Dear Diary….

diary book

Apa ada orang yang tidak memiliki diary seumur hidupnya? saya rasa ada.

Saya termasuk yang memiliki diary. Hm..diary pertama saya adalah diary lucu yang mama saya belikan ketika di sekolah dasar dulu. Ada sebuah gembok di sisinya, dan ada dua buah kunci kecil yang saya simpan. Isinya apa? saya lupa, kalo tidak salah diary pertama saya itu berisi biodata – biodata teman – teman saya. Kalo saya ingat pasti ketawa, karena di zaman itu menulis biodata pasti dilengkapi dengan hobi, cita2 dan tidak ketinggalan kata mutiara yang gak kalah jayusnya, ada juga motto hidup…*nyengir

Saya ingat, betapa saya punya banyak buku diary sejak saat itu. Jika tidak buku diary khusus pastilah ada buku coret2an tentang apapun yang saya rasakan. Saya jadi inget, betapa bagusnya tulisan tangan saya dulu ketika di SMP. Rapi, kecil dan beberapa huruf amat khas. *sekarang tulisan saya jelek banget😦

SMA lebih parah lagi, saya menulis diary bahkan hapir setiap hari. Bukan saha menulis tentang perasaan saya saat itu, terkadang saya tulis tentang perasaan atau pendapat saya tentang teman – teman lain.

Dulu saya tidak pintar mengutarakan isi hati. Saya sempat berpikir kalo banyak hal yang tidak pantas atau memalukan untuk diutarakan kepada orang lain, baik mengenai diri saya ataupun pikiran saya mengenai sesuatu. Dan saya fikir, mungkin karena sifat itulah saya suka sekali menulis. Membagikan apa yang saya pikir pada sebuah buku.

Jujur, saya terkadang tampak amat ceria dan tenang – tenang saja. Padahal keberatan saya akan sesuatu biasanya saya pendam. Saya mengatakan masa2 itu adalah masa2 saya sering menggunakan topeng. Tidak berani mengutarakan hal – hal yang menurut saya sensitif. Dan buku diary adalah sebuah pelarian. Makanya saya senang menulis, senang menggambarkan suasana yang saya rasakan disana. Bahkan ketika SMA dulu, memaki – maki seorang teman pun saya tulis di buku diary🙂

Bahkan untuk jujur2an mengenai sesuatu pun rasanya malah saya lakukan di akhir sekolah..*membungkam temen2 se genk yang malam itu tidak tidur bergosip semalaman🙂

tapi sejak saya kuliah, ada masa dimana saya merasa oke – oke saja jika saya mengutarakan perasaan saya, keberatan mengenai sesuatu terutama mengenai isi hati. Waktu itu seakan ada pesan, orang lain pun melakukan hal yang sama dan tidak perlu malu untuk menjadi terbuka. Maka saya pun mulai berani mengutarakan hal – hal yang biasanya saya simpan sendiri. Dan itu membuat saya tidak terlalu banyak menulis diary…*hanya mencatat semua sms saya secara bersahutan dengan seseorang (huaaaa… maluuu yang ini sampe ada 2 jilid :p )

Sejak lulus saya mulai berhenti menulis di buku diary, perkaranya adalah saya mulai mengenal blog friendster di tahun 2005. Saya pun mulai menulis blog disana. Menulis segala macam yang terkadang nothing bagi orang lain. Tapi menorehkan tulisan yang berisi racauan seakan sudah menjelma menjadi sebuah hobby, hingga sekarang. Dimana kini saya sudah memindahkan racauan saya ke blog yang ini.

Namun disinipun saya tidak menulis segala hal, saya tetap membutuhkan privacy untuk menuliskan hal – hal lain lebih terperinci dan itu saya lakukan di tempat lain.

Mendadak kangen menulis di buku diary secara manual. Akankan semengasyikan dahulu kala, katika saya belum mengenal diary2 elektronik yang saya sebut blog? apa masih pantas di usia sekarang saya memliki diary?

Buku diary mungkin adalah obat, obat bagi orang – orang yang kesulitan mengutarakan isi fikirannya secara verbal. Toh bagaimanapun isi fikiran kita memang perlu dituangkan, tak peduli melalui media apapun. Setidaknya tidak hingga tumbuh berakar njelimet di kepala kita.

hm..suatu hari nanti, saat saya mempunyai seorang putri mungkin saya juga akan memperkenalkan kepadanya asyiknya punya diary. Tempat kita bisa bebas menjadi diri kita sendiri, lepas dari perasaan tidak enak ataupun malu kepada orang lain untuk mengutarakan sesuatu.🙂

Baiklah, malam ini mari kita buka semua kotak2 rahasia itu. Kita buka buku2 penuh coretan itu dan lihat apa yang saya tulis disana.

Tulisan diary yang paling saya ingat :

Dear diary, hari ini tanggal 12 April 1994 saya datang bulan pertama kali….🙂

4 thoughts on “Dear Diary….

    • hehehehe thx you my dear friend bayu…lu sering banget semangatin gue….happy milad bayu..wish you all the best, as always….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s