Macet di Jalur Puncak

Hari ini saya pergi ke sebuah perkebunan di daerah Cisarua sana. Awalnya kepergian kali ini diperkirakan akan selesai pukul 1 siang. Hal ini mengingat kami memang tidak akan lama di tempat tujuan, dan merasa hari ini adalah hari biasa bukan hari libur sehingga perhitungan kami akan lancar – lancar saja.

Namun sepertinya perhitungan tersebut meleset. Diawali dengan kenyataan bahwa mobil sudah berhenti sejak masih di tol ciawi. Dipastikan kami terhalang oleh one way. Perkiraan kuatnya adalah ada penutupan jalan dari bawah ke atas sementara. dan disanalah kami bengong cukup lama. di tengah macet dan gerumutan para penjaja makanan kecil.

Ketika kembali kesempatan kami untuk melaju, kami pikir akan lancar sebagaimana ketika jalur dari atas yang di tutup. Namun tetap saja merayap – merayap dan akhirnya macet dan cet. Sungguh penasaran dimana simpul kemacetan ini sesungguhnya. Ini amat menjengkelkan seperti arus mudik lebaran aja.

Dimanakah simpul kemacetan itu berada? pasar? Taman Matahari apa Cimory? bener2 pengen tau…

Ok pasar lewat, ternyata kemacetan belum juga usai… Hadeuuuh ternyata di depan pintu masuk Taman Matahari sebegitu banyak bis. Dalam rangka apa? Hello… itu banyak sekolah udahan ulangan kenaikan kelas wajar kalo mereka pada jalan2… (diluar dugaan😦 )

Sepanjang jalan saya perhatikan itu bis – bis besar meng-onggokan diri dimana? dijalan yang seuprit ini dimanakah lahan parkirnya? sungguh belum pernah ke taman matahari. Tapi saya menganga melihat begitu banyak bis parkir di sepanjang jalan sisi kanan (arah naik) sebegitu panjang hingga jauh melewati cimory. Pantes aja kalo macet atuh badan jalan dipake bis2 itu nagkring manis😦

Menjelang sore urusan saya selesai. kami pun meluncur ke bawah menuju kota Bogor. Merasa bersyukur melihat jalanan ke bawah lancar. namun tidak lama macet pun mulai lagi. Kami beristirahat sejenak sambil sholat dan makan di sebuah restoran. pas selesai macetnya menjadi – jadi😦

Butuh waktu lama untuk melaju beberapa ratus meter. Parahnya tidak jauh dr cimory, polisi menyetop mobil arah turun mulai dari 5 mobil di depan kami. jiaaaaaaaaaah masa ditutup lagi. Dari sabar hingga gak sebar, dari melek sampe ngantuk dan melek lagi itu mobil belum beranjak.

Ada apa gerangan disana? jelas bukan Cimory masalahnya. Barisan bis yang tadi ada di situ pun kini tidak ada lagi. mengapa jalanan di depan sana amat lengang? ada apa harus di stop selama ini toh ternyata arus yang naik pun tidak deras?

Ternyata banyak pengunjung Taman Matahari yang keluar mau pulang. Ada yang menyebrang, ada bis yang parkir mau beranjak keluar. Ya ampun. selama tadi dibekukan perjalanan kami yang dari atas ternyata karena ini. Kasihan sekali para pengguna jalan yang lain. Bagaimana jika diantara kami ada yang mengalami hal darurat? bahkan saya melihat ada yang memilih berjalan kaki, dua orang akhwat jilbaber dan salah satunya pingsan. kasian sekali…

Mengapa harus selama itu pak polisi? saya lihat polisi banyak bertaburan di sekitar situ? ada yang berdiri, ada yang duduk, ada yang jaga jalan, ada yang lalu lalang dengan motor patwal. haduuuh pak polisi….😦

Seharusnya kami pun dipertimbangkan, jangan selama itu di tutupnya. Setidaknya beri harapan yang sama kepada pengguna jalan. saran saya untuk kejadian hari tadi :

1) 15 menit pertama mempersilahkan mobil dari atas bergerak… lalu stop.

2) 15 menit kedua mempersilahkan mobil dari bawah melaju….lalu stop

3) 15 menit kemudian kasih kesempatan para penyebrang jalan untuk menyebrang ke parkiran bis secara massal. semuua yg terlah berkumpul. lewat dr waktu itu harus kembali menanti giliran.

begitu saja terus berulang, sehingga ketika macet pun bila melihat ada pergerakan walau sedikit rasanya kami memiliki harapan. Lalu kapan bis2 bisa bergerak keluar? nanti, kalo sudah benar2 supir melapor bis sudah lengkap penumpangnya dan siap diluncurkan.

Coba atuh ya, jika mobil tersendat dari atas dan bawah begitu lama di stop oleh polisi, saya begitu geram aja liat pengunjung yg di depan lokasi wisata berkerumum, menyebrang, dll. Haduh pusingnya. kebayang itu perasaan warga sekitar.

Jika memang animo pengunjung tinggi seperti ini seharusnya lokasi wisata memikirkan penyediaan lahan parkir yang lebih baik. Jika perlu membuat jembatan penyebrangan.. kompensasi atas macet yang dikarenakan pengunjung lokasi wisata hendaknya dirasakan oleh semua pengguna jalan.

Mudah2an gk terjadi lagi. jengkel sekali ketika kita terhenti begitu lama sedang kita melihat jalanan di depan kita lenggang. Bahkan jauh di sebelah sana pun itu kendaraan dr bawah sama aja terhambat.

Macet selalu menyebalkan. Sudah berhasil melalui lokasi wisata ternyata bis2 wisata itu setelah susah payah dikeluarkan dari parkiran masih juga harus berhenti di sepanjang toko oleh2 jauh lebih depan dari lokasi wisata . Ok lah itu keuntungan bagi pemilik toko, namun hendaknya juga di awasi misal dengan memberikan jatah waktu agak gak lagi2 membuat macet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s