Lelaki Pantai Emas – 2

pantai emas

Aku lelah menggenggam kayu dan menuliskan namanya di atas pasir, ujung mataku melihat warna hitam di atas laut. Air tenang itu menjadi gelap. Pantai keemasan tersihir malam.

Terduduk ku dalam diam, menghempas nafas yang tak panjang. Langkah laki – laki itu  tersinari cahaya yang tersisa setitik. Aku menoleh dan ia menyadarinya, wajahnya datar. Entah apa yang ia cari di pantai ini. Namun aku yakin ia tak mencari gelap. Langkah kaki itu meninggalkanku dalam kegelapan yang nyaris sempurna.

Aku kembali diam, anganku jauh melampaui ujung langit yang tenggelam. Desir rasa sakit itu datang bersama angin. Hey, mengapa rasanya seperti ini? Hidup menjadi amat menakutkan. Hatiku segelap alam yang sedang ku pandang.

Aku bangkit dan memalingkan diri dari laut. Berjalan lesu dengan wajah merunduk. Entah apa yang dicari dari gundukan – gundukan pasir yang tak nampak lagi butirannya itu. Malam menerkam segala bayangan. Sepi senyap pantai ini, aku berteman batang – batang pohon kelapa. Lelaki tadi hilang tak berjejak.

Tiada yang lebih menyakitkan dan penuh kesedihan selain malam bercampur gelap. Tiada yang lebih mengganggu dari angan yang sesak dan meliar tak tentu arah. Dingin malam ini membuatku merapatkan tangan dalam dada. Menjebak hangat dalam lipatan tangan. Hati yang pedih semakin perih oleh angin malam.

Dalam benakku mulai bergulir lagu – lagu berlirik sedih.ah, sedih dan malam adalah perbaduan yang paling tidak menyenangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s