CAR FREE DAY di Bogor

Hari Minggu, 11 hari yang lalu saya diajak untuk jalan pagi ke area sempur. Menemani sang ibu yang ingin jalan pagi di jam Car Free Day yang memang beberapa waktu ini mulai digalakan di Kota Bogor.

Cuaca mendung pagi itu, rasanya malas sekali. Mata saya amat rapat. Bayangkan, saya belum tidur sama sekali setelah semalaman chatting dengan seorang kawan hingga pagi datang. Namun sulit mengatakan kata AH kepada ibu kita bukan? akhirnya, dengan sedikit sempoyongan saya menguatkan diri untuk jalan kaki🙂 ini report suasana pagi itu :

depan pintu istana bogor

jalanan sudah mulai di tutup pagi itu. semua kendaraan tidak di perkenankan melalui jalan jalak harupat yang menurun itu. Jalan yang menuju lapangan sempur

jalak harupat

Ini jalanan favorit saya di kota bogor. jalan jalak harupat, tepat sebelah kiri dari pintu istana bogor. agak melingkar dan sedikit menurun. satu yang saya sukai dari jalan ini adalah pohon yang besar dan lebar itu. Lihat pohon itu jadi inget Mariah Carey? kenapa coba? soalnya kalo gak salah ada video klip mariah yangnyanyi di atas pohon. Dan pohonnya ini mirip seperti pohon ini. Mari berdoa semoga pohon ini tidak tumbang dan mati sampai kapanpun.

jl. Jalak harupat Bogor

eh, kita berbalik dikit ya…saya bener – bener suka jalan ini. Kita lihat dari sisi bawah ya…huaaa…sepi, pohon dan jalanan agak basah habis hujan di jalak harupat. Saya yakin kalo saya sedang berada di kota kelahiran saya🙂

Sungai ciliwung dari jembatan sempur, Bogor

inilah sungai ciliwung yang terkenal sebagai pengirim banjir ke Jakarta itu. Terlihat di pagi gelap,tampak air sungai amat coklat dan agak naik mengingat semalamnya turun hujan terus menerus. bicara tentang banjir, bukan mengirim looh sebenernya. Air itu memang bergeraknya kesana, ke dataran lebih rendah menuju laut. ya jangan di halangi jalannya ..

Dimana rumah saya? renang aja ikutin arus sungai. nanti setelah ketemu beberapa jembatan gantung akan ketemu jembatan aspal di suatu komplek. lalu naiklah..tanya dimana mesjid komplek itu🙂 lalu tanya lagi rumah saya🙂

Tukang gorengan🙂

sluuuurp tukang gorengan…:)
makan pastel pinggiran yang harganya cuma 500 perak lebih enak dibandingkan yang harganya 3000 isi ayam. sayang cuma bisa foto. Gak enak, jalan belum jauh mana belum mandi lagi. Jelek amat udah jajan, gorengan lagi🙂

Jalan pagi

Wew, langit pagi Kota Bogor semakin gelap di lapisi mendung tipis, gerimis turun sedikit namun ragu. Tapi lihat pejalan kaki ini, jika sebagian penduduk kota ini masih berselimut di atas kasur yang empuk, mereka semangat menuju lapangan. Motifnya bermacam – macam. Ada yang sekedar jalan2, nokrong, main volley, jalan kaki, main basket, atau main sepakbola.

Lintasan lapangan

Lintasan sisi lapangan ini kini bisa kembali dijadikan arena jalan kaki. Dulu ketika lapangan ini baru di bangun indah, lintasan ini mambuat kita merasa berada di tengah stadion yang terbuka.

