Kunjungan Presiden Amerika

RI n AS

Teman saya Ara membuat note facebook mengenai kedatangan presiden Obama beberapa hari ke depan. Memang berita mengenai kedatangan presiden penerus mr. Bush ini sedang ramai digulirkan media masa maupun elektronik. Bahkan semalam pro kontra akan penyambutan kedatangan presiden ini menjadi topik di salah satu acar debat semalam.

Saya jadi teringat di penghujung tahun 2006 lalu. Hampir 4 tahun lalu pendahulu mr. Obama yaitu mr. Bush pun pernah melawat ke Indonesia ketika masih menjabat sebagai orang nomor 1 di negaranya. Dan kota yang ia kunjungi adalah kota dimana saya tinggal, yaitu Kota Bogor.

Saya tidak untuk berbicara mengenai pro kontra tentang kunjungan kedua presiden ini, pun juga bukan untuk berbicara apa hasil dan manfaat yang di dapat kedua negara atas pertemuan itu. Izinkan saya tidak memandang dari sisi sana.

Saya hanya ingin berbagi cerita sebagai warga Bogor yang kala itu kotanya menjadi berbeda dengan hari – hari biasanya ketika mr. Bush ini berkunjung. Sepekan sebelum kedatangan mr. Bush mendadak saya sering melihat bule2 berkeliaran di Kota Bogor. Mungkin media massa asing yang terlebih dahulu datang. Ketika saya fitnes di gym pun dengan seorang teman, gym itu dipenuhi oleh bule. Maklum, saya nge gym tepat di sebelah dan di belakang hotel yang cukup besar di kota ini.

Selain bule2 yang berkeliaran terkadang saya juga menemukan mobil keren yang jalan2 di seputar jalanan Bogor dan di dalamnya bule2 yang ber jas lengkap. *keren ya🙂 mantau apaan ya?

H-2 dan H-1 apa lagi. Kota mulai aneh. Lingkar istana jelas sudah steril, dipastikan para penjual kaki lima sudah dibuat hengkang. Jalanan mulai sepi dan di jaga. Saya tenang aja fitnes dengan teman saya, padahal di jalan sudah tidak ada angkutan umum. beruntung teman saya membawa mobil.

Rumah saya ada di area jl. jend a. yani. sangat dekat dengan stadion pajajaran yang dijadikan tempat mendaratnya helikopter mr. bush beserta para pengawalnya. Hari itu langit tampak ramai dengan lalu lalang helikopter yang melakukan persiapan. Hari itu kalo tidak salah banyak sekolah di liburkan, saya pun tidak mengajar tepat hari itu. Hanya berada di rumah dan menikmati suasana kota.

Jl. Jend. A Yani praktis kosong. Karena jalan itu termasuk ring utama yang di jaga. Sejauh mata memandang saya tidak melihat kendaraan lewat. Hanya beberapa mobil stasiun televisi yang lalu lalang mengambil gambar. Jalanan penuh dengan masyarakat yang duduk di sepanjang jalan. Ada yang bermain bola (lengkap dengan gawang buatannya), ada yang bersepeda, ada yang main bulutangkis dan banyak yang bersenda gurau. sungguh keadaan yang amat jarang terjadi di jalanan yang sehari – harinya padat itu.

Dimana para demonstran? waaah itu sih jauh. saya bahkan hanya melihatnya di televisi, karena rumah saya benar2 ada di tengah di dalam kepungan anggota polisi. Saya mencicipi sepeda tetangga saya, melaju beberapa ratus meter dari rumah, maka saya akan tiba di deretan punggung brimob yang berjajar memblokir jalan. Para demonstran ada di depan jambu dua di blokir oleh barisan polisi yang terdepan. *jadi saya benar2 terperangkap di tengah2 blokade.

Hari itu melalui teman saya bahkan saya di wawancarai oleh suatu radio dari jawa sana. Penyiarnya secara langsung menanyai saya tentang situasi kota Bogor dan memastikan lokasi saya benar2 dekat. Sampai2 saya di wawancara sambil berjalan di antara tank TNI plus tentara berseragam lengkap dengan senjata laras panjangnya. hihi serem banyak tentara bahkan dengan tank perangnya. Menjaga ring utama sekitar lapangan tempat heli akan mendarat.

Takutkah saya ? tidak..tapi saya norak. saya foto2 di depan mereka. Kehadiran tentara siap perang itu lebih menguras keingintahuan saya karena saya tidak besar di daerah operasi militer. Saya malah jadi menikmati hari itu

Menjelang siang hujan turun amat deras, langit menghitam. Jalanan pun mulai kosong. Masyarakat mulai bosan berkumpul di jalanan. Sore menjelang senja langit amat ramai antara air hujan dan helikopter lengkap dengan lampu2nya. Helikopter2 itu terlihat mendarat hanya sekitar beberapa rumah jika saya lihat dari balkon teras lantai dua rumah saya.

Saya pun kembali ke jalanan, menggunakan payung bersama banyak masyarakat lain. Di sisi jalan tepat di sisi lapangan. menonton begitu banyak helikopter yang menurunkan penumpang. Yang teramat jelas tentu saja para pengawal bule yang turun di lapangan luar stadion. Presiden sih turun di dalam stadion. Para tentara RI itu makin keliatan siaga. Konvoi presiden itu hanya beberapa meter dari tempat saya berdiri. Di kawal oleh banyak pengawal bahkan penjuru jalan di jaga tank baja tentara.

Terimakasih mr. Bush, kamu datang saya jadi bisa menikmati jalanan kosong dan bertatap muka dengan tentara2 berwajah garang yang seakan bersiap meletuskan peluru2nya. Jangan melupakan hujan yang kau temui di Kota Bogor ya..

4 thoughts on “Kunjungan Presiden Amerika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s