Dunia Maya Bagai Soda (kasus mario teguh)

soda

Semalam seperti biasa saya duduk manis di depan layar komputer saya. Memandangi layar yang bergantian menampilkan beberapa situs jejaring yang saya ikuti juga beberapa blog yang sedang saya rapikan.

Ada sesuatu yang janggal di twitter, saya melihat twitter Pak Mario Teguh yang sejak pagi ini rajin menaburi dengan kata2 bijaknya berubah tampak lebih personal, percakapan, suatu pernyataan minta maaf. Bukan kata – kata bijak seperti biasanya.

Saya sedikit bingung ada apa gerangan yang terjadi. Apakah Pak Mario menuliskan sesuatu yang salah tadi, lantas mengapa saya melewatkannya? sehingga saya tidak tau apa yang kira2 salah dan di protes para followersnya? keingintahuan saya hanya cukup sampai situ, mengingat saya sedang tidak terlalu bersemangat.

Sebelum saya beranjak tidur seorang kawan dekat mengatakan pada saya bahwa ada perkataan yang tidak berkenan di twitter Pak Mario Teguh Malam tadi. Pernyataan yang sedikit menghakimi sekelompok orang dalam hal ini adalah wanita dilihat berdasarkan gaya hidup. Kalimat “bijak” ini mendapatkan sorotan dan menjadi kehebohan sendiri malam tadi. Ada yang kontra ada pula yang mengatakan itu benar dan bahkan ada pula yang berpendapat jika Pak Mario Teguh melakukan kesalahan toh ia pun manusia seperti yang lain.

Kalimat “bijak” itu saya renungi pagi ini. Saya sendiri gak sepenuhnya merasa terhakimi walau ada perasaan sedikit gak berkenan membacanya. Namun  memang kita  akui standar – standar yang diisyaratkan oleh kalimat “bijak” itu bahwa wanita yang pantas dijadikan istri adalah yang begini dan begitu bisa menjadi standar sekelompok pria namun didunia ini rasanya saya memilih untuk tidak menjadikan apapun sebagai standar baku. Karena keberagaman pola pikir dan gaya pengambilan keputusan semua manusia di dunia amat beragam tujuan dan alasannya. Sehingga jika kita meyakini sesuatu sebagai hal  ideal dan orang lain pun memiliki keidealannya sendiri, lantas bukankah tiada keidealan yang bisa kita massalkan selain menjadikannya keidealan bagi diri kita sendiri ? . Pilih dan yakinilah sesuatu yang kita rasakan ideal maka kita akan menjadi pribadi yang unik dan berdiri sendiri.

Melihat reaksi yang cukup keras di dunia twitter, Pak Mario langsung menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi atas apa yang terjadi. Pernyataan yang pertama adalah permohonan maaf kepada yang merasa tersakiti, kedua ada fakta bahwa yang update ada tim moderatornya bukan Pak Mario pribadi. Pagi ini saya mendapati kabar lain, Pak Mario mengadakan rapat koordinasi bersama timnya. Dan keputusan dari rapat tersebut adalah memberhentikan pelayanan via twitter. Followersnya yang amat banyak itu pun saya dapati sudah menjadi NOL. Mungkin ia berkeputusan untuk menutup accountnya dan memberikan layanan di media lain.

Sayang seribu sayang, mengapa harus sekeras ini penyelesaiannya. Apa seberat itukah perasaan bersalah pihak Pak Mario Teguh? Atau sekeras itukah mereka rasakan kritikan dari para netter? Sehingga menutup dan menghindari situasi yang lebih tidak menyenangkan lagi dijadikan pilihan?

Saya meluangkan waktu untuk melihat seperti apa sih reaksi orang lain? Dan betul saja saya mendapati reaksi – reaksi yang cukup keras dari beberapa pihak. Ada yang kecewa, ada yang tersinggung, ada yang kaget kalimat seperti itu terlontar dari ucapannya Pak Super namun ada pula yang mencoba melihat dengan “adil”. Namun saya merasa lebih banyak pihak yang hanya merasa ingin tahu apa yang terjadi, sehingga kehebohan semakin tidak dapat dihalangi.

Ada pihak yang menyayangkan langkah penyelesaian dari Pak Teguh , yaitu dengan menghentikan layanan via twitternya. Saya bisa dikategorikan sebagai kelompok ini. Walau saya pun tidak berkenan dengan statement yang diributkan, walau saya pun belum lama menjadi followersnya, walau saya bukan fans berat namun sungguh sayang bereaksi sekeras ini.

Pergi dan melakukan ini seperti mengiyakan betapa besarnya kesalahan yang dilakukan, atau seberapa lemahnya kekuatan menghadapi reaksi para netter. Terasa disini dunia maya yang semu ini bagai sekaleng soda yang mudah ber”gejolak” jika terguncang. Mirip seperti kita mengocok sekaleng soda lalu bukalah tutupnya, rasakan apa yang terjadi. Berbeda jika kita mengocok kaleng berisi air bukan?

Dipuja dan dihujat didunia maya karena sekecil apapun yang kita lakukan bisa terjadi dalam hitungan menit saja.  Begitu pula memuja atau menghujat pihak lain bisa kita lakukan berganti dalam kurun waktu yang berdekatan.

Sungguh sedikit menyeramkan ya, bagai senjata yang amat tajam. Bisa mendatangkan keuntungan jika kita memanfaatkannya dengan baik namun bisa juga mendatangkan tsunami kerugian ketika kita melakukan kesalahan yang tidak disukai pihak lain.

Andai bisa menghalangi Pak Mario yang super untuk menutup twitternya, mungkin saya akan lakukan. Melakukan ini tentu saja menunjukan tidak adanya pembelaan diri. Mengapa tidak bertahan setelah melakukan sesuatu yang orang lain anggap salah sedang maaf sudah disampaikan. Apa sih yang bisa kita ajarkan kepada orang lain selain fakta bahwa manusia sempurna karena ketidaksempurnaanya. Bukankah dengan tidak menjadi sempurna seseorang menjadi tampak lebih manusiawi?

Walau saya sedikit merasa tercibir dengan kalimat “bijak” itu namun mengatakan pandangan saya dirasa cukup untuk menjawab pandangan subjektif tersebut. Tidak akan menghina dina dan mencaci maki siapa pengucapnya.

Sungguh, kita semua hanya manusia yang tiada sempurna. Sebagaimana dengan dunia maya yang sungguh reaktif ini, kita semua tampaknya perlu selalu bersikap bijaksana atas apa yang terjadi di sekitar kita.

8 thoughts on “Dunia Maya Bagai Soda (kasus mario teguh)

  1. hai gadis….sebesar apapun kesalahan orang, jika kita menyikapi dengan bijak maka akan menjadi spele, sebaliknya jika orang berbuat kesalahan sekecil biji jarahpun akan menjadai besar tatkala hati kita penuh dengan amarah…salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s