Aku Tidak Pernah Punya Sepeda

sepeda

Malam ini jalan2 ke mall. Malas pulang ke rumah cepat2. selain karena hujan juga karena rumah sedang kosong. Hampir seluruh penghuninya berada di luar. Belum lagi ada kabar bahwa jembatan kali ciliwung menuju rumah saya tidak dapat dilewati.

Saya berputar – putar di supermarket bersama seorang kawan. Menunggu mama saya dan kakak perempuan yang dalam perjalanan menyusul karena banyak kebutuhan rumah tangga yang perlu di beli. Saya melihat deretan sepeda ini, dan tercengang melihat harganya. sekarang sepeda itu mencapai jutaan ya harganya? dulu kala saya masih kecil, saat ingin2nya dibelikan sepeda harganya masih kisaran ratusan ribu. *iyalah..tahun barapa ya? :p

Jangan tertawakan saya ya, jangan pula kasihani saya. Biasa2 saja. hm..saya tidak pernah memiliki sebuah sepeda sama sekali looh🙂 Tidak satu pun. Tidak di kala saya kecil, remaja maupun dewasa. hehe. Dulu orang tua saya tidak membelikan saya sepeda. saya sendiri tidak tau alasannya. Kedua kakak saya pun tidak pernah punya. Mungkin hanya baby walker benda beroda yang pernah saya punya, karena ada kisah saya jungkir balik di tangga dari baby walker itu.

Alasan yang mampu saya terima mengapa saya tidak dibelikan sepeda karena dekatnya rumah saya yang kala itu masih tinggal bersama nenek dengan jalan raya. Ada kekhawatiran kami 3 bersaudara sulit dikendalikan area main sepedanya.

Kakak perempuan saya tidak bisa naik sepeda. Pernah bisa sih, namun masih kaku. berbelok pun harus turun dulu🙂. Tapi saya sih bisa. Maklum, walau tidak punya sepeda saya punya banyak teman main di rumah yang tentunya mereka memiliki sepeda. Dan saya bisa ikut main sepeda mereka bergantian bagai saya memiliki saham 50% atas sepeda mereka, hehehe

Banyak tanda kenakalan saya dulu. di lutut ada bekas luka ketika saya jatuh karena naik sepeda berboncengan dengan kawan saya yang kini sudah almarhum. Tanpa rem di jalanan berbatu kerikil dan menurun tajam. Saya ingat sore itu saya masih menggunakan seragam SD. Hari sudah amat sore. Lutut pun sobek, agak dalam karena terkoyak batu. Saya masih ingat darah yang mengucur dan daging keputihan yang menguak di lutut. sakit, pedih.

saya pulang dengan wajah meringis, dengan baju kemeja yang amat kotor. Belum lagi rok SD yang tidak karuan. Saya ingat sore itu saya kena marah, padahal saya dalam keadaan berdarah. Mandi sendiri, menahan nangis perih karena takut semakin dimarahi. Siang sepulang sekolah dari SD saya memang langsung bermain dan tidak menunjukan batang hidung hingga pulang dalam keadaan berdarah. dan siang itu saya membolos dari sekolah madrasah, dan itu membuat mama saya marah. Tidak tau saya main sepeda dimana🙂

Hm..kaget juga sekarang melihat harganya sejuta-an. ada yang 2 juta ada juga yang 3 juta. Akankah kira – kira suatu hari saya memilikinya? terasa amat terlambat untuk memilikinya saat usia sekarang ini. Mungkin suatu hari nanti saya akan menghadiahkan anak2 saya nanti sepeda untuk mereka.

Saat saya melihat sebuah sepeda tandem biru terlintas juga mungkin suatu hari saya akan meminta suami saya membelikan sepeda tandem itu agar kami bisa bersepeda berdua. hehehe.

Tidak pernah punya sepeda ini kerap kami bahas kepada orang tua sampai saat ini. kami sekeluarga akan tersenyum menyadari tidak satupun dari kami yang punya sepeda seumur hidup. Sebagai gantinya, beberapa tahun lalu mama saya membelikan sepeda masing2 satu untuk sepupu2 saya yang masih SD. Mungkin mama saya pun merasa berhutang, berhutang memberikan sepeda. hehehe

suatu saat saya akan punya sepeda saya sendiri🙂

8 thoughts on “Aku Tidak Pernah Punya Sepeda

  1. wew anda beda sekali dgn Saya, Sejak SMP Saya memiliki sepeda walaupun berasal dari turunan kakak tertua Saya, kemudian Sepeda kedua agak canggih namanya united warna maroon.. keren tapi namanya juga anak bungsu selalu dapet warisan dr kakak n abangnya. alhasil SMU kelas 3 Saya punya sepeda baru bahkan dlm setahun punya 2 sepeda…he he.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s