarakan dengan baik. saya pun sering bermonolog, ketika saya merasa bangga akan diri sendiri namun tidak ingin tampak menyombong dengan mengutarakannya di hadapan orang lain, diri sendiri akan ucap kata2 pujian dalam hati .

Continue reading

Air Mata PMS

saya lupa password untuk buka blog rahasia yang kelamaan dianggurin. Jadi menyampah sementara disini.

Saya lagi PMS, lagi datang bulan hari pertama. Udah lama rasanya saya tidak bermood busuk seperti saat ini, bahkan hingga menangis bercucuran. Rasanya hampir dua bulan ini saya tidak menangisi apapun.

Bayangkan saja malam ini saya harus menyelesaikan tugas yang harus saya selesaikan malam ini karena selalu ditunda – tunda lebaran kemarin. Gak ada hiburan, gak ada teman bicara, sambil lelah dan belum mandi saya duduk mengerjakan tugas ini hingga tengah malem kayak gini.

Continue reading

National Novel Writing Month – NaNoWriMo

NaNoWriMo

Malem ini saya mau cerita ah kalo saya ikutan di NaNoWriMo tahun 2010. Malam ini mungkin saya gak melanjutkan dulu posting lanjutan Lelaki Pantai Emas. Posting itu khusus saat mood jumpalitan aja.

Pagi tadi di twitter ada pertanyaan yang mungkin ada kandungan ajakan bahkan tantangan dari ambudaff ke saya dan beberapa teman apa berniat ikut berpartisipasi di kegiatan NaNoWriMo tahun ini.

Seinget saya saya pernah mengintip situsnya sebelum di ajak ambu tadi pagi. Cuma karena tidak terlalu ngerti ya saya skip aja gitu. Kemarin2 saya liat juga ambu menulis tweet tentang NaNoWriMo dan saya lebih jelas lagi setelah membaca apa itu NaNoWriMo di sumbernya langsung.

hmm, intinya sih kayaknya selama sebulan itu saya yang sepakat berpartisipasi akan di”tantang” untuk menulis sebuah novel selama sebulan dengan total kata yang ditargetkan adalah 50.000 kata.

Kerennya dimana? yah keren aja atuh kayaknya kalo kita nulis pake target kayak gini bersamaan dengan ratusan bahkan ribuan eh ratusan  ribu peserta yang mungkin ikut. Siapa aja yang berhasil mencapai target di akhir bulan, ya mereka semualah pemenangnya.

Continue reading