Mutisme Elektif

silent

Dari sebuah buku yang saya beli kemarin lusa, saya membaca istilah Mutisme Elektif.

Selective Mutism adalah gangguan berkomunikasi dimana seseorang yang dalam hal ini lebih banyak anak – anak mampu, namun memilih tidak berbicara pada situasi – situasi tertentu ataupun orang – orang tertentu

Saya pun membeli buku itu karena isinya memaparkan kisah nyata penulisnya. Bukunya sendiri tidak terlampau tebal dan berat, pemaparannya pun saya lihat mudah saya fahami.

Setelah selesai membaca buku tersebut saya mencari lebih banyak tentang apa itu Mutisme Elektif. Semua ini karena semata keingintahuan saya akan istilah psikologi ini. Saya akan bagi apa yang saya dapat dari pencarian saya, tentu saja bukan sebagai acuan resmi bagi yang membacanya mengingat bisa jadi kefahaman saya tidak sempurna. Hal mendetail dan terinci mungkin lebih baik dicari tau kepada ahlinya.

Entah mana yang lebih tepat menyebutnya Selective Mutism atau Elective Mutism, yang jelas seseorang yang menyandangnya memiliki kesulitan berbicara pada waktu – waktu tertentu atau orang – orang tertentu. Bukan gangguan komunikasi seperti gagap atau bisu, bukan pula autisme. Mutisme Elektif lebih bersifat ketidakmampuan berkomunikasi yang disebabkan situasi sosial. penyandangnya bisa jadi amat diam di sekolah namun di lingkungan lain seperti rumah ia berkomunikasi secara wajar.

Anak – anak yang mengalami Mutisme Elektif sering kali menghadapi situasi dimana orang lain salah faham akan kondisi mereka. Anak yang kesulitan atau tampak enggan berkomunikasi di sekolah terkadang di anggap anak yang phobia sosial atau bahkan dinilai sebagai ketidakmampuan menerima pelajaran.

Mutisme Elektif lebih banyak dialami anak wanita dibandingkan dengan anak laki – laki. ini beberapa ciri seseorang mungkin mengalami Mutisme Elektif :

1. Kesulitan untuk berbicara disituasi sosial tertentu, semisal sekolah.

2. Gangguan berkomunikasi ini bisa terjadi lebih dari 1 bulan (mkn kalo cuma 1 hari atau beberapa jam namanya ngambek kali ya….)

3. ekspresi wajah kosong saat gelisah

4. kurang tersenyum ketika cemas

5. merasa canggung jika gelisah

6. Kesulitan kontak mata saat berinteraksi

7. Membutuhkan waktu lebih lama dari orang lain  saat merespon pertanyaan

8. Tidak nyaman pada kondisi bising, gaduh, ramai orang

9. Over sensitif

Mengabaikan anak yang mengalami hal seperti ini bisa menciptakan perilaku yang mendarah daging dimana pada akhirnya si anak akan semakin kesulitan untuk berekspresi secara verbal. Jika tidak diobati hal ini akan mengganggu akademis si anak, kehidupan sosial dan perkembangan emosional seperti : 1) membentuk rasa cemas 2 ) penarikan diri dari lingkungan sosial 3) rasa rendah diri 4) penolakan dan menurunnya hasil akademis/prestasi baik di sekolah ataupun dunia kerja 5) obat2an 6) kriminalisme 7) bahkan bunuh diri

Seseorang yang menyandang mutisme elektif sebaiknya tidak dipaksa untuk berbicara baik verbal maupun non verbal. Fokus “penyembuhkan” pada seseorang yang mengalami ini adalah menghilangkan kecemasan, meningkatkan percaya diri terutama di lingkungan sosial. Mungkin membuat mereka nyaman tanpa berharap banyak mereka untuk berbicara justru akan menimbulkan kenyamanan tersendiri mereka untuk berkomunikasi.

Saran ketika menghadapi anak atau seseorang seperti ini adalah :

1) tetap berusaha berkomunikasi walaupun tidak mendapat respon

2) melibatkan seseorang yang mutisme elektif ke dalam interaksi bersama orang lain dalam grup kecil

3) bertanyalah dengan pertanyaan yang bervariasi

4) gunakan bahasa yang paling membuat ia nyaman

5) menerima respon non verbal lain yang ia keluarkan

6) hargai upayanya walau masih minim

hal – hal yang saya tulis diatas adalah hal yang fahami setelah membaca disini, dan disini.

Ulasan saya sendiri untuk buku It’s Me (Kisah Nyata Penyandang Mutisme Elektif) akan saya bahas di posting yang lain.

20 thoughts on “Mutisme Elektif

  1. keponakan saya sekarang juga seperti itu (mutisme) malah nambah satu lagi kakaknya…, kira2 apa ada yang salah dalam pola asuhnya ya?

    • wah saya bukan ahli yang punya kapasitas untuk menjawab mas. belum tentu juga sama. mungkin bisa dicari tau ke psikolog terdekat. hmm pola asuh mungkin sedikit banyak mempengaruhi seperti mempengaruhi kita2 juga bukan?

  2. nanya donk sista,,
    prnh bc/liat slain jdul “It’s Me” ga??
    aq lg btuh bwt refernsi buku skripsiqu yg kbetulan mneliti tentg anak Mutisme Selektif,,,,
    haturnuhun,,,

    • Saya jg nemu di buku istilahnya. Punya temen yg agak begitu. Tp melihat betapa seriusnya mutisme elektif kyknya temen saya sih enggak.

      Kudu ahli yang menilai kecenderungan gangguan psikologis sso. Dan kudu di test kayaknya ya..

  3. Saya khawatir sayalah contoh pnyandang mutism elektif pria. Tanpa ksulitan dlm komunikasi tulisan bukan brarti khidupan lisan dan sosial sya normal. Kbruntungan sya tnp sngja mnemukn novel mbk yuyun. Dan dgn sgra sya tdk lg mrsa sndrian stelah mmblinya. Bnyk kmiripan n sya ksulitan dlm mmbri diagnosis yg tepat ttg ini slma ini. Dgn cpat sy myaygi mbk yuyun sprti kkak sy sndri

    • maka buku ini sudah membuktikan manfaatnya mas, membuat semua orang yg mengalami hal serupa tidak merasa sendirian. krn ada orang lain yang sama. saya fikir tanpa bermaksud menyepelekan kondisi ini, ada baiknya tetap semangat dan ceria juga santai menghadapi apapun. mungkin secara lisan sulit, bisa diupayakan dg menulis. setidaknya ada komunikasi🙂 semangat

  4. Istilah baru bagi saya…. Mungkin di saya juga ada gejala ini….. Krn sy memang Introvert dan ciri2 yg tersebut sangat sering sy alami…..

  5. Mutisme elektif itu memang ada sejak manusia itu lahir dan seumur hidup akan terus hidup dengan penyakit itu. Memang terkadang ada saat-saat dimana penderitanya bisa berbicara dengan lancarnya, tapi itu tidak bertahan lama karena pada dasarnya mutisme elektif itu adalah bagian dari hidup si penderitanya itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s