Lelaki Pantai Emas – 3

Pantai Emas

Lamunanku pecah terganggu suara gemerisik dedaunan kering yang ku pijak. Pasir putih pantai ini menyusup dan menempel di sela – sela jariku.

Langit biru sudah berubah putih, memudar dan cahaya keemasan mulai kembali turun di barat sana.

Aku jadi suka mendatangi pantai di senja hari, bulatan emas yang tergelincir itu seakan adalah seseorang yang kini memang telah tergelincir pergi, tertelan sesuatu dari kejauhan hingga akhirnya aku tak mampu lagi melihatnya.

Lelaki itu lagi, aku mengenali punggung sedihnya. Duduk sendirian menghadap laut, sungguh tak tau bagaimana rupa pemiliknya. Sedang apa laki – laki itu disini? siapakah bulatan emas dalam hidupnya yang tergelincir? ia menoleh ke arahku, langkah kaki ini menyadarkannya. Wajahnya menyadarkanku.

Aku duduk tidak jauh dari tempatnya. Menghela nafas disisi pantai seperti ini melegakan dadaku. Kemudian menghirup udara segara yang kuyakini dikirim dari seberang lautan. Semakin banyak ku menghela nafas, semakin banyak rasa sakit yang ku buang, rongga yang ditinggalkannya pun semakin terasa kosong. sepi..

sore ini kembali ku berbagi pantai keemasan ini dengan laki – laki berpunggung sedih itu. Bosan dengan senyap aku memalingkan wajahku kemana ia sedang duduk sambil menunduk. Ku sandarkan wajahku diatas lipatan lutut yang kepeluk. Lelaki itu selalu tampak sibuk menuliskan sesuatu. Entah apa yang ia tuliskan disana, sebuah buku kecil dan pena dalam pangkuannya.

Aku terus memandanginya, ia sama sekali tak nampak terganggu. Wajahnya sesekali tampak datar sesekali sedih. Air matanya mungkin ia cucurkan melalui goresan – goresan tulisan di atas kertas. Sedih yang dalam, air mata yang berubah hitam pekat berupa bulir – bulir tinta yang bersemayam dibalik pena.

Aku terdiam sambil terus memandanginya. Angin sore mengelus pelipisku dengan lembut. Ku rasa pandanganku mulai pudar, sepudar langit yang warna – warnanya mulai menyatu dan bercampur gelap. tubuhku rasanya melemas, wajah laki – laki itu mulai hilang. Ku fikir dia tertiup angin, hingga akhirnya ku tak melihatnya lagi.

2 thoughts on “Lelaki Pantai Emas – 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s