Makan Sop Sumsum Sapi

sop sumsum

Siang tadi saya memasak alakadarnya untuk ayah saya sepulang jumatan. Saya lihat meja makan tampak lengang. Sehingga saya pun turun ke dapur. Samar – samar saya mendengar acara kuliner sop sumsum sapi yang diseruput pake sedotan.

Ya ampuuun, pernah liat makanan serupa di acara TV lain. sumpah ngiler pisan, pengen tau kayak apa rasanya. saya pun mematikan kompor sejenak dan terpaku di depan layar televisi.

Hm… pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata tempat yang sedang ditayangkan ada di Bogor. Saya pun lama menunggu berharap ada alamat yang dicantumkan, namun tak satupun alamat yang disebut hanya jalan lawang gintung aja.

itu info yang cukup untuk saya, sayapun menelepon beberapa teman untuk menemani saya cari tempat yang di maksud dalam 1 jam kedepan. Saya bersiap – siap, keluar rumah dalam langit yang menggelap dan angin menyemarakan jalanan dengan hamparan daun2 berguguran. Saya mencarinya dengan 2 teman, menggunakan angkutan umum setelah bertemu di sebuah mall.

Kami pun menemukan tempatnya, masih kosong mengingat kami tidak datang pada jam makan. saya pesan menu yang tadi ada di televisi.Sop sumsum sapi dan es bubur sumsum. Tampak enaaaaak tadi di televisi.

Gak sabar saya mencicipinya, dengan wajah yang mkn saja berbinar saya mulai mencicipi tulang yang sedemikian besarnya. serupuut…serupuuut 2 kali pake sedotan besar. lalu habis tiada sisa. hah? mana lagi isi sumsumnya? masa 2 kali sedotan habis? huhuhuhu sensasinya gk sesuai bayangan saya😦

Tidak apa, air sopnya memang enak. Tapi saya memesan sate paru untuk menemani nasi saya. Andaikan saja, sekeliling tulang itu ada daging2 atau apapun yang bisa saya kuliti untuk makan, pasti mantap. Mengapa gk ada yang bisa saya cubit? sedang isinya saja habis dalam 2 seruput.

Tidak apa2, saya tipe pelanggan pencoba. Yang penting tau rasanya dan saya brenti penasaran. Saya pun mencoba minum es bubur sumsumnya. ada semacam agar2 hijau, potongan nangka, dan taburan mutiara lalu santan dan gula. lumayan lah, ada nangka sang penghibur.

Lalu seiring waktu parkiran pun mulai penuh. satu per satu pengunjung berdatangan. saya sempet mengira pasti mereka sama – sama melihat tayangan tranTV siang tadi. hehehe

Baiklah, cukup dan sekedar tahu saja tempat makan ini. Saya gak kasih poin terlalu besar untuk menu yang saya makan tadi. Tapi silahkan coba looh untuk menu2 yang lain. Ada sate sumsum, sate paru, iga bakar, nasi bakar iga, sop ga kambing, sumsum goreng dan lain2. Untuk yang penyuka makanan jenis ini pasti tertarik. tapi ingat bagi para pengidap hipertensi, jangan makan banyak2 ya…

Berapa nilainya? hm…biarkan dalam hati saya saja ah🙂

ah TV, kenapa kalo ditayangan segalanya selalu tampak indah…

4 thoughts on “Makan Sop Sumsum Sapi

  1. thanks postingannya…tadinya memang sy kepingiiiiin banget mencicipi sop sumsum ini setelah ( juga ) melihat tayangan di TV…tp sekarang kayaknya mending minta ibu saya aja deh yang bikin secara dulu waktu sy kecil, ibu sy sering masak sayur gudeg jogja dengan menambah tulangan besar di dasar panci, dan sy kebagian nyeruput sumsum-nya…eennnaaaakkk bangets…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s