Ayam penyet

ayam penyet

Ayam penyet, ini model ayam yang baru 1 bulan ini saya coba makan. Awalnya adalah di suatu malam ketika saya dijemput oleh dua orang teman saya lalu kami bertiga berputar – putar malam itu mencari tempat makan. Akhirnya kami berhenti di tempat makan Mie Jogja di pinggir jalan pajajaran kota bogor deket balan binarum. Itu pun adalah tempat yang kesekian kami kunjungi, setelah beberapa tempat makan yang lain mau tutup ataupun tidak sesuai selera kami.

Saya fikir saya akan makan mie, karena sepengetahuan saya disitu tempat jualan mie. ternyata ada menu ayam penyet, maka saya memutuskan untuk mencicip menu ayam yang memang favorit saya ini.

Sejak saat itu, saya selalu tergoda dengan rasa ayamnya. lepas malam itu, keesokan harinya saya kembali menyambangi tempat itu sendirian di saat makan siang karena ayamnya selalu terbayang🙂

liatlah, dalam piring pilin2 rotan itu, dengan dilapisi selembar daun terdapat nasi, 1 potong ayam, remah2 bumbu ayam (mirip keremes), ada juga tahu pong besar (unik juga), lalapan (beberapa lembar daun kemangi dan 2 potong timun) tidak lupa sambel (ada 2 jenis sambel, sambel merah dan sambel bajak ijo yang saya gk suka). oh ya ada juga selembar kerupuk.

Hari kemarin saya kembali kesana dengan 2 orang teman untuk makan siang. Sperti biasa ayamnya amat lembut, bumbunya terasa, dagingnya sudah empuk tidak melekat tulang (tapi tidak hancur seperti ayam geprek yang mirip ayam babak belur). Saya merasa kurang, lalu memesan 1 ayam lagi tanpa nasi tentunya dengan meminta bagian paha agar tidak terlalu besar seperi potongan sebelumnya (namanya juga tambahan).

Makan 1 paket ayam penyet, 1 gelas teh panas tawar + tambahan i potong ayam kira2 saya mengeluarkan uang sebesar Rp. 26.000,00 (lupa pastinya karena saya gk jarang memperhatikan dengan jeli0 uang kembalian)

yups..teman..cobalah ayam penyet yang di pajajaran ini..

sambel ijo

waktu sepi lebih leluasa

12 thoughts on “Ayam penyet

  1. Kata obenk ga akan nambah,mau ngurangin hasrat…gwe kira beneran,taunya ngurangin hasrat dari dada ayam ke paha ayam,,,sama aja benky,,judulnya lu nambah ayam,,hahaha,,lu traktir gwe oge atuuhh!!

  2. I luv culinary, selama perjalanan Saya selalu mencoba makanan yang menurut daerah tsb owkeh. seperti di Makassar Saya rekomendasikan Ratu Gurih (seafood), Paotere (biasanya dikunjungi yusuf kalla, Sby jg pernah mkn di sana), kemudian adanya namanya Sop Konro (enak tapi eneg, karena iganya besar bgt)kemudian ada pisang ijonya..di Kalimanntan itu yang terkenal kepiting kenari, Kemudian di Surabaya ada tempat namaya Layar di kertanegara, Ayam penyet tp lupa gw namanya, ada resto Jepang lupa jg namanya..he he…hanya rekomendasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s