Sorry aku marah2 (kasus Tumis Jamur)

jamur-cendawan-supa-suung

Pagi ini Bogor terasa lebih dingin, entah memang udaranya apa memang badan saya yang tidak fit. setelah tertidur sejak subuh tadi, saya bangun keluar kamar setelah menyingkap tirai jendela agar matahari leluasa menyelipkan sinarnya.

Keluar dengan menarik sehelai kain pantai warna merah untuk di selendangkan di pundak menutupi dingin pagi ini mengganggu tubuh.

Melihat mama saya lagi bertransaksi dengan seorang tukang sayur langganan di depan rumah. Saya menghampiri, siapa tau ada bahan yang ingin saya beli untuk menggugah selera makan hari ini. Sungguh menyenangkan dan mengejutkan si tukang sayur memberikan 2 buah jamur alam, yang saya menyebutnya dengan kata supa, namun tukang sayur menyebutnya dengan suung.

Senang luar biasa, saya cukup jarang makan jamur liar yang kerap muncul di tanah2 basah sekitar pepohonan ini. Pertama hadirnya tidak dapat di prediksi, kedua bagaimana bisa saya jalan2 pagi mencari – cari hasil bumi ini secara sengaja? Tukang sayur ini tau jamur adalah bahan kesukaan saya, mengingat saya sering membeli jamur darinya.

Mau saya tumis dengan pedas, dengan taburan daun bawang dan irisan cabe juga bawang yang banyak. Mau di makan pake nasi putih panas lalu minumnya teh panas. Pasti enak. Namun saya menundanya mengingat dapur masih sibuk dengan acara memasak sarapan pagi untuk yang pergi bekerja. saya duduk dengan kain pantai yang masih diselimutkan di bahu setelah meletakkan kedua jamur tadi di meja dapur.

Ada suara dari dapur yang bilang jamur sudah matang dan siap disajikan. Oh, ternyata dimasak oleh kakak saya yang perempuan dengan seizin mama saya. saya lihat ke dapur ternyata ia memasaknya menjadi sup jamur, bukan tumis jamur. Itu pun tadi sempat keasinan lalu ia tambahi dengan gula lalu entah apa lagi. katanya rasanya sekarang “better”.

Sedikit gak bisa mengendalikan ego pagi ini. Saya pun sedikit mengomel agak panjang lalu pendek. Saya protes mengapa bayangan dan selera saya di rusak. Kenapa bahan fav saya dibuat sup, sedang mereka dan seisi rumah tau saya tidak suka makan berkuah. Nasi saya jarang saya siram air sayur atau sup. Saya gak suka sup jamur, makannya pakai sendok. Saya lagi mau makan tumis jamur pakai nasi panas pake tangan, lalu menjilati jari2 saya yang belepotan bumbunya.

Kenapa tidak bertanya? kenapa mengambil keputusan sendiri? kenapa merusak kesenangan saya mendapat hadiah dari tukang sayur pagi2? kenapa merusak selera makan? kenapa membuyarkan lamunan saya akan menu yang akan saya santap? kenapa untuk hal ini pun saya gak mendapatkan sesuai bayangan dan keinginan saya? hiks..geram.

Suara omelan saya membuat mama saya bereaksi. Ia mengambil alih sup yang rasanya sudah bercampur asin manis itu. ia buang airnya lalu ditumis ulang untuk memenuhi harapan saya. lalu disajikan di meja makan dengan tanpa bicara. Ia tau tumis seperti apa yang saya mau. walau pada akhirnya rasanya tetap gk karuan.

Kenapa tidak diam aja? kalo gk bisa penuhi yang saya harapkan maka diam aja. Saya akan buat sendiri makanan yang saya mau.

Sungguh dalam hal ini gak mau ngalah dan bertoleransi. hey ini hanya mengenai makanan. Masa dalam makanan yang saya makan pun saya kudu penuh toleransi dan bersabar? banyak urusan lain dan perkara lain dimana kesabaran saya sedang dibutuhkan. Maka senangkanlah saya di urusan lain.

Sungguh manusia ada batasnya, dan maaf saya ngomel2 sepagi ini. Ini karena kesabaran saya sedang terkuras. Dan maaf kalo kalian karena jamur ini saya jadikan sasaran.

Hati dan pikiran saya hanya sedang lelah..bertahan dari kesedihan dan saya tidak mau menyerah.Maka senangkanlah saya diurusan lain…

6 thoughts on “Sorry aku marah2 (kasus Tumis Jamur)

  1. hmmm jamur is one my fav food. i like tumis jamur karena bahan yang digunakan sangat sederhana. ada sjenis jamur yang tumbuh di pegunungan dan dikeringkan di panas terik matahari sebelum layak dikonsumsi, setelah di jemur berhari-hari untuk menghilangkan kadar toksinnya jamur tsb harus direndam berhari-hari pula. tapi hasilnya maknyus ditumis dgn campuran ayam atau daging dgn irisan cabai merah pedas…mantep banget. selain itu juga bisa diolah mjd masakan bersantan. mantap, apalagi buatan ibuku tersayang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s