Numero Uno

hana bin uno

Seperti apa rasanya menjadi seseorang di urutan pertama? mungkin hanya para juara yang tau rasanya 🙂

Seperti apa eforia dalam diri menjadi sang numero uno dalam suatu hal, mungkin para pemenang kontes atau lomba yang tau rasanya.

Dalam hidup, rasanya cukup jarang saya merasakan bagaimana rasanya menjadi nomor satu dalam suatu hal yang besar. Selain menjadi nomor satu di kelas ketika nilai kalkulus dan mikro ekonomi dibagikan, mungkin hanya ketika berada di bangku sekolah dasar saya merasakan bagaimana rasanya menjadi nomor satu. sisanya?? hmm….hi3..entahlah..hidupnya tidak banyak yang special.

Sore tadi saya berbincang kembali dengan seorang kawan sekolah dasar dulu. Bertemu kembali di facebook setelah belasan tahun tidak berjumpa dan mendengar kabarnya membuat saya punya kesempatan kembali untuk berinteraksi.

Continue reading

Advertisements

Bibimbab – Korean Food

tiara mengaduk bibimbab

Hari Minggu kemarin saya bersama teman – teman saya di Bogor Korean Culture Community (BKCC) mengadakan gathering dimana memasak menu korea menjadi acaranya.

Bibimbab menjadi salah satu menu yang kami masak.

Bibimbab adalah sebutan untuk nasi campur. Dimana menu ini terdiri dari nasi putih yang di atasnya ditambahkan beberapa sayuran, daging, telur dan semacam bumbu cabe yang disebut Gochu Jang. Untuk memakannya, semua nasi dan pelengkapnya diaduk menjadi satu.

Pernah menonton drama full house? ingat adegan lee young Jae yang menghina Han Ji Eun yang suatu malam memakan nasi yang di aduk2 dengan semua sayuran yang ada di meja makan. Young Jae bilang bagai makan pakan ayam, namun dilain kesempatan disaat ia lapar yang diperankan oleh Rain ini pun membuat menu yang sama ketika Han Ji Eun tiada di rumah. Dan memuntahkannya ketika terpergok sedang makan ketika Ji Eun pulang. Nah Bibimbab lah yang mereka makan. Dan kami mencobanya kemarin.

Continue reading

Semua Butuh Teman (KD & Siti Nurhaliza)

KD&SN

Mari kita ngomongin orang 🙂

eh, ini kayaknya kali pertama pengen posting blog tentang artis. Mudah2an bukan bergosip ya..dan memang gak niat bicarain kehidupan mereka pribadi.

Tadi pagi di salah satu acara musik di TV swasta, saya liat KD nyanyi lagi ditemenin Siti Nurhaliza. Perasaan baru aja kemaren muncul di acara Tukul Bukan Empat Mata. Dan sepertinya memang sedang promosi album mereka yang baru sehingga Siti pun lagi banyak di Indonesia.

Entah ya, yang saya rasain tadi waktu menonton penampilan mereka berdua bukan 2 Diva yang sedang bernyanyi di panggung. Namun lebih terasa seorang teman dan sahabat yang menemani temannya untuk terus maju jalanin hidup.

Continue reading

Plin pLan (Gembok Twitter)

plin plan

Duh mendadak berasa jadi ABG labil deh. Plin plan banget tentang hal ini. Berganti seiring siang dan malam.

Twitter saya sejak marak kasus twitter Luna Maya emang saya pasangin gembok. Awal mulanya memang demi keamanan. Saya bisa memantau siapa yang memfollow dengan memberi izin terlebih dahulu. Juga memastikan hanya teman yang saya setujui yang akan membaca tweet – tweet yang saya kicaukan. Juga melindungi diri dari para stalker (hahaha berasa punya pan 🙂 )

Tapi saya kemudian berfikir belakangan kalo twitter adalah situs jejaring sosial yang membantu kita meneriakan sesuatu ke seisi dunia. Bukan sekedar SMS kaya kamu sms-an sama temen. Hey…Pake HP aja kalo gituuuu 🙂 Atau sekedar tempat berkeluh kesah bak buku diary yang terkunci. Itu pun saya punya banyak buku diary di rumah 🙂

Continue reading

Mencari Anak yang hilang karena Stres

stress

Pagi ini menonton salah satu program televisi swasta. Program bincang pagi ini memang belakangan mulai menerima pelaporan atau keluhan langsung dari masyarakat.

Pagi ini, dengan tidak sengaja mendengarkan saya mengetahui seorang bapak berbagi informasi pada acara tersebut bahwa ia kehilangan anak lelakinya yang sudah beberapa waktu ini hilang dari rumah.

Anak lelaki itu sudah dewasa, ia berumur 27 tahun. Seusia saya dan dipastikan sudah dewasa tentunya. Dari foto yang ditunjukan saya melihat sesosok lelaki dewasa sehat dan normal. Pas foto yang tampak sengaja dicetak dalam ukuran yang lebih besar itu menunjukan si lelaki berfoto dengan setelan kemeja berdasi dengan balutan jas hitam. Rambutnya dipotong pendek hanya beberapa senti sebelum dikatakan botak. Tampak sehat, tampak dewasa dan tampak berpendidikan.

Continue reading

A Gift (alice in wonderland)

tiket gratis

Sehabis solat magrib di sebuah mall dalam aktivitas jalan sore2, saya mengajak teman saya untuk mampir melihat bioskop. Cukup lama saya tidak pergi menonton, cukup banyak pula film yang saya lewatkan. ya..siapa tau ada film bagus yang bisa saya tonton.

Ada yang mau saya tonton, namun rupanya teman saya ini sedikit lelah dan malas pulang kemalaman. saya pun mengikuti keinginannya untuk tidak nonton.

Saya pun kembali keluar bioskop seraya mengatakan niat saya untuk pergi ke bioskop esok hari. Ada film yang mau saya tonton..

Ketika saya baru saja keluar saya dihampiri oleh seorang cewe yang mengenal saya dan memanggil Bu Dina. Sudah dipastikan ini adalah salah satu mahasiswa di tempat saya mengajar. Cewe itu menyodori dua buah tiket untuk menonton Alice in Wonderland yang akan dimulai 20 menit lagi. Alasan ia menawarkannya katanya 2 orang yang akan menonton bersama membatalkan karena berhalangan. Namun tiket sudah dibeli dan tidak bisa dikembalikan.

Continue reading

disiplin setelah tersindir

rak sepatu mushola

hehehehehe, saya senyum dulu ah 🙂

suatu ketika saya pernah menuliskan sebuah note di account facebook saya yang berjudul Mushola Wanita di Botani Square, Bogor

latar belakang menulis note itu adalah berantakannya rak sepatu di mushola salah satu mall yang ada di kota saya. Tersedia rak namun pengunjung senang sekali menyimpan tidak pada tempatnya.

Saya tumpahkan isi pikiran saya tentang itu di note facebook. Seorang teman yang sedang bersama saya saat itu menjadi salah satu orang yang menyimpan sembarangan. jelas dia tersindir, karena tulisan saya yang saya tujukan untuk ketidakdisiplinan banyak pihak itu salah satunya teman saya itu.

Alhasil, sejak tulisan saya ia baca, ketika ia kembali ke mushola yang sama ia akan tersenyum ketika melihat rak sepatu itu. Dan seperti tadi magrib ketika saya mengantarnya sholat. teman saya itu tertawa lalu mengatakan pada saya ia akan menyimpan alas kakinya dengan rapi di rak. Kapok katanya disindir, amat trauma dijadikan ulasan khusus. hehehehe.

Continue reading