Namun sejak motif kemari menjadi wisata kuliner dan nongkrong, sempat lintasan ini dipenuhi pedagang musiman memenuhi bagai di pasar kaget belum lagi penjual2 yang menghabiskan area pejalan kaki. Hingga berjalan pun mungkin terasa seperti tawaf di tanah suci. Tidak ada unsur olah raga sama sekali.

lintasan berbatu

Heeeey, bagaimana mau lari? lintasan yang dulu bagus ini sekarang sudah berbatu. Jangankan berlari, berjalan kaki pun harus hati – hati. Maklum, saya yang engkel kaki kiri pernah terkilir saat dulu hobi main voli selalu harus hati2 terhadap batu. Kaki kiri amat mudah terkilir. Konon katanya kalo engkel udah pernah kena maka memang agak riskan terkilir. Jadi batu jalanan kadang menjadi musuh kaki kiri saya🙂

lokalisasi pedagang

Lama tidak kemari ternyata sekarang para pedagang musiman ini dilokalisasi di pojok lapangan. Tepat di sisi dekat sungai ciliwung. Sayang tetap mengganggu lapangan basket sama naik tebing🙂 dulu kawan saya Yos, suka saya lihat asik main basket disini. Namun sekarang kenyamanan lapangan basket terganggu. Dilema ya🙂

Nutrigel di sate

hehehe, ada nutrigel di sate. warnanya amat menarik mata. Saya jadi tergiur beli. Hm..masih pagi dalam perut kosong, saya takut sakit perut. Namun masa bodo ah, saya minum ASI ekslusif mama saya dulu sampe 2 tahun ini🙂 pasti tubuh saya kuat :p

jak mania vs bobotoh

Saya geli ketika memoto 2 kaos ini. Teringat seseorang yang bobotoh persib. Namun, justru saya mengantar tetangga saya yang bawa anaknya untuk membeli kaos Jak Mania. Ini akibat ada tren memakai kaos orange ini di RT saya. Anak – anak SD laki2 dan wanita pake kaos ini dan yang saya antar merengek minta ibunya untuk membeli. Karena tidak mau kalah sama teman – temannya. Aneh🙂 orang jawa barat tapi bukannya beli kaos yang biru🙂 itu karena memang mereka sebenernya tidak ngerti. tren aja.

Namun lihat pembeli lain. Ada anak yang gk bergeming pergi sambil memegang kaos viking. Sedang sang ibu belum menemukan kesepakatan harga. Ada lagi seorang bapak2 dan 2 anak. Bertiga sama – sama memilih kaos bobotoh.

pecel banjur

ini lah yang di cari mama saya. beli pecel bajur. Konon kata tante saya, penjual pecel banjur ini khas jawa. Ia bercerita jika naik kereta ke jawa setiap pagi ada pedagang pecel banjur semacam ini jika berenti di stasiun mencari penumpang – penumpang lapar ingin membeli sarapan.

jalan salak

Jalan salak ini adalah jalan favorit mbak fana, temen saya pengajar di kampus IPB. di area ini ada pohon yang bunganya menyebarkan wangi2an..sukar dijelaskan wanginya, namun semerbak.

Pagi itu jalanan ini kosong tidak ada angkutan umum yang lewat. Trotoar jalan ini beralin fungsi menjadi tepat parkir motor.

pedagang di mobil

ada pedagang nasi pecel di ujung taman kencana jalan salak. pedagang yang menjajakan makanan dari dalam mobil ini tampak sedikit terpisah dari keramaian. Makan pun menjadi nyaman. Kita hanya disediakan kursi plastik. Menunya ada nasi pecel yang diberi peyek, ada juga gorengan, tempe tahu, ada pula sate kuling marangi, ada rawon, ada juga opor ayam. Seru makannya. dan yang memuaskan adalah disediakannya TEH PANAS sekali di cangkir hitam. menambah kenikmatan aja. sangat nikmat di makan di pagi mendung yang masih dingin. Tepat di kala perut lapar walau mata saya mengantuk dan badan mulai gontai.

nasi pecel + peyek

SELAMAT MAKAAAAAAAN🙂

8 thoughts on “CAR FREE DAY di Bogor

  1. ini car free day ato wisata kuliner? salam kenal ya, sama2 orang bogor nih.. sekarang sempur udah penuh banget sama tukang jualan, mau lari pagi aja susah, klo dulu saya masih mahasiswa pernah jualan otak2 di sempur, tp belum sepenuh sekarang, masih bisa dipakai lari pagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s