Terjebak di Lift Rumah Sakit

lift

Hari ini saya dan seorang teman mengunjungi teman kami yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit beberapa hari ini. Konon teman saya itu terkena demam berdarah, padahal ia sedang mengandung anak keduanya di usia kandungan yang ke-5 kalau tidak salah.

Setelah membeli buah tangan yang tidak seberapa, saya dan teman saya itu pergi menuju rumah sakit dengan menggunakan jasa angkutan trans pakuan di tengah hujan deras. Perjalanannya sih nyaman, tidak macet dan bis pun lenggang.

sesampainya kami berdua di rumah sakit, setelah saya berhasil mendapatkan informasi dimana kamar teman kami di rawat kami pun menuju kamar tersebut dengan menggunakan lift. Sambil bersenda gurau kami di dalamnya.

Di dalam lift saya katakan pada teman saya itu bahwa saya tidak berani menggunakan lift di rumah sakit jika sendirian. Entah kenapa, hawanya terasa horor aja. Dan detik disaat saya selesai bilang itu lift pun tiba di lantai 4 yang dituju. dan dia diam, tak terbuka pintunya tak juga turun atau naik. Suara yang bergerak entah pintu yang berusaha membuka diri atau gerakan mau naik atau turun saya gk tau. yang saya tau saya berusaha tersenyum walau saya panik.

Gimana gak panik, sementara saya merasa horor berada di lift rumah sakit saya pun korban begitu banyak film hollywood dengan scene di lift. ada yang terjebak lama sekali hingga kehabisan oksigen, ada yang putus dan melesat ke bawah dengan kencangnya, ada yang tertahan diantara 2 lantai jadi kudu memanjat. hahaha lebay.

teman saya mulai memencet tombol emergency dan tombol buka pintu sambil mencoba telp teman kami yang dirawat. saya coba menghubungi penerangan mau tanya no telp RS itu mau telp petuganya melaporkan saya dan teman saya terjebak di dalam. Tapi gak bisa.

Jujur saya mulai panik, saya lihat teman saya pun mulai panik walu berusaha tenang. lapar sih gk masalah, di tangan kami banyak sekali makanan. tapi terkurung di ruang sempit tanpa celah ini kali pertama untuk saya. Rasanya ingin telp seseorang di rumah dan menjemput saya kesana.

Cukup bikin tegang juga itu saat masih terkunci. saya sempat membayangkan saat seseorang tau kami terjebak di dalam lalu akan ada petugas yang mencongkel pintu lalu kami selamat dan menajdi tontonan orang yang sudah berkerumun di luar😛 *korban film

untunglah kemudian lift itu bergerak kembali ke lantai 3. berharap bisa terbuka dan memang terbuka. saya pun bersyukur kami gk apa2. ini kali kejadian pertama. beruntung bukan di lantai 23 seperti di gedung2 jakarta yang pernah saya kunjungi. fiuh…

duh, takut jadi trauma ama lift. saya jadi tau, kalo saya takut lama2 ada di ruang sempit dan tertutup.

5 thoughts on “Terjebak di Lift Rumah Sakit

  1. Eh iya yg “sun” itu seragam rok mini abu, broken white, stocking item.
    Ceuk urang sih “engga” banget.
    Mending merah putih weh.
    Atau item lah.
    Biru kek.
    Dan pemilihan bahannya tidak berkualitas untuk retail sebesar “sun”.
    Mangkanya gw lebih suka sama aa gerlong.
    Aa gerlong?
    Yaaa menjahit maksudnya.
    Eh 1 lagi, mereka teh ya suka nongkrong ga jelas di luar gedung make seragam.
    Kan jadi tambah ilfil.
    Eh kalah ngagosip..
    Ini bentuk jawaban gw dari komen elu di blog gw hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s