Bersedih di Muka Umum

sedih

Pagi ini dan juga hari – hari kemarin, cukup banyak saya mendapat sinyal atau pandangan bahwa sebagian orang sangat malas berhadapan dengan orang – orang yang bersedih atau bete2 terus. Mungkin bukannya tidak berempati, namun terlebih dikarenakan orang tersebut merasakan betapa moodnya itu tergeser dengan mendengar atau melihat mood2 busuk yang dialami sebagian orang lainnya.

seorang teman di facebook mengaku ikut merasakan sedih dengan status yang di share entah oleh temannya yang mana. Hingga keluarlah pertanyaan : “apa gue remove aja ya?”. bahkan mungkin ada orang – orang yang berharap hal – hal yang di share kepadanya di jejaring sosial hanya berisi hal – hal yang positif saja. Bisa jadi sekarang jika menyebar aura negatif seseorang akan mulai tidak disukai orang lainnya.

Bingung juga kalo begini ya. saya tidak ingin menilai orang lain, Namun jika berkaca kepada diri sendiri dan apa yang saya pikirkan ketika seseorang mengutarakan kesedihan atau kekecewaannya terhadap sesuatu.

Terkadang kita melihat betapa seseorang mengutarakan rasa sedihnya dalam frekuensi yang mungkin terlalu sering. saya kadang berfikir mungkin ia belum menemukan penyelesaiannya.

Terkadang kita melihat seseorang menggambarkan kesedihannya dengan cara Lebay menurut kita, mungkin saja memang yang dihadapinya memang sangat berat. Atau bisa juga ringan menurut kita namun kesiapan ia menghadapi itu dalam kondisi yang tidak lebih siap dari kita.

Lepas dari tepat atau tidaknya seseorang dalam berbagi kesedihan mungkin ada baiknya kita melihat dari berbagai sisi pandang. Jangan hanya melihat dari sisi seberapa jauh kondisinya itu mengganggu mood kita. Kita tidak pernah mengetahui kapasitas orang lain dalam menerima kondisi yang menyedihkan atau kurang menyenangkan.

Setau saya yang ekspresif ini.. terkadang untuk menyembuhkan kesedihan bukan sebuah hiburan yang dibutuhkan. Namun adakalanya kepuasan dalam mengekspresikannya pun menghadirkan kelegaan. bagai memuntahkan isi perut ketika kita merasa mual, seseorang akan mulai berhenti dengan sendirinya ketika ia merasa cukup untuk bersedih dan ingin mulai mulai merasa lebih baik.

Memang sesuatu yang berlebihan adakalanya tidak baik dan bisa jadi amat mengganggu orang lain. Jika hukum ini berlaku maka perlu diberlakukan hal yang sama kepada orang2 yang berbagi kebahagiaan dirinya secara berlebihan. Mengapa? karena bisa jadi kalo begitu bahagianya seseorang akan mengganggu hati orang lain yang sedang bersedih. misalnya tanpa memperhitungkan seseorang sedang merasa kurang beruntung ia dengan tidak sensitifnya mengumbar kebahagiaannya secara berlebihan.

Ada dua perkataan yang keluar dari 2 sudut pandang.

1. Teman sejati adalah teman yang ada bukan pada kita senang dan sukses saja. namun saat kita sedih dan terpuruk pun ia setia dan selalu ada

2. Teman sejati adalah seseorang yang ada ketika kamu sukses dan bahagia. Grup ini berpikir bahwa ikut bahagia akan kebahagiaan seseorang lebih sulit daripada berempati ketika seseorang sedih. konon grup ini berpikir dibalik empati seseorang merasa puas ketika kita bersedih. setidaknya tidak lebih bahagia dari dirinya.

hm..rasanya memang harus ada dua2nya. ketika kita bahagia maka janganlah menunjukan kebahagiaan kita secara berlebihan. minimal lihat2 lah sekeliling siapa tau kita terlalu semangat dan membuat iri yang sedang kesusahan. Dan ketika orang lain bahagia maka berusahalah ikut bahagia akan hal itu.

Bagaimana ketika kita bersedih? mungkin juga ada baiknya tidak  terlalu berlebihan dalam mengekspresikannya. Bisa jadi hal yang kita alami juga dialami oleh orang lain. Jika orang lain mampu bertahan, mengapa kita tidak? begitu pula ketika mendapati seseorang sedih. Bertanyalah, dengarkan saja kesedihannya lalu berilah penghiburan tulus yang kita mampu.

ah, untuk saya berekpresi selalu lebih baik daripada tidak. Jangan mau berpikir kita ingin enaknya aja dari orang lain.

Pernahkah kamu merasakan rasanya ingin berbagi betapa sedihnya kita kepada teman namun dikala kita saja belum usai teman kita sudah tampak tak sabar untuk menggeser topik ke kisahnya yang membahagiakan? Saya sih pernah..

Pernah juga ketika saya ingin berbagi betapa kita bahagia akan sesuatu namun saat kita liat di situasi yang sama orang lain dalam kondisi berlainan, maka redamlah sedikiiit saja..

Beruntunglah orang2 yang memiliki sahabat yang setia mendengar baik kita di kala sedih maupun senang. beruntunglah orang2 yang merasa selalu ada orang yang menampung kisah2 sedih dan bahagia yang dimilikinya.

semua ini hanya perkara toleransi.. itu saja

4 thoughts on “Bersedih di Muka Umum

  1. Hihi..
    Mungkin frekuensi aja kali ya.
    Menurut saya loooh..
    Mengeluh bukan masalah.
    Sekali 2kali pasti bisa berempati.
    Tapi jika terlalu sering, sehari lebih dari 3 kali berisi keluhan dan itu terjadi hampir setiap hari memang terkesan lebay.
    Jadi sepertinya harus dikontrol pula apa yg layak di publish atau tidak.
    Mungkin memang berat masalah orang itu.
    Tapi kalo sy sih memilih untuk tidak mempublish semua itu bukan karena tidak ingin menyebarkan aura negatif.
    Tapi lebih ke sy nya sendiri yg keberatan untuk memperlihatkan sisi lemah sy dimata orang2 yg mengenal saya..

    Saya ingin orang bahagia melihat saya baik2 saja.
    Saya tidak ingin orang bersedih melihat saya sedih.
    Ketika mereka senang melihat saya baik2 saja, perlahan lahan kesedihan saya pun sirna.

    Ciih garila nya.
    Tumben aja rada waras hahaha..

    Lagi so so an..padahal mah pabalatak weh di blog keluhan hungkul :p

  2. wow,gue termasuk orang yang tidak suka dilihat sedih, gengsi gitu loh…

    tapi gue juga temen yang suka ngecengin di saat temen gue sedih…

    janganlah punya temen kayak gue deh… heheh piiisss…

    • hey zak.. baru kemaren gue liat koment lu di blog si herdyan.. eh sekarang mampir lagi kemari. kemana aja??

      iya semuanya bergantung ama situasi dan kondisi masing2 dr kita juga seh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s