Tiada Sahabat yang Sempurna

sahabat

Ada kutipan yang saya sukai tentang sahabat. Saya lihat dan baca di belakang sebuah novel di toko buku yang belum saya beli.

Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang – orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya

Saya suka sekali kalimat itu. Dalam hati saya pun mengamininya. Siapa dan dimana sahabat yang sempurna itu? bahkan diri saya sendiri mungkin tidak pernah berhak mendapatkan sebutan itu.

Kita hidup di dunia ini pasti membutuhkan teman untuk berinteraksi, dimana diantara teman – teman itu tentunya ada diantara mereka yang bisa dikategorikan sebagai sahabat kita.

Lantas apa itu sahabat? saya sedang malas membuka kamus bahasa indonesia ataupun mengintip pemikiran orang lain tentang arti sahabat. Jadi sementara untuk malam ini kita gunakan definisi sahabat versi saya.

Sahabat untuk saya adalah dia yang bisa saya kategorikan sebagai kawan setia, kawan yang lebih dari kawan yang lainnya. Yang memperdulikan apapun yang terjadi pada diri kita, yang selalu ada ingin berbagi atau mendengar hal baik maupun hal buruk yang terjadi pada kita.

Sahabat juga yang berarti seseorang yang peduli, menerima ataupun memperhatikan apa yang kita pikirkan. Sahabat adalah seorang yang setia mendengarkan, walau ketika suatu waktu ia tak mampu mendengar ia akan kembali di lain waktu untuk mendengarkan lebih baik.

Sahabat adalah seseorang yang kita rindukan, yang kita sayangi, yang selalu ingin kita ketahui keberadaannya. Sahabat adalah seseorang yang menerima kekurangan kita, yang hatinya tidak terima ketika mendengar hal buruk tentang diri kita, sahabat adalah seseorang yang berani berkata apa adanya mengenai kita.

Semua yang saya definisikan di atas tidak mudah diukur melalui hal – hal tertentu. Pengukur terbaik adalah hati kita sendiri. Apakah kita mempunyai teman macam itu? apakah kita juga seperti itu terhadap orang lain.

Saya punya banyak teman, namun apakah diantara mereka ada yang menjadi sahabat saya? saya tidak dapat menunjukannya secara pasti, namun hati saya bisa merasakan keberadaannya.

Lalu saya sahabat siapa? mungkin orang lain tidak akan tau, namun hati saya paling tau kepada siapa saja saya memposisikan diri saya sebagai sahabat.

Persahabatan tentulah seperti hubungan berpasangan, butuh perlakuan, pen gakuan ataupun sikap yang sama dari kedua belah pihak. Cinta mungkin bisa bertepuk sebelah tangan, mungkin benci pun bisa jadi sebelah pihak. Pertanyaannya apakah sahabat pun bisa terjadi bertepuk sebelah tangan atau sebelah pihak?

Yang jelas persahabatan adalah hubungan yang diramu secara bersama. Perasaan yang saling aksi – reaksi hingga keduanya menyadari hubungan mereka sudah naik tingkat dari sekedar teman.Dan ini bisa terjadi dalam persahabatan dengan jenis kelamin yang sama maupun yang berbeda.

Menurut saya, sahabat bagai riak ombak di lautan yang melaju ke pantai. Kehadirannya terkadang mendekat, dan bukan tidak mungkin menjauh.

Pernah gak kamu mengalami persahabatan yang tidak seimbang? seperti misalnya betapa kamu menganggap seseorang adalah sahabat kamu, segala ciri tentang sahabat kamu tunjukan kepadanya. Namun sayang sekali dia tidak seperti itu padamu. Menurut kamu itu masih dikategorikan sahabat bukan?

Lalu bagaimana jika terjadi sebaliknya? Jika ada seseorang yang begitu baiknya padamu, semua fungsi sebagai sahabat ia tunjukan. Namun tadk sedikit pun hatimu tersentuh. Kamu tidak sepenuhnya memberikan hati dan persahabatanmu kepadanya.

