Tangisan Pagi

Pagi ini, ada sedikit situasi yang tidak mengenakan saya. Selepas dari tertawa – tertawa semalam amat lepasnya lalu diikuti tidur saya yang amat lelap. Bangun pagi yang terasa bugar itu sedikit terusik sesuatu yang bisa jadi membuat saya sedih.

Reaksi belakangan amat lambat sekali. Ada pesan juga keadaan yang membuat saya kaget dan sedikit syok, namun saya tampak amat tenang sekali. awalnya mungkin saya memberi waktu kepada kepala saya untuk berfikir jernih. Dan semua kegiatan pagi saya pun saya lakukan dengan normal.

Selah beberapa jam, mengapa saya mendadak merasa lemah? sinyal dari luar yang tadi berputar di kepala sepertinya sudah tiba di hati dan perasaan. Saya yang bermuka datar di awal mendadak ingin menangis sejadi – jadinya. Sudah lama rasanya tidak menangis meraung – raung seperti itu. Bersimpuh di lantai dan membenamkan diri di tempat tidur.

Sudah lama sekali saya tidak menangis sedemikian rupa, serasa air mata berlomba keluar seiring dengan nafas yang berirama menghempas korongkongan saya hingga saya bersuara sedikit keras.

Tidak bisa berbuat apapun, hanya mengunci diri di kamar dan menjauhi semua telepon genggam saya. Sedetik lalu, hampir saja menghubungi beberapa teman yang saya fikir bisa menenangkan saya ketika saya menangis. Tapi saya mengurungkan hal tersebut, beberapa kali pada beberapa orang. sungguh tidak bisa menceritakan semua ini mengenai apa.

Saya merasa sehat setelah menangis. Hanya diam tenang ketika ada sinyal2 tidak menyenangkan mengindikasikan saya terkekang batinnya. bahaya jika semuanya tidak saya lepaskan. saya pun merasa lega setelah menangis sekeras – kerasnya , mirip suara tangis anak yang baru saja dimarahi oleh ibunya.

Saya keluar kamar, mengambil salah satu ponsel saya dan melihat – lihat pesan masuk. mengapa ada sms seseorang disana? nama yang sudah saya busukan bersama kenangan tanpa sisa. Isinya sangat ajaib sesuai dengan keadaan saya tadi, padahal sms itu dikirim 1,5 tahun lalu.

Aku tahu Engkau tdk akn mnguji hambaMu mlebihi kekuatannya, aku tahu Engkau paling pemberi n penyayang tdk ada yg mnandinginya, ya Allah tunjukan kuasaMu ya Allah…tunjukilah jln yg kau ridhoi, yg menenangkan jiwa teman hamba ini

Ya Tuhan, namanya muncul lagi. Seakan ia mengirimi pesan itu untuk kedua kalinya. Mengapa sms ini muncul setelah saya menghapus semua pesan – pesannya dimasa lalu? ternyata ini karena saya menukar ponsel untuk sim card yang sama. Sehingga ada pesan yang tersimpan disana lalu kembali terbaca di ponsel yang baru.

Mendadak merasakan suasana dikala saya dihiburnya dulu. Hari ini, pagi ini ketika saya tidak mendapatkan ide kepada siapa saya bicara, kemana saya berbagi sedih saya, disaat namanya tidak akan terpikir, sms itu hadir di tangan saya disaat yang sama saya menghapus air mata.

Berharap dia ada pagi tadi, ia akan jadi orang yang tepat untuk mendengarkan kesedihan ini. seharusnya ia ada, seperti saat2 lalu ketika saya pun menangis dengan lemahnya. Hari ini, saya menangis dari hati saya yang terdalam, sendirian dalam mulut terbungkam.

Tuhan, jagalah hati dan kesabaran saya..selalu seperti biasanya,