Banjir Bandang

Sungai Ciliwung

Kemarin sore, sekitar pukul 5 hujan turun dengan derasnya. Bukan pemandangan aneh, karena memang sudah satu minggu ini Kota Bogor kerap di guyur hujan deras di sore hari. Plus dengan angin juga petirnya.

Sore itu saya berencana pergi berbelanja dengan mama saya selepas saya bekerja. Namun kondisi kakak perempuan saya yang sedang sakit memaksa kami mengurungkan niat pergi ke mall karena harus pergi ke dokter. Saya pun memutuskan ke mall bersama seorang teman saya untuk mencari makan malam.

Ketika berada di Mall, selepas saya menunaikan sholat magrib di lantai 2 botani saya di telepon oleh kakak perempuan saya. Ia menanyakan posisi saya berada dan melarang saya pulang dulu. Menurut dia sungai ciliwung meluap melebihi jembatan menuju rumah. Lebih parah dari beberapa tahun lalu yang kita fikir amat besar. Selepas itu saya mendapat tugas untuk mencari tahu keberadaan bapak dan kakak laki2 saya, untuk memperingati mereka agar tidak pulang melalui jembatan.

Sedikit aneh, setahu saya ciliwung sedang adem ayem. Saya kan melihatnya setiap hari, di atas ojek di tengah hujan. memang sungguh aneh bulan desember lalu debit air ciliwung tidak mengalami kenaikan. Padahal hujan turun setiap saat. Saya bicara pada tukang ojek, kok adem ayem ini air ya?

Selepas dari dokter mama dan teteh saya menghampiri saya di mall. kami membeli dahulu beberapa kebutuhan rumah kami yang memang sudah habis. Lalu mulai bingung mau pulang melalui jalur mana? Kota Bogor ini bagai kota yang di belah Kali ciliwung. kemanapun saya memang harus menyebrangi sungai.

Pusing juga, dengan beberapa kantung belanjaan, mana hujan, dan teteh saya yang sedang sakit di hamilnya yang amat muda. Apakah angkutan umum akan beroperasi seperti biasa? saya pun mencari informasi kondisi yang sebenarnya. Khawatir yang saya dengar terlalu dilebih – lebihkan.

Saya pun memutuskan menggunakan taksi untuk pulang ke rumah, berputar ke jalan lain dimana saya harus jalan di gang dengan banyak tangga yang gelap. Walau harus melalui jembatan, saya memilih jembatan sempur yang lebih tinggi jembatannya. Setidaknya ini yang saya pikirkan. Malam tadi macet sekali, kami harus antri melalui jembatan ini. Supir taksi memastikan apa kami akan melanjutkan, dan saya katakan bagaimanapun kami harus pulang.

Ketika akhirnya kami berada di atas jembatan, saya membuka kaca mobil berharap bisa melihat sebesar apa air sungai. Hehe namun mama saya sambil berdoa sibuk meminta supir segera melaju takut jembatan ini roboh jika air terlalu besar. hehe.

Saya pun tiba di rumah saya dengan selamat, melalui jalan alternatif yang terbaik yang bisa saya pilih. Rumah saya memang ada di daerah lembah, di dataran rendah Kota Bogor. Agak jauh dari rumah saya mengalir panjang sungai ciliwung. Dan saya sudah menyaksikan siklus 5 tahun dimana air ini meluap dengan ganas. Saya pernah beberapa kali melihat kerusakan yang di alami rumah – rumah tetangga saya yang rumahnya lebih dekat dengan sungai.

Besok sorenya saya menyempatkan diri melihat – lihat jembatan yang semalam diluapi air. Dan saya menyadari, air bah semalam benar – benar lebih hebat dari tahun – tahun lalu yang pernah saya lihat.

Jambu 2

Jalan ini yang kerap saya lalui naik ojek kalo pulang malam, atau naik angkutan umum melewati pasar. Sore tadi jalanan macet sekali, ternyata jalan ini sedang di bersihkan. Beberapa truk satuan tentara sedang membantu membersihkan rumah2 daerah ini yang terkena banjir bandang semalam. Benar – benar hebat, air bisa naik hingga kesini. Pasar induk jambu 2 yang di lalui sungai ciliwung konon digenangi air hingga sepinggang. Lapangan parkir ruko dimana saya biasa ke ATM BCA, apotik langganan saya tadi terlihat dilapisi lumpur tebal. Benar2 parah.

Saya pun bertanya pada satu tentara apa saya diizinkan untuk lewat. mengingat saya tidak ada jalan lain. Ternyata bisa, dan saya pun memanggil ojek langganan yang sudah tidak bersandal karena kakinya amat berlumpur. Saya lihat beberapa rumah yang sedang mengeluarkan barang2nya sisa semalam. Petugas pemadam kebakaran sedang menyemprot lumpur dan selokan. Benar – benar kacau semalam. Untung saya sedang tidak berada di situ semalam, padahal malam sebelumnya saya menemui teman sayang yang sedang berada di dokter gigi.

jembatan

Setelah melewati jembatan hambu 2 saya akan melalui jalan ini. Ini jembatan menuju komplek yang harus saya lewati untuk menuju rumah. Semalam air meluap melewati jembatan. Lumpurnya hingga melewati jalan dan rumah sepanjang pinggiran kali. Dulu tidak sampai seperti ini. Semalam, jembatan ini di tutup dan mustahil saya lewat kecuali menunggu air surut.

kerusakan sepanjang aliran sungai

Air masih tampak tinggi sore tadi, kondisi normalnya air lebih rendah dari tampak pada foto yang saya ambil. Lihat lahan kosong pada gambar. Disini ada pemancingan umum yang ikut lenyap semalam. Matrial di sampingnya pun agak rusak. Gubukan tempat berteduh pun lenyap.

jebol

Rumah besar yang berada di sebrang sungai jika dari areal rumah saya tampak telanjang halaman belakangnya. Bukan hanya pondasi, tembok tinggi pembatas rumah pun lenyap. Sepertinya itu kolam ikan yang hancur terbawa air. Banjir semalam benar2 besar sepertinya. Bagaimana yang di jakarta sana ya? atau mungkin karena sudah jauh kecepatan air tidak akan sederas disini.

Banjir, Jakarta dan bantaran sungai, PR untuk pemerintah yang tiada habisnya..

BANJIR LALU, JENDELA HATI OBENK’S FS BLOG

2 thoughts on “Banjir Bandang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s