Apakah kamu tau bahwa sahabat itu bertingkat – tingkat? seperti layaknya peserta MLM, semakin banyak point positif dr seorang sahabat kedudukan atau bintangnya pun semakin banyak. Saya percaya bahwa sahabat memliki tingkatan. Biasanya semakin tinggi pangkat sahabat maka semakin sulit seorang sahabat dilepaskan.

APakah kamu pernah melepas seseorang dengan mudah untuk tidak kembali menjadi sahabatmu? saya pernah. Dengan sangat menyesal saya pernah melakukannya. Alasannya beragam. Saya pun pernah menjaga jarak dengan seseorang yang mungkin ia berpikir saya sahabatnya, dengan sangat menyesal saya pernah melakukannya.

Lalu apa saya pernah diperlakukan sama di masa lalu? mungkin pernah. Saya tidak terlalu ingat. Namun saat ini mungkin saya akan jawab iya. Seperti apa rasanya? tentu saja tidak menyenangkan. seperti apa mendapati kenyataan bahwa seseorang yang kamu anggap sahabat rupanya tidak menganggap hal serupa denganmu? sedih.

Seperti apa rasanya ketika kamu menyadari untuk seseorang yang posisinya kamu tinggikan kamu malah merasa di hadapannya kamu hanya seorang teman biasa yang mungkin tidak memiliki bintang. ATau memiliki bintang yang tidak sebegitu banyak hingga akhirnya bintang itu di copot dan kita di depak dengan mudahnya? Rasanya saya tau rasanya, saya tau.

Jika semua hal itu terjadi pada kamu, apa yang akan kamu lakukan? bersedih? tentu saja. Manusiawi ketika kita memilih untuk bersedih. Apakah kamu akan larut dalam kesedihan itu? mungkin saja ada yang larut, namun akan sangat salah jika itu menjadi beban hidupmu selamanya bukan?

Sahabat – sahabat kita pastinya tiada yang sempurna. Tentu saja adakalanya hadir ketidakpuasan terhadap diri mereka. Dan sahabat adalah seseorang yang tidak dengan mudah kita lepaskan ketika kita mendapati itu terjadi.

Bagaimana jika kita yang tidak sempurna? Tentu saya, kita pun tidak mungkin sempurna. Selama kita selalu memiliki itikad baik untuk memperbaikinya, seseorang yang menganggap kita adalah sahabatnya tentu saja tidak akan mudah melepaskan atau meninggalkan kita.

Sungguh tiada yang sempurna dari persahabatan itu sendiri. Saya berpikir kita tidak akan pernah bisa menentukan siapa yang menjadi sahabat terbaik kita, seperti halnya kita tidak bisa menyatakan kita ini sahabat terbaik untuk siapa.

Waktu terus berputar, hidup terus berjalan. Proses seleksi mengenai hal itu ada diantaranya. Ditengah waktu yang terus berputar dan hidup yang terus berjalan. Kita hanya akan merasakannya, tidak akan mampu menunjuk siapapun. Mungkin disaat waktu berhenti nanti, dikala usia kita sudah tiba saatnya untuk berakhir, kita bisa menyukuri siapa2 saja yang lolos menjadi sahabat terbaik dalam hidup kita.

Menulis posting ini tanpa tau temanya apa, dalam rangka apa. Hanya tau ada sebagian dari isi posting ini melayang – layang di kepala saya. Dan rasanya perlu saya tuliskan disini agar tidak berkeliaran disana.

Terimakasih kepada kalian yang menganggap aku sahabat, kalian yang bersikap selayaknya sahabat, terimakasih.

Saya mohon maaf bagi kalian yang tidak puas dengan persahabatan yang saya tawarkan, saya minta maaf kepada kalian yang kecewa dan tidak puas, saya minta maaf ya..

*tidak ada yang ingin saya katakan, cukup hanya ini saja. terimakasih.



One thought on “Tiada Sahabat yang Sempurna

  1. setuju dengan pendapatnya,
    untuk menhasilkan yang sejati adalah dari kita sendiri yang mau menyadari bahwa kesejatian harus diciptakan dalam diri dan dikembangkan melalui sikap dan perbuatan yang baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s