Kala Bocah Berpuasa

Dilla

” ada anak bertanya pada bapaknya,buat apa berlapar – lapar puasa.

ada anak bertanya pada bapaknya, tadarus tarawih apalah gunanya..”

Lagu bimbo itu terngiang selama saya kecil. Entah apa alasannya semasa kecil dan belum mengerti banyak saya mengawali puasa karena orang sekeliling saya berpuasa. saya pun ikut2an orang dewasa. Bersahur, menahan hawa lapar dan haus dan melaksanakan ibadah – ibadah Ramadhan lainnya bersama keluarga.

Masih ada yang ingat bagaimana kala itu saat kamu belajar berpuasa? hmm jika ada sesi mengaku bagaimana dahulu ketika belajar berpuasa, saya akan banyak ditertawakan oleh orang2. Hingga sekarang, tema belajar berpuasa kerap menjadikan saya menjadi contoh yang rewel.

Dahulu saya selalu uring2-an selama berpuasa. bayangkan saya yang tomboi dan bertubuh cukup berisi. hm tidak gemuk namun cukup segar🙂. Bermain riang kian kemari saat pagi, berkeringat, berlarian, jalan – jalan, namun menjelang pukul 10 pagi sudah mulai mencari gara – gara di rumah. Merengek minta minum, minta buka tengah hari, mendorong – dorong kursi mencari perhatian karena ingin makan, dan sebagainya.

Lucu jikalau harus mengingat bagaimana saya belajar puasa dahulu. Jika 2 kakak saya menjadi anak – anak baik penurut dan sabar menahan lapar, tidak halnya dengan saya. saya masih teringat kala berdiri lama merengek minta makan dan mamah saya merayu agar menahannya hingga sore. Berdiri di memegang batang tangga bambu ketika bapak saya sedang membetulkan genting, menanti terdengar kata IYA. Sedang sang nenek sudah bersiap dengan nasi di piring mau menyodori saya makanan karena tidak tega :))

Jadi tidak aneh jika saya tidak penuh puasanya. Malah banyak bocor di tengah hari. Bahkan pernah saya disuapi menjelang pukul 5 sore karena lemas dan tidak mampu bangun sambil berurai lemas. Bagaimana tidak, setelah dari pagi bermain petak umpet, galasin, rumah2an, menjelang sore saya masih jalan2 dan menaiki pohon melinjo. maka luluh lantaklah saya sore itu🙂 intinya saya satu2nya anak mamah saya yang rewel dan rese dahulu ketika belajar berpuasa.

Namun itu dulu, sejak mulai besar dan sekolah saya mulai merasa wajib untuk berpuasa dengan semangat. Hingga sekarang, walaupun sesekali saya selalu diingatkan dengan memori2 memalukan tersebut.

Sekarang kisah itu terjadi pada sepupu – sepupu saya. saya senang mengemati bagaimana mereka belajar puasa, saya kerap tersenyum melihat anak2 SD uring2an sepulang sekolah karena berpuasa. lapar, panas dan haus. saya selalu teringat akan kisah diri sendiri.

3 dari empat sepupu saya rasanya berpuasa dengan lancar. Dilla yang menjadi model di posting ini juga sudah mulai berpuasa dari TK. dan mulai penuh puasa saat masuk SD. Ada satu lagi sepupu saya bernama Nunu. Sekarang duduk di kelas 1 SMP. Karena badannya yang imut, dahulu ketika kelas 4 SD dia masih belum terpikir untuk puasa. Bahkan ayahnya pun yang merupakan uwa saya kerap tidak tega membiarkannya lapar. Ia selalu buka puasa jam 10 pagi, puasa lagi, makan lagi saat Dzuhur, dst🙂

Kondisi ini membuat saya dan bibi saya terpikir untuk mengakali sepupu saya ini suatu kali agar mau berpuasa. Beberapa tahun lalu saya berpura – pura membuat surat perjanjian antara DKM mesjid dengan sepupu saya. Ditulis dalam surat bahwa pihak pertama yaitu sepupu saya akan berpuasa dengan bersungguh – sungguh selama sebulan hingga sore setiap harinya. Saya katakan surat perjanjian itu sungguh resmi, di tandatangani saya sebagai saksi, ditandatangani mamahnya sebagai orang tua, bahkan di tandatangani ketua DKM mesjid setempat plus cap DKM (hihi ketua DKMnya uwa saya juga).

Percaya atau tidak, dari yang jarang puasa, bulan itu ia berpuasa hingga 30 hari tamat selalu hingga sore. yaaah, walau saat pertama kalinya puasa sampai sore ia panas lemas tak bergerak di tempat tidur. air mata berurai, ama ayahnya di peluk2 dan dikipasi sampai ayahnya sendiri yang pergi ke mesjid mau mukul beduk agar anaknya tenang🙂 setelah lepas dr hari yang berat itu, ia berpuasa penuh hingga sore selama 30 hari mulai sejak saat itu hingga bertahun – tahun sekarang.

Ramadhan tahun itu saya jadi men-design sebuah piagam penghargaan dengan foto Nunu sepupu saya sebagai penghargaan baginya yang telah berpartisipasi dalam puasa Ramadhan dengan baik. Wah, si Nunu sepupu saya bangga sekali saat lebaran saya beri piagam. Piagam lengkap dengan tanda tangan ketua DKM mesjid dan saya sebagai sekretaris🙂 *duh dimana ya saya simpan arsipnya?

Puasa untuk anak – anak selalu penuh dengan kisah. Ada anak yang sulit ada anak yang mudah dan lancar belajar puasa. Zaman sekarang banyak pengalih agar anak bisa berpuasa dengan lancar, tidak seperti dahulu kita harus kreatif mencari permainan sendiri untuk menunggu sore.

Selamat  berpuasa untuk anak – anak yang baru belajar berpuasa. Saya harap kalian selalu bersemangat melewati masa – masa belajar seperti saat ini, untuk menuju keterbiasaan dan akhirnya mampu menjalani ibadah puasa dengan ikhlas yang disertai dengan keyakinan akan makna ibadah itu sendiri.

One thought on “Kala Bocah Berpuasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s