Jangan Bunuh Diri……

jangan bunuh diri

Sore tadi, di senja hari dimana matahari kembali menyapa hanya untuk sekedar pamit dipenghujung hari setelah hujan mengguyur, saya dan seorang teman yang baru saja selesai makan di suatu tempat berdiri di sisi jalan raya menunggu seorang teman datang.

Tepat di depan kami terpajang sebuah papan reklame billboard mengangkangi jalanan yang sore itu mulai dipadati arus pulang kantor para pekerja. Saya dan teman terpaku melihat papan reklame itu kosong, tanpa iklan yang dipamerkan.

Tidak lama saya melihat seorang laki – laki berkaos sederhana, tidak beralas kaki menenteng sebuah kantong plastik warna hitam berukuran sedang. Ia menaiki tangga tiang billboard tersebut sedikit demi sedikit. Kami yang sedang mengobrol di sisi jalan tersebut mulai tidak konsentrasi dibuatnya. Maklumlah, baru saja hari kemarin layar televisi diramaikan dengan melompatnya seseorang dari ketinggian hingga tewas. Tepat di muka umum, melompat bebas melayangkan diri dan berhasil membunuh dirinya sendiri. Ditengarai sang pria itu mengalami stres akibat hubungan cinta yang tidak berjalan lancar.

Belakangan ini, kisah bunuh diri di tempat umum memang marak dilakukan. Apalagi bulan – bulan lalu. Bisa terjadi di mall, pusat perbelanjaan grosir bahkan di apartemen. Entah apa saja yang dijadikan alasan dari perbuatan nekat mereka, namun jelas – jelas disini kita harus sama – sama sepakat bahwa tindakan mereka yang melakukannya tidak akan pernah bisa kita anggap benar.

Tekanan sosial, siksaan batin, dan mungkin juga kemelut yang tidak mampu seseorang damaikan dalam diri bisa jadi dorongan – dorongan mereka para pelaku dalam mengambil keputusan. Kita tidak akan pernah tau apa isi pikiran mereka selain kita dapati kenyataan bahwa pada akhirnya mereka mati.

Semua orang pasti pernah mengalami sakit hati, stres, merasa gagal dan mungkin saja sedih yang mereka sendiri tak mampu menahannya. Saya pernah, kamu yang baca pun pastinya. Kadang ketika pikiran kita teramat buntu, hati tak kuasa menahan sedih dan derita, kemudian putus asa membawa kita kepada pikiran untuk tidak ingin hidup lagi. Siapapun yang pernah merasakan dan berpikir kesana, segeralah sadar! Larilah sejenak meninggalkan rasa sakit yang mendera. Tenangkanlah diri atau mungkin mencari bantuan untuk berbagi beban. Ketika merasa diri ini stabil, kembalilah hadapi kenyataan.

Kembali kepada kejadian sore tadi, saya dan teman saya terus memperhatikan hingga lelaki itu mencapai puncak. Kami sibuk mencari orang lain yang berada di bawah billboard, mencari kemungkinan ada temannya yang lain menandakan bahwa ia hanya seorang pekerja. Namun tidak ada aktifitas atau mobil pekerjaan umum disana.

Ketika laki2 itu mulai duduk, teman saya berkata pelan :

duuuuh, mau ngapain siih? jangan lompat doong. stres nih gue liatnya….

saya sudah mulai membayangkan yang tidak – tidak, persis seperti ditayangan televisi. Sore ini jalanan padat sekali, padat merayap. Akan menghadirkan kericuhan jika ada orang yang nekat melompat ke jalan raya dari ketinggian yang bisa membuat tulang – tulangnya patah dan remuk bahkan tewas.

Laki – laki itu mulai mengeluarkan benda dari plastik hitam yang ia bawa, ternyata sebuah tali. ia melemparnya ke bawah dan kami masih memperhatikan bersama dari sebrang jalan. Lalu samar – samar terhalang lalu lalang saya lihat di bawah ada yang menarik tali itu dan mengikatkannya pada sebuah lembaran besar.

Oalaaaah, lelaki tadi rupanya mau pasang billboard yang kosong itu dengan iklan yang baru. Leganya hati kami, plong ternyata bukan mau bunuh diri. Ada – ada aja kami ini,kami jadi mulai terbentuk menjadi manusia – manusia parno akibat berita – berita kurang menyenangkan yang ada di televisi.

Teman, siapapun kamu.. jangan pernah berpikir untuk bunuh diri ya, carilah solusi yang terbaik yang mampu kamu cari. Mintalah bantuan orang lain. peringatan ini pun berlaku untuk saya.

8 thoughts on “Jangan Bunuh Diri……

  1. Hanya doa sumber kekuatan kita, bicaralah dengan pencipta, maka pintu akan dibukakan bagimu😉

    Good writing benk, keep up!

    • betul, betul sekali teman, tuhan sang maha penenang… kembalilah kepadaNya..

      atau ke teman2 yg terbaik yg selalu ada… mereka semua gift untuk kita

    • lu mah wi…pengennya ser aja.. dasar maniak sinetron… atuh gue ama si juwi ginggiapeun kalo beneran lompat depan mata gue…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s