A Gift (alice in wonderland)

tiket gratis

Sehabis solat magrib di sebuah mall dalam aktivitas jalan sore2, saya mengajak teman saya untuk mampir melihat bioskop. Cukup lama saya tidak pergi menonton, cukup banyak pula film yang saya lewatkan. ya..siapa tau ada film bagus yang bisa saya tonton.

Ada yang mau saya tonton, namun rupanya teman saya ini sedikit lelah dan malas pulang kemalaman. saya pun mengikuti keinginannya untuk tidak nonton.

Saya pun kembali keluar bioskop seraya mengatakan niat saya untuk pergi ke bioskop esok hari. Ada film yang mau saya tonton..

Ketika saya baru saja keluar saya dihampiri oleh seorang cewe yang mengenal saya dan memanggil Bu Dina. Sudah dipastikan ini adalah salah satu mahasiswa di tempat saya mengajar. Cewe itu menyodori dua buah tiket untuk menonton Alice in Wonderland yang akan dimulai 20 menit lagi. Alasan ia menawarkannya katanya 2 orang yang akan menonton bersama membatalkan karena berhalangan. Namun tiket sudah dibeli dan tidak bisa dikembalikan.

Saya agak bingung, alasan tidak jadi menonton adalah teman saya tidak mau pulang kemalaman. Saya pun minta persetujuannya untuk menerima kedua tiket itu. Saya jadi menonton dan juga membantu cewe yang menawarkannya pada kami.

Teman saya setuju, dan saya segera menyerahkan uang 50rb untuk mengganti biaya kedua tiket itu. Namun ternyata si cewe tidak mau menerimanya. Ternyata ia bukan ingin menjualnya kembali, namun ingin memberikannya kepada saya.

Nah loh..gratis gini mana enak ya..ada beban juga. Namun ia bersikeras untuk tidak menerima penggantian uang tiket tersebut. setelah beberapa waktu saling memaksa akhirnya saya mendapatkan tiket pertunjukan ALice in Wonderland versi 3D itu secara cuma – cuma.

Saya jadi tersenyum, bukan karena nominal tiket yang saya mampu beli sendiri. Namun mengapa ada kejadian seperti ini? mungkin Allah gemas melihat saya merengut terus sejak datang ke mall itu. Memang teman saya sendiri menanyakan apa saya habis menangis🙂. katanya terlihat dari mata saya yang dua kali lebih sipit dari normal. Raut wajah pun amat lesu katanya.

Saya memang sedang tidak merasa enak perasaan sore tadi, susah rasanya tersenyum. Namun perasaan sedikit lebih baik ketika saya jalan2 dan membeli buku2 baru tadi dan mengobrol dengan teman saya.

Sekarang saya mendapatkan tiket gratis ini, rasanya jadi semakin banyak alasan untuk tersenyum. apapun alasan mengapa kejadian ini terjadi🙂

Saya pun menonton dan duduk di kursi sesuai yang tertera pada tiket. berdua bersama teman saya. Ketika saya sudah menggunakan kaca mata 3D sebagai alat penunjang pertunjukan yang disajikan secara 3D, saya melihat anak cewe tadi memasuki studio.

Loh, Hey..Mrs Irma. Ternyata anak cewe tadi datang menonton bersama mrs. Irma dosen pengajar bahasa Inggris IPB juga di tempat saya mengajar di Diploma IPB. saya mulai kebingungan, dan dengan sedikit tanda mrs. Irma mengatakan “she is my niece”.

Saya pun tidak banyak bertanya lagi karena pertunjukan akan segera di mulai. Ketika pulang pun saking kebelet pipis saya tidak menyapa mereka.

Mrs. Irma makasih untuk tiket gratis ini🙂 sampaikan juga kepada your niece tadi. Makasih jadi terhibur neh dapet pemberian gratisan. Suatu hari saya akan membalas pemberian tiket malam ini ya…

thx🙂

4 thoughts on “A Gift (alice in wonderland)

  1. heeeee…..kabaikan bisa datang dari siapapun, bahkan dari oarang yang tidak di kenal sekalipun. titip bilang makasih buat mahasiswanya kalo nanti ketemu mba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s