Pak Supir, ngomongnya dijaga atuh…

supir angkot

Sore tadi sepulang dari kampus, saya menaiki angkot yang pengemudinya kurang simpatik. Saya udah kepalang stop dia sih waktu di lampu merah perempatan mc.D Lodaya. Pas mau naik saya agak – agak inget kalo supir ini agak menyebalkan. Sepertinya saya pernah naik diwaktu lalu dan gk suka ama gayanya. Ah tapi biarlah, saya fikir cuma dalam jarak dekat dan gk di jalanan besar mudah2an gk ada kejadian gk enak.

Mobil angkutan yang saya naiki ini berbelok dari jalan pajajaran ke arah jalan taman kencana dari putaran lampu merah RRI. Di jalanan yang bukan jalan besar dimana kita berbagi jalan dengan tamu hotel dan restoran, pak supir ini kesal jalannya terhambat oleh mobil mewah bernomor polisi jakarta. Ia berusaha mengambil jalur kanan namun akhirnya terhenti dan mundur karena ada kendaraan berlawanan arah. Ia pun berteriak “TOL*L!!!” dengan keras ama si pengemudi mobil tadi yang saya yakin dia sendiri tidak mendengarnya.

Duh bener kan perasaan saya, supir ini tidak menyenangkan. Saya terus perhatikan matanya dari spion yang berada di dalam. Kosong, saya kok gak melihat sesuatu disana ya selain tatapan uang dan keuntungan. Karena lebar jalan yang terbatas, angkot ini terus jalan perkalan dibalik mobil mewah tadi. Di ujung jalan mendekati taman kencana bogor ia menyalip dengan kasar dan menyebrang jalan.

Tepat di sebrang jalan jika ia ingin berhenti menaikkan penumpang sih amannya agak majuan. Namun dengan terang2an dia bilang “biar sekalian buat macet” dengan wajah dinginnya. Dia menaikkan penumpang wanita dengan belanjaan 2 bed cover dan 1 kantong plastik.Menaikkan belanjaannya pun kesusahan dan lama, saya sampe harus bantu sambil bilang si mbaknya untuk lebih cepat. Mobil dan motor terhambat melintang jalan salak karena angkot ini berhenti lama. Sebel banget deh ama supir ini karena saya tau dan mendengar bahwa ia sudah perkirakan akan menyebabkan macet, tapi ia sengajakan. sebel banget >.<

Karena desakan banyak kendaraan akhirnya ia memajukan sedikit angkotnya. Ketika saya menengok ke belakang angkot saya ternyata ada angkot lain yang menaikkan dua penumpang dewasa yang saya sempet liat urung naik angkot yang pintunya terhalang ama 2 bed cover ini. Rasain, dia sendiri yang “jahat” naikkin penumpang dengan belanjaan berat ini di tempat gk sesuai dan sengaja bikin macet.

daaan dia pun berteriak saat angkot lain itu lewat : “anjiiiiiiiiiiiiiiiiiiii*g!!” katanya… >.<

iiih ngejengkelin banget. ada beberapa anak sekolah di angkot itu. sebel banget liat wajah dinginnya. Tipikal orang kalo main sinetron jadi peran licik dan licin kayak ular😐

Rasanya pengen turun berganti angkot. Namun rumah saya sudah dekat. Lain kali saya ogah naik angkot dia lagi. Kita bisa kok pilih angkot lain yang supirnya jauh lebih baik, punya nilai2 lain selain uang dalam hidupnya.

Dan angkot ini pun ngebut dijalanan kampung yang berliku…

eh boleh ya saya balas teriak kasar ama supir angkot disini?

“kampreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet”

(duh maaf ya..maaf, punten, sorry… *log out dari blog )

 

 

7 thoughts on “Pak Supir, ngomongnya dijaga atuh…

  1. Hi4 hti2 d jln sndrian mbk. Kriminalits tlh brkmbang n brmodifikasi dgn kcepatn yg tdk dsangka2. Sgla hal mjd smkin lbh mungkin trjdi. Trutama kasus plecehan sexual yg brkmbang justru d dalm rahim media2 transportsi publik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s