Zebra Cross + penyebrang

sulitnya menyebrang

Zebra cross adalah tempat penyeberangan di jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki  yang akan menyeberang jalan, dinyatakan dengan marka jalan berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam yang tebal garisnya 300 mm dan dengan celah yang sama dan panjang sekurang-kurangnya 2500 mm, menjelang zebra cross masih ditambah lagi dengan larangan parkir agar pejalan kaki yang akan menyeberang dapat terlihat oleh pengemudi kendaraan di jalan. Pejalan kaki yang berjalan diatas zebra cross mendapatkan perioritas terlebih dahulu.

Disebut sebagai zebra cross karena menggunakan warna hitam dan putih seperti warna pada hewan zebra dari kelompok hewan kuda  yang hidup di Afrika. (wikipedia)

Dari penjelasan di atas setidaknya kita tau apa itu fungsi zebra cross. Kalo kamu inget saat sekolah dasar dulu pasti pernah ketemu dengan pertanyaan dalam buku atau PR atau ulangan :

Kita menyebrang jalan di ……

jawabannya tentu di zebra cross, suatu area di jalan raya yang di tandai dengan garis – garis putih melintangi jalan. Untuk apa? ya untuk kita pejalan kaki menyebrang. Apa sih peraturannya? ya mungkin minimal saat ada pejalan kaki yang menginjakan kakinya di zebra cross para pengendara memberi kesempatan pejalan kaki tadi untuk menyebrang.

Memang, kelancaran lalu lintas para pengendara pun perlu di jaga oleh pejalan kaki. Terlalu banyak dan sering yang menyebrang pun rasanya menghambat laju kendaraan. Makanya saya kalo akan menyebrang jalan walaupun di zebra cross menunggu suasana jalan tidak terlalu ramai atau kendaraan tidak sedang kencang – kencangnya. Dan sering saya menunggu ramai dengan penyebrang jalan lain agar sekalian stop pengendara – pengendara itu.

Tapi, lain fungsi dengan kenyataan. Dari definisi di atas, parkir aja di larang takut penyebrang jalan tidak terlihat apalagi BERTENGGER di zebra cross. Tapi di kota tercinta saya ini, berdirilah di zebra cross tau apa yang akan kamu dapat? bukan angkutan umum yang berhenti di sisi zebra cross agar kita menyebrang. Angkot ini malah akan maju dan bertengger tepat di atas zebra cross. Alasannya bisa 3, pertama menawari kita yang menyebrang jalan untuk naik, ada penumpang dari sebrang yang keliatannya mungkin akan naik, atau bahkan menurunkan penumpang. Apa akibatnya kepada kita yang menyebrang jalan? jelas terhalang. Lagi konsen memperhatikan jalanan yang aman untuk menyebrang malah di halangi oleh angkot.Jadi seringkali kita kudu jalan memutari angkot untuk mencapai bagian zebra cross selanjutnya.

Seringkali rasanya ingin marah – marah, apalagi setelah kita menunggu lama untuk menyebrang dan saat merasa cukup aman untuk menyebrang tau2 ada kendaraan yang cukup manis menghentikan kendaraannya tepat di atas garis – garis putih itu. Malah banyak juga yang saat kita menyebrang jalan bukannya memperlambat malah tetep melaju dengan pasang tampang gak mau kehalangi.

Saya gak bermaksud menyalahkan semua pengendara, masih banyak kok pengendara yang secara etika berlalu lintas masuk kategori “berpendidikan”. Dan pendidikan ini yang saya maksud tentu saja bukan pendidikan formal semata. Banyak juga kok pengemudi berkerah dan perlente namun toleransinya di jalanan amat payah. Lagi – lagi ini kembali ke pemahaman tentang  toleransi dalam berlalu lintas.

Begitu pula dengan penyebrang jalan, saya pun akui tidak semuanya penyebrang jalan itu bijak. Ada yang masih menyebrang sangan tidak hati – hati dengan tanpa memikirkan keselamatan dirinya juga pengendara yang melaju. Banyak yang  menyebrang amat “asal”, mengagetkan, dan mengganggu.

Intinya, mari kembali mengingat tentang perlunya menjaga ketertiban di jalan raya dengan saling bertoleransi sesama pengguna jalan baik pengendara maupun pejalan kaki. Saya fikir jika fungsi dan aturan – aturan yang berlaku di jalan raya digunakan akan terjadi hubungan harmonis bagi kedua pengguna jalan itu. Akhirnya setiap pengguna merasa haknya sebagai pengguna jalan untuk merasa aman dan lancar berlalu lintas terpenuhi.

*foto di atas saya ambil di zebra cross yang berlokasi dilampu merah warung jambu jalan pajajaran. saya foto sambil menunggu pesanan martabak saya selesai..:)

4 thoughts on “Zebra Cross + penyebrang

  1. Lu ukur zebra cross nya?
    Ah pasti nyontek di mbah google..

    Gw termasuk penyebrang yg berpendidikan loh..
    *promosi*
    hahaha

    ah senangnya
    *curcol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s