Alfian, Semangat bermain bola di tengah keterbatasan fisik

semangat bocah

Siang ini, disela – sela menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah saya menyaksikan salah satu televisi swasta menayangkan berita tentang seorang anak lelaki yang memiliki keterbatasan fisik.

Pembaca berita menyebut nama anak itu adalah Alfian. Saya lihat ditayangan TV tadi betapa Alfian memiliki keterbatasan.

Sejak lahir ia sudah dilahirkan cacat. Saya lihat kedua tangannya hanya tumbuh hingga siku. Saya perhatikan ternyata kaki kanan pun tidak sempurna, sehingga jauh lebih pendek dari kaki kiri. Nah kaki kiri ini tampak berukuran normal. Sehinnga untuk menyamakan posisi saat berpijak kaki kiri yang berukuran normal harus selalu di tekuk lututnya sehingga kedua telapak kaki setara dan berpijak di tanah.

Dalam tayangan TV tersebut, Alfian sedang bermain bola di tanah lapang. Ia bisa berbaur dengan teman – temannya yang sebaya bermain bola tanpa terlihat menarik diri. Alfian beruntung, ia masih tinggal di daerah dimana tanah lapang masih bebas ditemukan untuk tempat bermain bola.

Sungguh saya tercubit  melihat berita tentang anak ini. Ia pastinya belum dipenuhi oleh banyak pemikiran rumit dalam hidup di usianya yang baru menginjak usia 6 tahun. saya pun kagum dengan orang tuanya yang bisa membentuk anak yang kuat dan riang dalam segala keterbatasan fisik. Selain membesarkan pastinya orang tuanya membesarkan sang anak dengan tidak lupa menyelipkan ilmu besar hati.

Alfian suka sekali main bola. Ia sering pergi bermain bola dengan teman – temannya. Melihat fisiknya seharusnya ia merasa kesulitan, namun tendangan kaki kirinya justru malah dikenal jauh lebih keras dibandingkan teman2nya yang lain.

Idolanya pun bahkan seorang pemain bola dalam tim Persib, Atep. Ia sering menyaksikan pertandingan tim kesayangannya itu dari televisi.

hey, jika saya ingat curhatan saya semalam kepada seorang teman saya rasanya saya jadi merasa lebih kecil hatinya dari anak ini. Rasa takut dan cemas saya jauh lebih besar darinya. Terkadang saya merindukan saat2 ketika saya kanak2 dulu. Yang saya pikirkan semuanya positif, semangat bahkan mimpi pun tak ragu saya pancangkan dalm benak. hehe, saya memang sedang sedikit sensi dan lebay kata temen saya yang setia mendengarkan curhatan2 saya.

Mengapa hati dan semangat saya mudah ciut? sedang orang2 diluar sana yang jauh lebih terbatas dr saya justru lebih optimis dari saya yang normal.Bahkan orang2 yang memiliki keterbatasa lain banyak ko yang akhirnya bisa menghasilkan maha karya yang berguna bagi orang lain.

Semoga saja, semangat2 orang2 seperti mereka bisa menginspirasi saya dan membakar semangat saya kembali tatkala semangat saya menciut, keyakinan akan diri saya menyusut. saya harus percaya bahwa dalam setiap keterbatasan manusia tentu memiliki kelebihan lain. Dan Bermimpi juga mencanangkan harapan setinggi langit rasanya sah2 saja. Agar hidup ini jauh lebih menarik, lebih indah dan lebih penuh harap untuk dijalani. dan Keyakinan dalam hati ini tentu saja harus selalu dijaga.

Dan siang ini, Semangat Alfian membuat saya berpikir untuk kembali membakar semangat saya sendiri. Menjalani hidup apa adanya dan tidak mudah ciut dengan segala kekurangan yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s