Bertemu di Bulan Ramadhan

r a m a d h a n

Lama gak ngeblog disini, tau – tau udah bulan Ramadhan aja. Temen – temen yang suka mampir ke blog ini, selamat puasa ya. Walau terasa telat saya mohon maaf lahir dan batin.

Sudah belasan hari aja neh lewat di bulan Ramadhan tahun ini. Ramadhan selalu menjadi bulan menyenangkan. Lepas dari keyakinan diri bahwa bulan ini adalah bulan penuh ampunan, Ramadhan rasanya menjadi bulan yang selalu ada di hati. Jangan – jangan ini juga dirasakan oleh umat yang puasa ataupun tidak.

Ramadhan selalu dinanti – nanti, rasanya selalu ada kenangan yang sulit dilupakan dari Ramadhan – ramadhan sebelumnya. Kenangan – kenangan itu sepertinya hadir dari kenangan Ramadhan di masa kecil. Bermain dengan kawan, menanti beduk magrib, berjalan – jalan setelah subuh, bertarawih bersama teman, semuanya tampak menyenangkan.

Ramadhan selalu mengingatkan akan kebersamaan. Pada bulan ini saya memiliki banyak ingatan tentang makan bersama setelah seharian berpuasa. Bahkan saya masih mengingat piring bermotif bunga yang dulu sering kami gunakan untuk bersahur di rumah nenek kala saya kecil. Duduk bersama di atas sehelai tikar di dapur, bersama dua kakak saya, ayah dan ibu, nenek juga mamang dan uwa yang belum menikah.

Masih terngiang alunan musik bimbo yang mengalun setiap sore di Ramadhan – ramadhan masa kecil saya. mendengarnya selalu rindu bulan suci ini, entah mengapa. Padahal sorenya masih sama berwarna jingga, malamnya sama berwarna hitam gelap. Segala hal yang pernah menjadi kenangan menjadi sepaket bingkisan yang saya rindukan dari bulan bernama Ramadhan. Seseorang mengatakannya sebagai romantisme Ramadhan. oh indahnya..

Hari – hari menjelang Ramadhan hati terasa sedikit berbuncah, rasanya riang. Dulu saat saya kecil saya pun senang luar biasa, Ramadhan menjadi bulan yang ramah. Pasalnya saat saya belia, hampir dipastikan mamah saya tidak sekalipun marah2🙂

Sekarang saya telah dewasa, namun ramadhan masa kecil selalu saya rindukan. Bermain kembang api sepulang terawih, bahkan membaca majalah gadis dipagi dinginnya subuh setelah sahur bersama teman pun menjadi kenangan indah Ramadhan. Bermain Monopoli menanti sore, menyewakan komik melupakan haus, bermain beklen, congklak, dan masih banyak lagi permainan yang kerap saya mainkan di Ramadhan masa kecil.

Ramadhan bulan penuh rahmat, penuh kebahagiaan, penuh ampunan. Bagi saya yang kini telah dewasa, bagi saya dulu ketika kanak – kanak dan mungkin juga bagi seluruh manusia di alam dunia. Maka saya akan selalu merindukan bulan ini, malam ini sekalipun. saat Ramadhan belum kemana – mana, saya sudah amat merindukannya kembali bahkan saat bulan ini belum berakhir.

Selamat menikmati ramadhan semuanya…

*foto saya pinjam dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s