oh Hachiko

Hachiko A Dog's Story

Saya baru kesampaian nonton hachiko tadi sore. Film yang amat menyentuh dan sarat makna walau tidak disajikan secara berlebihan.

Dikisahkan seorang profesor yang diperankan oleh aktor gaek Richard Gere menemukan hachiko kecil celingukan di sebuah stasiun kereta ketika pulang bekerja. Ia menyapanya lalu berusaha menitipkannya kepada orang lain hingga pemilik anjing lucu tersebut datang menjemput. Gagal mendapatkan penjaga, anjing itu pun ia bawa pulang walau harus berhadapan dengan istrinya yang tidak menyetujui akan kehadiran anjing di rumah.

Hari – demi sang profesor pun semakin lengket dengan si anjing dan sang istri pun luluh dan membiarkannya merawat anjing itu hingga besar. Hachiko anjing yang lucu, bersih dan amat setia. Profesor banyak menghabiskan waktunya dengan anjing ini. Saking dekatnya, Hachi amat sedih jika ditinggal pergi kerja. Mirip seperti anak2 kecil ditinggal ayahnya ke kantor. Walau dikurung di rumah, ia selalu mendapat jalan untuk menyusul majikannya hingga ke stasiun dan menguntit hingga terkadang sang profesor terhalang pergi ke kantor.

Profesor mulai membiarkan Hachi mengantarnya berjalan kaki hingga stasiun kereta dan melatihnya untuk kembali pulang ke rumah. Anjing pintar ini menunggu dengan jemu di rumah hingga terdengar sayup2 suara bel kereta tiba, maka ia pun akan berlari kencang ke stasiun dan duduk manis tepat di depan pintu keluar stasiun menunggu sang tuan muncul.

Kebiasaan berlangsung hingga lama, sampai  – sampai orang di stasiun mengenalnya dengan baik. Berbagai musim berganti, hachiko setia mengantar dan menjemput sang tuan. Hingga suatu hari Hachiko bersikap aneh dan tidak ingin tuannya pergi, ternyata itulah terakhir ia bertemu tuannya yang meninggal mendadak ketika di kampus.

Pemakaman profesor dilakukan, namun Hachiko rupanya tidak memahami bahwa tuannya telah tiada. Ia selalu kembali dan kembali menuju stasiun tempat ia menunggu sang tuan tepat di jam 5 sore. Bahkan ketika ia di bawa oleh anak perempuan profesor ke daerah lain, Hachiko melarikan diri hanya untuk tetap berada di stasiun tepat ketika kereta yang membawa tuannya pulang dari kantor setiap sore.

Berkali – kali di jemput untuk pulang, Hachiko bersikeras kembali ke stasiun hingga ia benar – benar dilepaskan. Sungguh setia Hachiko, ia menunggu tuannya pulang setia duduk manis di depan stasiun, hingga malam. Ia tidur di dipo kereta, tepat di kolong kereta yang sedang parkir dan kembali menunggu di tempat biasa.

Tahun berganti tahun, musim berganti musim namun Hachiko yang lucu masih setia menanti, melebihi kesetiaan manusia kepada manusia lainnya. Ia amat merindukan tuannya yang tidak membuangnya ketika pertama menemukannya. Hachiko lucu itu pun tampak semakin tua dan kotor. Orang orang di stasiun yang mengenal profesor dan terbiasa melihat anjing ini dikisahkan cukup memperhatikan hachi dengan menyapa dan memberi makan. Hingga ada seorang wartawan yang menulis fenomena kesetiaan anjing pada tuannya ini di sebuah surat kabar. Hachiko menjadi terkenal. Ketika istri sang profesor kembali ke kota tersebut, ia menjadi amat takjub menyaksikan anjing suaminya ini setia menanti hingga 9 tahun lamanya.

Terasa sekali kesan kerinduan Hachi, hingga ketika ia tidur di kolong kereta pun ia bermimpi seakan sedang bermain dengan tuannya.

Film Hachiko bukti tentang pendapat bahwa anjing adalah sahabat terbaik bagi manusia. Setia dan amat menjaga. Saya jadi terpikir ingin memiliki seekor anjing jika semua anjing seperti hachiko. Mungkin ia akan menemani saya dan menjaga saya ketika takut kapanpun dan dimanapun bahkan ketika saya merasa tidak memiliki siapapun.

Hachiko sendiri berdasarkan kisah nyata di Jepang. Namun film ini sedikit dimodifikasi dari kisah asalnya. Dalam kisah nyatanya hachiko memang diberikan kepada profesor oleh pemiliknya. Hachiko dipelihara dengan 2 anjing yang lain dan betul kerap mengantar dan memjeput sang tuan ke stasiun setiap hari.

selepas wafatnya profesor hachi dikisahkan dititipkan secara berpindah – pindah tangan. Umumnya pemeliharanya tidak menyukai Hachi hingga akhirnya Hachi memutuskan untuk tinggal di stasiun dan menunggu tuannya. sesungguhnya orang2 di stasiun tidak bersikap baik seperti digambarkan film ini.

Kisah Hachiko memang betul di angkat ke media bahkan patung Hachiko pun dipahat dan dipasang di stasiun Shibuya Jepang pada tahun 1934. Setahun setelahnya Hachiko ditemukan tewas di sisi sungai dekat stasiun. Pemakamannya dihadiri banyak pihak termasuk janda profesor dan biksu.

Kisah Hachiko pun dimasukan ke dalam buku pelajaran sekolah dasar sabagai pelajaran moral, diangkat ke dalam sebuah film juga drama serial di jepang sana. (wikipedia)

nice movie and nice story hachiko, diperankan dengan pas oleh aktor yang lirikan mata juga sunggingan senyumnya yang tak habis saya kagumi. Mengajarkan kepada kita tentang kesetiaan dan kasih sayang, yang bahkan seekor anjing pun mampu membuktikannya.

7 thoughts on “oh Hachiko

  1. Baiklah..
    Mari mencari anjing yg setia tp bersih dan tidak jorok.
    Teuteup gw mah gak mau ah.
    Meningan nyari jaket aja.
    Jaket gw udah pada jelek.
    Ya walopun 3 hari ini panas.
    Tapi gw masih perlu jaket.
    Nah kalo udah nyari, trus cocok, beli deh.
    Satu aja dulu.
    Soalnya sendal gw juga rusak.
    Sekarang gw balik lagi ke sendal eiger.
    Eh bagus loh.
    Kuat.
    Udah 3 taunan.
    Apalagi yg 1 lagi.
    Dari kuliah tuh.
    Dipeleter pula.
    Gw kuliah pake sendal.
    Tiap hari.
    Kecuali kuliah Strategi belajar mengajar yg menuntut gw berpenampilan seperti guru.
    Tapi toh pada akhirnya gw jadi guru berseragam celana jeans+polo shirt+ sepatu kets.
    Jd terlihat sangat simple.
    Oh mungkin supaya gesit yah.
    Coba bayangkan kalo gw pake semiblazer kaya waktu gw kerja di bintal.
    Hmm..
    Baiklah..
    Hidup hatciko..

    • hahahahaha komen maneh panjang ama entriiiii😛

      hm iya mun teu haram mah gue ge mau. ngan masalahna gue ge sieu pisan ka anjing..

      oh ya.. sendal gue ge rusak..mana dompet keu tipis deuih😦

      lalieur jadina nyia..meuli naon heula nyia???

    • jiaaaaaah, gak nyesel tau..lumayan lah..gk cewe banget dramanya..ini kisah ttg laki2 dan anjing setianya…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s