The Naked Traveler 2 ( Trinity kerjanya bikin sirik orang aja)

tha naked traveler 2

Halah, ketinggalan beli buku the naked traveler jilid 2. Baru beli bulan maret di cetakan kedua padahal udah terbit pertama kali di bulan Januari tahun ini. Belakangan kalo ke toko buku selalu meluncur ke rak – rak novel sih, kebetulan aja saya 2 minggu lalu muter2 rak lalu menemukan buku yang warnanya mencolok ini di rak buku2 wisata. grrrr…kok gk keliatan di tempat yang lebih umum sih? kategori wisata mana sering jadi tujuan utama ke toko buku.

Gak sabar untuk mulai membaca, saya bongkar plastik pembungkusnya sesaat setelah saya bayar di kasir. Dan lembar per lembar buku tersebut pun saya baca.

Mbak trinity sang penulis buku ini masih bergaya sama menyajikan kisah petualangannya dalam perjalanan yang pernah ia lakukan. Membelalakan mata bagi orang – orang yang sepanjang hidupnya hampir tidak pernha pergi jauh dari rumah, yup saya misalnya… (sungguh, saya adalah salah satunya *mengaku dengan malu)

Melalui tulisannya ia membagi kisah dan pengalaman dalam perjalanan, seolah menggiring imajinasi saya si pembaca untuk berada di tempat lokasi yang sedang ia ceritakan. Bacalah kisah hotel dubai,sambil membaca saya membayangkan selebay apa itu hotel2 dubai. Tak disangka karena membaca dalam keadaan lelah saya tertidur sejenak dan bermimpi berada di hotel – hotel besar Dubai. Kaget dibangunkan ibu saya karena tertidur dengan pakaian kerja, saya kembali melanjutkan membaca.

Tidak pernah kemana – mana, tidak berani pergi sendirian, membaca buku ini seakan saya ikut merasakan perjalanan itu, suasana luar negeri itu, membayangkan saya bertemu dan berteman juga dengan si India berkumis tebal berkaos merah dan menggeleng – gelengkan kepalanya setiap saat.

Membaca buku ini seperti menjadikan saya lah sang Trinity itu, namun perjalanan itu saya lakukan dengan membalik – balikan lembar tiap lembar buku ini bukan dengan mengelilingi dunia. Seperti pada buku pertamanya, ia tidak membuai kita dengan yang indah – indah mengenai tempat lain. Lagian kalo iya, serasa aja jadi pengiklan tanpa  di bayar :p. Trinity sebagai penulis mampu memerdekakan dirinya sehingga menulis secara bebas dari arah pandangnya. Gaya berkisah seperti ini mengajak kita untuk mencoba semua hal dan mengunjungi banyak  tempat namun tetap menapakan kita pembaca untuk tidak berekspektasi berlebihan dan tidah mudah kecewa.

Ah, buku ini membuat saya sirik kepada penulisnya. Bagaimana bisa ia banyak menjelajah bumi bagian lain, mencoba hal – hal yang tidak pernah saya rasakan, pengalaman yang belum tentu saya akan merasakannya. Bungy jumping dari ketinggian ekstrim, diving dengan tingkat adrenalin tinggi, semuanya.

Membaca buku ini selain mengenal tempat lain juga kita dikenalkan ke kondisi atau karakter orang2 belahan dunia lain. sangat membuka mata kita yang selama ini memejamkan mata kepada dunia.

Dari bukunya saya melihat banyak kemampuan penulis yang tidak saya kuasai, adrenalin junkie. oh no no.. saya punya masalah dengan ketinggian, menyelam dan renang. hihihi baiklah walau negara kita kepulauan dan saya ini malah lulusan perikanan kelautan renang saya gak jago2 amat. Ke laut pun cuma snorkeling di kedalaman 1 meter lebih liat2 bintang laut di pulau pari. hahaha, kesindir euy..nusuk banget di buku ada tulisan :

hidup di negara kepulauan kok gak bisa renang

hahaha dalem, baiklah ngaku aja. memang gk jago renang. abis saya lulusan sosial ekonomi-nya sih.

Seperti buku pertamanya, buku ini bisa jadi buku pilihan untuk dibaca menemani waktu – waktu yang padat . Jiwa raga berada di rutinitas kita, namun imajinasi melanglang buana ke tempat lain, melakukan hal lain dan bertemu tipikal manusia lain. melalui buku ini tentunya.

Mampu menginpirasi banyak hal, hal pertama yaitu ada memunculkan minat untuk bepergian, lalu dorongan untuk mencoba hal – hal baru yang belum kita lakukan, dan yang tidak kalah penting untuk menjadi seorang penabung. terbukti sengan menabung, tabungan kita bisa membawa kita ke mimpi kita manapun. Dan traveling adalah mimpi dan hobi trinity. Hoaaaam, saya akan menabung ah, mengumpulkan untuk mewujudkan mimpi saya sendiri.

Fakta lain buku ini :

1. saya gak suka dengan warna cover buku ini. shocking green mirip dengan warna dispenser saya. (hihi, jadi inget ketika serumah protes ama dispenser baru yang bapak saya bawa ke rumah dulu)

2. Kertas di buku jilid dua pake kertas agak buram kekuningan. Saya suka yang pertama dulu. udah covernya blue favorit saya, kertasnya pun putih bersih. (teman saya mendebat saya tentang ini, maklum dia penyuka buku berkertas agak buram)

3. Walau jauh lebih tebal dari buku 1, buku ini tetap lebih ringan

4. membaca buku ke-2 membuat saya serasa hanya berputar – putar sekitar asia. Filipina, Thailand, Brunai, Malaysia, dll. Minimal daerah ini mendominasi karena Trinity juga mengisahkan ketika ia sekolah di Filipina

5. Saya suka kata ini dibukunya : ada harga ada mutu. semakin males, semakin mahal bayarnya. jangan pernah punya ekspektasi karena nanti kecewa. makanya, harus punya selera humor yang sama, kalo sial, ya, cuma ngetawain aja (ini kata2 yang pas untuk temen2 saya yang kadang komplain berlebih di situasi yang tak terduga. Kalo saya relatif lebih santai dan menertawai saja dan menjadikan pelajaran – co. rasa makanan tidak sesuai ekspektasi ketika memesan)

6. Buku ini bagaimana pun kembali membuka jendela lain, dunia bagian lain yang tidak kalah menarik dengan jendela dunia di buku the naked traveler 1

4 thoughts on “The Naked Traveler 2 ( Trinity kerjanya bikin sirik orang aja)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s