Buah yang Sudah Lama Tak di Cicip

kemang

Pasca lebaran kemarin, saya di ajak oleh mamah saya untuk menemani teteh saya jalan2 kaki sambil menunggu terasa mulesnya perut di kehamilannya yang sudah sembilan bulan. Jalan – jalan itu kami pakai sekaligus untuk membayar segala rekening. Selepas itu kami bertiga berjalan kaki menuju pasar anyar. Ramai juga, mengingat ini belum habis masa libur lebaran. Kami pun sampai di pasar tempat dimana kami akan menyambangi sebuah tempat makan mie yamin.

Sepanjang jalanan pasar, saya menemukan beberapa buah yang tentunya pernah saya makan. Namun entah bagaimana mulainya kok rasanya udah lama sekali buah – buah ini tidak saya cicip.

Kemang itu katanya semacam mangga, rasanya asem2 manis gitu deh. Wiki bilang kalo kemang tumbuh alami di pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Di Pulau Jawa ada karena pembudidayaan dan banyak ditemukan di dekat2 kota Bogor.

Buahnya lonjong, warnanya kuning kecoklatan gitu deh. Saya dulu sering makan kemang. Ini karena tetangga rumah saya dulu punya pohon kemang diantara halamannya yang luas alaihim gambreng. Tidak jauh dari pagar. Sehingga jika sedang panen kami suka mencicipi. Beli pun sesekali iya.

Saya melihatnya kembali di pasar kemarin. Seingat saya dulu buah ini bisa di makan dengan di cocol ke garam setelah di iris – iris. Rasanya? hmmm merem melek. asem dan asin gitu🙂. Enak dan segar juga di jadikan es. bisa di recah dan diberi air gula dan es atau dijadikan es mambo (hmm apa ya istilah es mambo umumnya?)

Jambu Bol

Jambu bol ini dulu lagi2 tumbuh di pekarangan tetangga yang lain. pohonnya meneduhkan jalanan. Saya berteman dengan cucu si empunya rumah sedari kecil yang sekarang sahabat saya itu telah meninggal tahun lalu😦.

Buahya merah keunguan, dagingnya putih tebal dan lembut. Dulu saya sering bermain dengan bunga2nya yang seperti rambut kemerahan yang berguguran. Lagi – lagi awal tau rasa buah ini adalah karena dapat kiriman dari tetangga tentunya. Sayang sejak saya beranjak besar pohon itu di pangkas karena takut menimpa rumah saat hujan. jalanan pun jadi panas dan yang paling disayangkan adalah jadi tidak dapat mencicipi.

saya jadi sesekali membeli di pasar untuk nostalgia. Kemarin melihat di pasar dalam bentuk yang rupawan. sayang harganya irasional. sekilonya 35rb, mamah saya menaksir hanya 16rb. jadilah kami urung beli. bukan karena saya tidak ingin, namun yah repotlah beli sesuatu yg agak mahal jika sedang jalan dengan mamah. Itu karena ia terbiasa ke pasar jadi tau harga biasa tidak segitunya makanya tidak rela. ngiler deh saya..

Jambu Bol dalam bahasa sunda disebut jambu bool (jambu pantat kira, mkn karena mirip entahlah🙂 ) dan dalam bahasa inggris disebut Malay Apple

kupa

Nah yang terakhir ini adalah kupa, entah apa bahasa indonesianya. Buah ini sering saya temui di rujak – rujak. Rasanya masam – masam gitu deh. Dibanding dua buah sebelumnya, saya gk terlalu suka makan buah ini. Namun jika berurusan dengan buah – buah yang sudah kita makan dan temui sejak kecil, rasa kangen ingin mencicip kembali itu selalu ada. Saya foto buah ini di pasar kemarin pasca lebaran setealh mamah saya menipu saya yang jalan terlebih dahulu “din din.. itu anggur kualitas super” saya pun menengok ke belakang, ternyata bukan anggur tapi kupa🙂

8 thoughts on “Buah yang Sudah Lama Tak di Cicip

  1. mbak tau dimana tempat jual buah ini gak ?
    teman saya lagi hamil muda, dia ngidam buah ini, kalau mbak tau tolong kasih infonya ya !
    terimakasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s