Aku Makhluk Koloni

koloni

Dulu di zaman kuliah saya bertemu mata kuliah mengenai makhluk hidup perairan. Saya temui bersama teman – teman disana istilah berkoloni dan soliter.

Soliter berarti hidup sendirian,berdiri sendiri. Sedang berkoloni artinya hidup berkelompok dengan suatu group. Istilah itu saya gunakanmenjadi istilah sehari – hari. Dan tercetuslah pentasbihan bahwa saya adalah makhluk berkoloni.

Bagaimana tidak berkoloni, sedang saya dari mulai SD hingga pada jenjang perguruan tinggi menjadi pribadi atau sosok yang bergaul dan berteman dengan cara membentuk suatu grup. Namun jangan samakan dengan genk, koloni yang sering saya bentuk bersama teman – teman hanyalah ikatan persahabatan yang amat kental dan ketara kedekatannya. Namun kapanpun saya tidak pernah menutup diri dari pihak di luar grup.

Sejak SD hingga dewasa diri saya selalu menjadi bagian dai suatu kelompok. Jadi tidak aneh jika saya tipikal orang yang bergerombol ketika berjalan kemana – mana. Jika tidak ramai2 pasti ada satu atau dua orang disamping saya.

kebiasaan berkoloni seperti ini dalam jangka waktu yang lama cukup menyulitkan saya ketika saya harus bertingkah layaknya pelaku solitarian. Misal aktivitas saya mengajar sekarang, mau tidak mau saya kerjakan secara sendirian. ada tim pengajar namun tetap saja pada prakteknya saya mengerjakan sendirian.

Malam ini saya sadar betapa saya merindukan kehidupan berkelompok, saya merindukan teamwork, saya merindukan bekerjasama dengan orang lain. Saya rindu bersosialisasi dengan cara berkumpul dan mencirikan diri dengan ciri tertentu.

Namun tidak selamanya bisa seperti itu. Kehidupan yang semakin dewasa, pekerjaan yang berbeda – beda dan kepentingan yang berlainan membuat banyak orang dewasa melakukan semua kepentingan dan tanggung jawabnya sendirian.

Saya mendadak ingin bekerjasama dengan beberapa orang, ingin pekerjaan yang menuntut saya untuk saling bekerjasama dengan orang lain dimana pekerjaan itu tidak berjalan jika teamwork gagal dilakukan. saya rindu berkelompok, saya rindu bermusyawarah dan sebagainya.

Sungguh, saya mungkin tidak memiliki bakat menjadi seorang yang soliter.

saya ini makhluk yang bahagia ketika berkoloni. rindu teman – teman dalam perasaan in group yang sama. Rindu kebersamaan dan rindu bergerombol.

2 thoughts on “Aku Makhluk Koloni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s