Haeundae – Film Tsunami ala Korea

Haeundae

Film mengenai bencana alam selalu menggugah rasa ketertarikan saya. Bibitnya jelas rasa takut membayangkan hal tersebut terjadi. Jadi melihat kejadian – kejadian alam tersebut yang telah di visualisasikan ke dalam film tentu cukup membantu kita membayangkan kejadian sebenarnya. Namun saya pun suka versi discovery nya..walau jadi tampak tidak ada cerita.

Saya menemukan film ini, film yang mengangkat kejadian tsunami dan kerusakan serta kehilangan setelahnya. Dari Hollywood kah? bukan, ini dari Korea.

Terbiasa disuguhi oleh efek – efek hollywood, menemukan film ini memancing penasaran saya melalui pertanyaan : “sepeerti apakah jika Korea yang membuat filmnya??” apalagi saya termasuk penonton drama dan film2 korea. Hm..lihat sekilas dari covernya sih tampak meyakinkan.

Haeundae adalah suatu wilayah pesisir di daerah Busan. Pada suatu musim panas dimana pantai amat penuh oleh orang – orang yang menikmati liburannya,seorang ahli geologi Kim Hwi (Park Joong Hoon) memperkirakan akan terjadi tsunami dari beberapa kejadian alam. Scene bagian ini terasa sekali tampak mirim dengan gaya hollywood. Seorang ahli berkemeja putih di ruang kontrol dan sibuk menelepon petinggi dan pembuat kebijakan dengan suasana tegangnya. Sedangkan keadaan di luar itu tenang – tenang saja tidak mengetahui apa yang akan terjadi.

Film menceritakan kepada kita terlebih dahulu mengenai beberapa orang. Keluarga penjual makanan di daerah pesisir, geologis dan keluarganya (pasti ya ada adegan ahli geologis selain mengurusi masyarakat juga harus menyelamatkan keluarga), dan beberap kisah percintaan lainnya seperti Man Sik (Sol Kyung Gu) duda beranak satu yang hidup bersama ibunya dengan wanita yang dikasihinya, Yeon Hee (Ha Ji Won) Atau kisah dik Yeon Hee si penjaga pantai, Hyeong Sik (Lee Min Ki) dengan kisah cinta segitiganya.

Hingga tiba bencana itu datang, diawali oleh sebuah gempa besar. Beberapa orang terjebak di gedung, pengunjung pantai yang saling melindungi diri. Hingga akhirnya terlihat air pantai surut banyak, dimana itulah salah satu tanda terjadi tsunami. Para pengunjung pun berlari berbondong – bondong menjauhi pantai lengkap dengan semua bikininya ketika melihat air menggulung sangat tinggi menuju pantai siap melahap semua yang menghalangi jalan airnya.

Kericuhan pun terjadi, semua orang panik. Semua menjauh dari pantai dan berlarian tak tentu arah. Kedua pemeran utama digambarkan berlarian bersama menjauhi pantai bersama ribuan orang lainnya. Hingga akhirnya gelombang tinggi menghantam gedung – gedung tinggi dan melahap seisi kota.

Air laut digambarkan menghantam dan memecahkan gedung – gedung pencakar langit. Menyapu orang – orang yang berada di jembatan yang mirip dengan yang ada di san fransisco. Ada kapal tanker yang menyangkut disana. Lucu sekali ketika tokoh culun selalu tampak selamat ketika banyak kontainer2 besar berhamburan menghujam jembatan.

Ada hal – hal baku yang dikisahkan dalam film ini. Betapa jika ketika bencana besar datang seringkali kita saling menjaga dan menyelamatkan orang – orang terdekat kita, ada pula kisah orang yang amat sombong dan egois yang biasanya memang merepotkan orang lain. Hampir berhasil di selamatkan oleh penjaga pantai dari laut, karena egois malah merugikan pihak lain dan penjaga pantaipun mengorbankan dirinya. Orang yang dikisahkan jenaka kerap selalu selamat dan beruntung. Tokoh utama yang akhirnya berhasil melewati bencana.

Ada satu hal baik ketika bencana ini usai, ketika pemerintah dan rakyat mengenang bencana ini dan orang2 yang menjadi korban, saya suka sekali kalimat :

Bencana ini memang besar, dan korban amatlah banyak. Namun kita semua akan baik2 saja, korea akan baik2 saja

begitu kira2 intinya. kalimat yang positif dan menenangkan bahkan bagi saya yang menontonnya.

Apa saya menangis sepanjang film? TIDAK. tidak ada yang terlalu mengharukan, mungkin karena saya terlalu sering menonton film serupa sehingga saya mulai terbiasa dengan pikiran bahwa semua itu rekayasa dan dramatisasi film.

Efeknya lumayan lah untuk ukuran Korea, jangan bandingkan dengan Hollywood pasti ada kurangnya. Setidaknya keren lah untuk dinikmati.

btw, si Lee Min Ki yang brondong itu bener2 gk punya pesona di film ini walau jadi penjaga pantai. Padahal dulu gemes banget ama dia ketika di drama Spring of Dalja. Mungkin karena saya pernah shock ngeliat dia beradegan amat berani di suatu film, sampe saya merasa enek sendiri🙂

selamat nonton untuk yang belum. Ini film udah cukup lama release kok. sekitar tengah 2009.

5 thoughts on “Haeundae – Film Tsunami ala Korea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s