Balap Karung di Hari Anak Nasional

balap karung

Masa kanak – kanak pasti jadi masa yang paling berkesan bagian sebagian besar orang. Dimasa itulah setiap anak manusia memiliki waktu dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Memang tidak setiap anak seberuntung anak yang lain. Namun bagaimana pun keadaannya, setiap dari kita memiliki kisah masing – masingnya ketika kecil dulu. Begitu pula dengan diri saya. Banyak cerita dan kisah yang akan selalu saya kenang dan mungkin selalu ingin saya bagikan sewaktu – waktu.

Hari ini tepat tanggal 23 Juli, tepat peringatan hari anak nasional. Pagi tadi  saya teringat dengan kejadian belasan tahun silam, pada tanggal yang sama.

Kala itu pada tanggal 23 Juli, entah ketika saya kelas 5 SD atau 6 SD sungguh saya lupa akan hal tersebut. Namun saya ingat, hari anak pada hari itu saya dan teman – teman seluruhnya berangkat berangkat dari sekolah menuju Kebun Raya Bogor. Pada hari itu hari anak nasional dirayakan disana. Entah apa saja acaranya,yang jelas kebun raya hari itu amat penuh oleh anak2 berseragam putih merah (sekolah dasar). Banyak perlombaan disana, banyak anak dan guru berlalu lalang. Sepertinya seluruh sekolah dasar yang berada di Kota Bogor diundang.

Saya main lari kian kemari bersama teman – teman sekelas. Sesekali dijaili temen laki – laki, sesekali memperhatikan anak – anak dari sekolah lain. Entah mau apa disana, sepertinya tidak cukup mengerti makna hari anak nasional itu sendiri🙂

Hingga tibalah guru olah raga saya Pak Edi namanya memerintahkan saya dan beberapa teman bersiap untuk ikut lomba balap karung beregu. Haduh, saya dan teman – teman saling menunjuk orang lain. Ciut sekali mengikuti lomba ditengah massa yang amat ramai seperti itu. Nyali saya yang biasanya cukup besar pun ciut dibuatnya.

Namun entah bagaimana saya akhirnya masuk juga menjadi salah satu regu pengikut lomba balap karung tersebut. Saya lupa siapa saja anggota regu saya. Namun teringat ada teman saya bernama Ita yang selalu bersiap paling akhir ketika berestafet balap karung. Ini karena dia tinggi langsing dan selalu jadi pelari tercepat dalam pelajaran olah raga.

Entah berapa kali kami diperlombakan hari itu. Hingga pada akhirnya kami memenangkan perlombaan cabang balap karung itu. hufft, gak sia-sia saya dan regu yang memang anak – anak yang gak mau diem di sekolah bisa memenangkan lomba itu. Mungkin karena lawan – lawannya anak2 gedongan yang gk terbiasa lomba seperti ini. Mungkin mereka lebih pintar di lomba melukis, baca puisi atau bernyanyi. Entahlah, yang jelas kami menang.

Beberapa hari setelahnya, saya dan beberapa teman ikut menghadiri suatu acara di Gedung Kemuning Gading. Gedung pertunjukan yang berada di belakang gedung DPRD Kota Bogor. Sepertinya hari itu adalah acara puncak perayaan Hari anak. Entah apa saja yang ditampilkan di panggung, saya hanya ingat duduk di kursi di gedung itu dan melihat orang2 lalu lalang mencari tempat duduk atau kesana kemari entah untuk apa.

Hal lain yang saya ingat ternyata di acara tersebut ada acara pembagian hadiah perlombaan sebelumnya.hohoho saya dan teman – teman saling tunjuk siapa yang akan maju ke panggung. Mati malu bisa – bisa ketika yang lain menjuarai lomba kategori yang keren – keren seperti menyanyi, melukis masa kita akan dipanggil sebagai juara lomba balap karung >.< membayangkannya pun mual🙂

Saya yang pada akhirnya terseret dalam situasi “memalukan itu”. Saya pun dirapihkan oleh guru saya. dasi saya, baju hingga topi sekolah pun dipasangkan. Bersiap akan naik ke atas panggung. Duh, menghitung waktu dalam hati seraya menguatkan mental akan naik ke panggung depan ratusan penonton.

Daaaaaaaaaaaan…

betapa leganya saya, saya dipanggil ke panggung sebagai wakil juara 1 dari lomba Olahraga Tradisional!! sungguh betapa indahnya sebutan itu. sebagian penonton yang sama – sama sekolah bahkan banyak yang gk tau cabang lomba apa itu? hahaha.

Di Panggung, saya diberi piagam, sebuah piala dan sebuah amplop putih. lupa berapa jumlahnya. namun sepertinya masing – masing dari kami mendapat 4000 rupiah. Jika dalam regu kami ada 5 orang , bisa jadi jumlah uang dalam amplop itu adalah 20.000 rupiah.

Besarkah uang sejumlah itu? hitung aja sendiri. dikala itu uang jajan saya hanya sekitar 800 rupiah. 100 untuk naik kendaraan ketika pergi sekolah, 100 untuk ongkos pulang. Uang 500 rupiah bisa saya jajanin mie ayam 300 rupah dan es 200 rupiah.Uang yang kami bagi-bagikan itu akhirnya kami pakai makan bakso yang ada di sebrang sekolah.

Kisah ketika sekolah dasar ini selalu saya ingat ketika melalui tanggal 23 juli. Selain itu saya tidak punya kisah dan ingatan khusus mengenai hari anak. hanya berterimakasih kepada orang tua saya, yang telah memberikan saya masa kanak – kanak yang normal. Diberi pendidikan, diberi ruang untuk bermain, di bebaskan dalam berteman dan tentu saja mendapat kasih sayang.

Banyak orang hadir dan melekat dalam kenangan ketika masa kanak – kanak. seluruh kenakalan, aktivitas dan nilai – nilai yang bagus dan teman – teman asik menjadi kenangan yang terindah di masa kanak – kanak

Selamat hari anak nasional bagi seluruh anak – anak Indonesia, semoga seluruh anak indonesia bahagia dan tetap ceria.. :))

Foto dipinjam dari http://www.google.co.id

2 thoughts on “Balap Karung di Hari Anak Nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s