Sejarah Payung Baru

hujan dibalik jendela

Siang itu langit mendadak mendung, hujan amat derasnya. Bingung mau pulang gimana. Pas koreh2 tas ternyata payung tidak ada. Mikir lama dimana kan itu payung berada? apa di rumah semalam tidak dimasukan lagi, apa di angkot tertinggal? hm..ternyata tertinggal di mobil seorang teman setelah makan malam tadi malam. apes banget..banyak yang harus di kerjain, ambil uang, simpen uang, ambil baju, balik ngajar..

berpayung

huks…mahasiswa mahsiswi itu pada pergi pake payung. Mungkin aja mereka gak tergesa – gesa karena pulang  ujian biasanya tidur atau main. Lah, saya ini masih banyak yang harus di kerjakan. Gimana menembus hujan dengan tas dan buku2 ini?

suasana hujan di bogor

sedikit reda hujannya, namun tetep rintiknya deras. segitu teh rasanya reda. maka segeralah berlari menuju jalan mencari angkutan umum, sambil bingung kemana dulu, mana yang harus didahulukan sedang waktu tadi sudah banyak terbuang sia – sia menanti hujan.

beli payung

akhirnya memutuskan membeli payung ditengah perjalanan mengambil uang. lalu kembali ke rumah untuk menukar sepatu dan baju, menyimpan buku lalu pergi mengajar lagi dan berlanjut menonton ke bioskop dengan teman malamnya.

payung baru

akhirnya punya payung baru..pake payung walau badan sudah basah kuyup. semua kegiatan batal karena kepala di serang pusing akibat hujan2an..jadi tidur di rumah dengan kepala di balut handuk…

3 thoughts on “Sejarah Payung Baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s